The Lost Harmony

The Lost Harmony
Chapter 6


__ADS_3

Setelah tugas selesai kami segera kembali ke Lansen untuk menerima penghargaan dari kaisar Hogwar, butuh tiga hari untuk sampai ke istana. Setibanya kami memasuki gerbang istana Lansen, banyak rakyat yang bersorak ria dengan meneriakan namaku beberapa kali. Tak hanya itu anak anak memberiku hadiah yang mereka bawa, ada bunga dan handcraft. Sebenarnya aku bahagia melihat senyuman mereka, serasa semua yang kulakukan seakan akan menjadi ringan. Tapi suasana itu dengan cepat dirusak oleh Worn, yang entah mengapa ia terus bergumam dan membuat telingaku panas. Tidak hanya dia Callisto pun dari tadi menatapku tajam. Sebenarnya aku tau kenapa ia menatapku karena tatapannya itu seolah olah mengatakan ‘aku akan membalasmu atas apa yang kau lakukan malam itu’ yah… tapi aku mengabaikannya. Kalau Castel, dia terlihat seperti patung. Selalu diam dan tidak mengatakan apapun sejak keberangkatan kami. Sepertinya tidak ada yang normal di pasukanku, termasuk diriku.


“ Yo Clara, selamat atas keberhasilanmu. Kau sungguh gadis muda yang hebat.” Ucap Jendral Barbari.


        “ Sebuah kehormatan untuku.”


        “ Oh ya, bagaimana perjalananmu dengan orang aneh seperti mereka?” bisiknya


        “Tidak bisa terdefinisikan.” Bisikku sambil tersenyum.


        “ Maaf Tuan dan Nona, aku masih memiliki telinga yang tajam” sambung Worn.


        “ Sepertinya ada yang tersindir.” Ucap Jendral Barbari yang membuat kami berdua tertawa, dan tentu saja Worn kini tampak seperti ikan koi.


“ Hai Clara bagaimana kabarmu?” tanya kesatria Aster


        “ Sangat baik, tentu saja saat mereka tak ada di sisiku.” Kesatria Aster pun tertawa.


        “ Siapa yang kau bawa? Baru pertama kali aku melihatnya.” Aku pun memanggil Calisto untuk mendekat dan memperkenalkan dirinya.


        “ Namaku Calisto Pernz, aku adalah orang yang diselamatkan Clara.”


        “ Senang bertemu denganmu Calisto, Aku Aster Carren dan ini…”


        “ Barbari Huzzan, salam kenal”


        “ Kalau begitu ayok masuk, kaisar sudah menunggu kalian dan ada Raja Triton”


Kesatria Aster menuntun kami masuk ke dalam dan bertemu Kaisar. Kami memberikan hormat dan dipersilahkan duduk. Kemudian Kaisar memberikan kami penghargaan dan memberikan imbalan berupa wilayah Harenz, timur Lansen.Setelah penghargaan itu diadakanlah pesta selama 3 hari sebelum aku mengambil tugas baru,yang mungkin akan menjadi perjalanan yang sangat panjang.


                                                    ***


Tepat saat pesta, di balkon sayap kiri. Aku menatap langit sambil mencari kesunyian dan ketenangan. Sejak pesta dimulai banyak orang mengerumuniku dan mengucapkan pujian yang membuatku muak. Mengapa tidak? Yah…dikalangan para bangsawan tentu saja banyak yang menggunakan topeng, terutama diriku. Jika kau tidak bisa berbaur dan mempertahankan posisimu maka kamu akan selamanya berada di bawah kaki mereka. Sudahlah, tak usah membicarakan hal itu. Kali ini biarkanlah aku menenangkan diri sebelum bertemunya. Dan sepertinya ucapanku menjadi seperti panggilan saja.


“Lama tidak berjumpa nona Clara.” Suara yang begitu familiar, hingga aku enggan untuk memalingkan wajahku menatapnya.


        “Lama tidak berjumpa juga Raja Ganymade, ada keperluan apa anda menemui saya.” Dia tertawa kecil, “tidak perlu terlalu formal, bicaralah dengan santai.”


        “Bagaimana saya bisa berprilaku tidak sopan seperti itu.”


        “Saya merasa sepertinya anda membenci saya, padahal kita baru saja bertemu.”


        “Bagaimana bisa anda berkata begitu, sepertinya saya sudah sering melihat anda berkeliaran di kediaman saya dulu.” Tiba-tiba raut wajahnya terlihat kebingungan. Apakah dia pura-pura kalauu itu bukan dia atau dia hanya ingin mengelabuhiku saja.


Dia tertawa, “Anda lucu sekali nona, bagaimana saya bisa bertemu dengan anda. Sejak umur 9 tahun saya sudah mengikuti perang dan saat anda diangkat menjadi kesatria saya sibuk mengawasi wilayah Uzber dan menahan para pemberontak Lansen.”

__ADS_1


        “Berhentilah perpura-pura! Perilaku busukmu sudah tercium dari jauh.” Ucapku yang terbawa emosi. Aku kemudian melangkah meninggalkannya namun, tanganku ditahan dan ditarik hingga hanya sejengkal jarak diantara kami.


        “Lepas.”


        “Nona, kenapa anda memberontak, saya hanya mau mengatakan satu hal pada anda. Apa yang anda lihat belum tentu itu kebenarannya.” Setelah menguacapkan kalimat itu dia melepaskan cengkraman tangannya.


        “Yah sepertinya aku merusak suasana, sebelumnya saya minta maaf dan selamat menikmati pestanya dan kita akan bertemu lagi nanti, mohon kerjasamanya.” Dia segera pergi meninggalkanku. Sungguh aku muak melihat sandiwaranya. Aku akan membalaskan dendam Arthur dan aku tidak akan melupakan itu. Selama ini aku memang buta menyalahkan Ayahku dimana nyatanya dalang semuanya adalah Ganymade. Dengan wajah super datar aku memasuki aula pesta dan tentu saja mulut Worn sudah siap membantaiku dengan kata kata indahnya.


“Kenapa nih, mukanya kayak triplek ditengah salju, udah datar dingin lagi.” Ucapnya sambil tertawa terbahak bahak.


        “Worn sepertinya kau memang ingin dibantai oleh Clara.” Ucap Castel.


Castel dan Calisto segera meninggalkan Worn bersamaku, mungki saja mereka sudah merasakan hawa membunuhku yang menyebar kemana mana.


“Hei kalian mau kemana? Apa kalian tidak ingin melihat tontonan menarik?” ia maasih saja tertawa.


        “Tidak, terima kasih. Kami masih mau hidup.”


Dengan hawa yang membara aku memegang pundak Worn dan dengan senyuman seperti iblis aku memberikannya senyuman terbaikku sambil mencengkram pundaknya yang semakin lama semakin kuat, hingga aku mendengar suara “krek”. Setelah puas mencengkramnya, selanjutnya aku membawanya keluar dan menyelesaikan upacara penumbalannya.


Disisi lain Calisto dan Castel melihat dari kejauhan dan aku mendengar apa yang tengah mereka bicarakan.


        “Castel, apa kita tidak perlu menolongnya.”


        “Tidak, biarkan saja dia. Bukankah ini yang disebut tontonan menarik.”


Tiba-tiba terdengar suara langkah seseorang, dan tak jauh dari tempatku berada aku melihat Jendral Barbari berlari ke arahku.


“Ada apa Jendral?”


        “Kabar buruk, pemberontak beraksi di wilayah utara Lansen dekat laut Tibos. Dan beberapa pasukan yang berjaga disana tidak mampu menahan serangan.”


        “Berapa lama perjalanan kesana melalui jalur darat?”


        “Itu memakan waktu empat hari namun, jika kita menggunakan jalur udara hanya membutuhkan waktu satu hari. Hanya saja-“


        “Hanya saja kita tidak memiliki spirit beast yang bisa membantu kita.”


        “ Diperkirakan terdapat 500 pemberontak dan perajurit kita yang bertahan disana hanya tersisa 20 orang dari 400. Dan mereka juga membantai penduduk disekitar sana.”


“Kami memiliki 100 spirit beast terbang dan 200 perajurit handal hanya saja kita perlu beberapa spirit beast lagi.” Tiba-tiba Ganymade datang. Sebenarnya aku ingin saja mengusirnya, tapi ini bukanlah waktu yang tepat untuk melakukan hal itu.


        “Aku bisa menyuruh spirit beastku untuk menggadakan diri menjadi 200 namun, aku tidak bisa mempertahankan itu dalam satu hari karena aku tidak punya kekuatan sebesar itu.”


        “Aku bisa membantumu, aku pinjamkan spirit beastku, dia bisa membantumu menambah kekuatan sehingga cukup untukmu mempertahankan mereka dalam jangka waktu yang panjang.”

__ADS_1


        “Hoi, sebelum itu bebaskan aku dulu.” Ucap Worn.


        “Kau terlalu berisik.” Ucap Calisto yang segera memotong tali yang melilitnya.


        “Baiklah, Worn dan Castel siapkan pasukan dan kita akan segera pergi kr utara.”


        “Baik komandan!” Ucap mereka serentak.


        “Felix laksanakan!”Perintah Ganymade


        “Baik Tuan.”


Kami pun segera menyiapkan pasukan. Aku memanggil phoenixku dan memerintahannya menggadakan diri. Semua pasukan sudah terlkumpul di lapangan, kami siap untuk menumpas para pemberontak.


“Clara, apakah aku boleh ikut membantu?”tanya Calisto.


        “Maaf Calisto, sepertinya kamu tidak bisa ikut. Tinggalah disini dan tunggu kami kembali.”


        “Tapi-“


        “Kumohon mengertilah.”


        “Tapi aku bisa membantumu, aku juga bisa bertarung.”


        “Hei! apa kau mau membantah tuanmu, kau hanya akan menghambatnya nanti.”


        “Ganymade, jaga ucapanmu!”


        “Calisto dengarkan aku, kau harus tetap disini karena disana sangatlah berbahaya. Kita tidak bisa memprediksi apa yang akan terjadi nantinya.” Lanjutku


        “Baiklah.”


        “Clara, ayo kita berangkat.” Baiklah Jendral.


Kami segera terbang meninggalkan ibu kota dan segera pergi ke utara. Entah kenapa perasaanku tidak enak selama perjalanan. Apakah aka nada hal buruk yang terajadi nantinya. Semoga saja semua berjalan dengan lancer.


        “Tenang saja, kita akan kembali dengan selamat.”hibur Ganymade.


        “Tidak usah peduli denganku.”


        “Tidak usah malu-malu aku hanya bisa menghiburmu walau sebenarnya itu tidak bisa membuatmu terhibur.”


        “Bukankah itu percuma? Dari pada buang-buang tenaga, lebih baik kau tak perlu melakukannya.”


        “Tidak ada yang sia-sia kalau itu untukmu.” Aku terdiam dengan kalimat terakhir yang ia ucapkan. Tiba-tiba saja wajah Arthur terbesit dipikiranku. Apa yang ku lakukan,dia bukan Arthur dan hanya mencoba seolah olah peduli denganku.

__ADS_1


‘Pembohong’ batinku.


__ADS_2