The Perfect Bodyguard

The Perfect Bodyguard
14


__ADS_3

"Ryan... Bantu aku. Kau tidak melihat aku kesusahan?" Tanya Jessie. Ia sibuk memasukkan barang-barangnya ke dalam koper. Ryan hanya melihat dan tidak ingin sedikitpun membantu Jessie. Pasalnya mereka hanya menginap semalam bukan sebulan. 1 pasang piyama dan 1 pasang baju untuk kuliah sepertinya sudah cukup. Kenapa Jessie harus membawa segala hal?


"Kau tau kita hanya menginap semalam?" Tanya Ryan kepada Jessie. Jessie hanya menghela nafas. "Terus?" Tanya Jessie.


"Kau seperti mau kabur dari rumah dengan membawa barang-barang sebanyak itu."


"Ayolah Ry. Kita datang siang hari. Aku dan Alexa juga berencana untuk basah-basahan." Ucap Jessie. Ryan yang mendengar ucapan Jessie hanya menaikkan 1 alisnya. Baginya kalimat terakhir terdengar ambigu.


"Baiklah sini saya bantu." Ucap Ryan. Jessie langsung bergeser dan memberikan tempat untuk Ryan. Tanpa diduga Ryan langsung mengeluarkan semua barang yang dibawa oleh Jessie dan memasukkan yang penting saja. Jessie yang melihat itu langsung protes kepada Ryan.


"Ryan apa yang kau lakukan?!" Tanya Jessie. "Membantumu." Ucap Ryan singkat. "Tapi kau malah mengeluarkan semua barang." Ucap Jessie. Ryan tidak mendengarkan ucapan Jessie dan tetap menyusun barang-barangnya.


"Sudah selesai. Kau mau pergi sekarang?" Tanya Ryan. Jessie hanya diam lalu keluar dari kamarnya. Ryan langsung mengambil tas yang berisi barang mereka dan mengikuti Jessie.

__ADS_1


Saat Jessie turun ke lantai 1, Ia mendengar ada suara percakapan. Rupanya teman kerja ayahnya datang dan mereka sedang mengobrol di ruang tamu. Jessie langsung memasang muka datarnya seperti biasa saat melewati ruang tamu itu. Alex yang melihat putrinya akan menginap langsung tersenyum.


"Selamat bersenang-senang putriku." Ucap Alex. Jessie yang mendengar itu hanya mengangguk. Lalu Ia melihat ke arah Ryan. "Ingat putriku sudah beruntung 2 kali." Ucap Alex. Ryan hanya mengangguk. Ia mengerti apa yang dimaksud Alex. Perkara mobil yang menembaki mereka, anak buah Ryan sudah berusaha melacaknya namun sepertinya mobil itu lolos.


Ia langsung berjalan ke arah mobilnya lalu memasukkan tas ke kursi belakang. Ia langsung masuk ke kursi depan lalu meminta kunci mobil kepada Jessie. Jessie langsung memberikan kunci mobil itu dengan muka yang masih datar.


"Jangan marah." Ucap Ryan. Jessie tetap diam dan tidak menggubrisnya. Ryan pun menghela nafas pelan lalu segera menyalakan mesin mobil dan pergi ke rumah Alexa.


Sesampainya di rumah Alexa, Alexa sudah menunggu di depan pintu. Jessie langsung keluar dari mobil dan lagi-lagi mengabaikan Ryan. Ryan keluar dari mobil lalu mengambil tas mereka. Ia juga menelepon anak buahnya untuk berjaga disekitar rumah itu.


"Bodyguard ku tiba-tiba mengeluarkan barang-barang yang sudah ku susun lalu hanya menaruh 2 pasang pakaian saja." Ucap Jessie sambil melirik ke arah Ryan. "Aku hanya membantumu. Kau yang meminta." Ucap Ryan membela diri. Alexa yang mendengar itu hanya tertawa. Benar-benar seperti pasangan yang sedang bertengkar.


"Kalian sudah makan?" Tanya Alexa. Jessie sontak menggeleng. Alexa langsung membawa Jessie dan Ryan ke ruang makan untuk makan siang terlebih dahulu.

__ADS_1


"Setelah kejadian terakhir Daddy tidak memperbolehkan ku untuk makan diluar." Ucap Alexa membuka percakapan. "Sama." Ucap Jessie. Akhirnya mereka mulai mengobrol dan beberapa kali menggosip. Ryan tidak tertarik dengan obrolan seperti itu. Ia hanya melihat Jessie yang sedang mengobrol. Makan siang mereka akhirnya dihidangkan dan mereka langsung memakan makan siang mereka.


Setelah selesai makan siang, mereka pergi ke kamar Alexa. Mereka hanya bersantai sambil sesekali menjahili Ryan. Mereka merias wajahnya atau memakaikan masker ke wajah Ryan. Ryan hanya bisa pasrah karena Ia sudah menolaknya namun tidak digubris. Apalagi Jessie yang masih kesal dengan ulahnya tadi.


Setelah selesai merias wajah Ryan, Alexa dan Jessie langsung menghapus riasannya dan merias lagi dengan look yang berbeda. Setelah bosan, Alexa mengajak Jessie untuk berenang.


"Kau lupa aku hanya membawa 2 pasang pakaian?" Tanya Jessie. Alexa hanya tertawa dan berjalan ke arah lemarinya lalu mengambil 2 baju renang. 1 untuknya dan 1 untuk Jessie. Jessie langsung mengambil baju renang itu dan langsung menggantinya. Jessie pun keluar dari kamar mandi lalu Ryan dengan cepat menutupi badan Jessie dengan bathrobe.


"Apa yang kau lakukan?" Tanya Jessie sambil berusaha untuk melepaskan bathrobe. "Kau mau badanmu dilihat oleh semua orang?" Tanya Ryan balik. Jessie hanya diam dan membiarkan bathrobe itu menempel di tubuhnya. Setelah Alexa berganti pakaian, mereka langsung berjalan ke arah kolam berenang yang berada di belakang rumah.


Jessie dan Alexa langsung nyemplung ke kolam sementara Ryan hanya mengamati kedua gadis itu. Jessie dan Alexa mempunyai ide jahil. Mereka langsung menyiprat air kolam ke arah Ryan. Ryan hanya tersenyum lalu berjalan ke arah kolam dan balik menyiprat air kolam ke arah mereka.


Beberapa saat kemudian, mereka menyudahi acara berenang mereka. Alexa berjalan masuk kedalam rumah terlebih dahulu untuk mengambil handuk. Sementara Jessie masih duduk di pinggir kolam. Saat Jessie ingin berdiri, kakinya tergelincir lalu Ia hampir jatuh. Ryan dengan sigap langsung menangkap Jessie. Namun karena licin, Ryan juga hampir tergelincir. Sekarang keadaan mereka seperti orang yang akan ciuman. Dan sialnya Alexa melihat itu semua dan sepertinya Alexa salah paham.

__ADS_1


"Apa aku mengganggu?"


__ADS_2