The Perfect Bodyguard

The Perfect Bodyguard
26


__ADS_3

"Sudah sampai ayo turun." Ucap Ryan sambil mematikan mesin mobilnya. Jessie dan Alexa bernapas lega karena mereka kelelahan di perjalanan yang memakan waktu hampir 3 jam itu.


Tempat menembak yang dikatakan Ryan berada di area perhutanan Pinus sehingga hawa disana sangat segar dan tidak panas.


"Tempatnya bagus." Ucap Alexa. Lalu Ia mengeluarkan handphonenya dan memfoto lingkungan sekitar. Jessie yang tidak bisa perjalanan jauh pun pusing dan langsung memeluk Ryan.


"Pusing?" Tanya Ryan dan Jessie hanya mengangguk. Ryan terkekeh pelan dan mengacak rambut Jessie. Ryan kemudian menuntun Jessie ke kursi yang disediakan untuk beristirahat sebentar lalu memberinya minum.


Setelah baikan, mereka kemudian masuk ke tempat itu. Jessie dan Alexa sedikit curiga. Mereka masuk tanpa membayar tiket masuk terlebih dahulu. Padahal ada loket disana.


"Ry, kita tidak membayar dulu?" Tanya Jessie.


"Tidak perlu." Jawab Ryan.


"Kita melakukan tindakan kriminal." Sahut Alexa.


Jessie dan Alexa menghentikan langkahnya membiarkan Ryan yang berjalan sendiri. Ryan yang menyadari bahwa kedua gadis itu tidak ada dibelakangnya langsung berbalik dan melihat mereka berdiri di tempat.


"Katanya mau latihan." Ucap Ryan sambil berjalan kearah kedua gadis itu.


"Kita mau latihan menembak bukan latihan berbuat kriminal." Ucap Jessie. Ryan langsung menghela napasnya dan menjelaskan kepada mereka. "Tempat ini milikku. Tentu saja aku tidak perlu membayar." Jessie dan Alexa yang mendengar itu tidak percaya dan berjalan kearah loket.


"Apa benar dia pemilik tempat ini?" Tanya Alexa sambil menunjuk kearah Ryan. Orang yang berada di loket itu langsung mengangguk. "Benar nona."

__ADS_1


"Sekarang kalian percaya? Ayo masuk. Kalian tidak ingin membuang waktu bukan?" Tanya Ryan sambil kembali berjalan masuk. Walau ragu, Jessie dan Alexa berjalan mengikuti Ryan.


Saat masuk, mereka langsung disuguhi oleh pemandangan pohon Pinus yang indah. Bahkan tidak ada sampah sedikitpun.


"Kalian mau makan terlebih dahulu atau-" Ucap Ryan yang langsung terpotong dengan Jessie yang langsung berlari kedalam toilet untuk mengeluarkan isi perutnya.


"Aku akan membeli makanan." Ucap Alexa. Ryan mengangguk lalu menunggu Jessie yang masih ada di dalam toilet.


Beberapa saat kemudian, Jessie keluar dari kamar mandi. Ia melihat Ryan dan langsung mengoceh padanya.


"Kenapa kau tidak bilang perjalanan akan sangat jauh?" Tanya Jessie. Bukannya menjawab Ryan malah balik bertanya. "Kenapa kau tidak bilang kalau kau bisa mabuk di mobil?" Jessie berdecak mendengar pertanyaan Ryan. "Mana aku tahu jika perjalanan akan sangat jauh."


"Sudah jangan berdebat. Kita makan siang terlebih dahulu." Ucap Alexa yang melihat mereka. Apa mereka tidak sadar bahwa mereka menjadi perhatian pengunjung sekitar?


Ryan dan Jessie yang mendengar suara Alexa langsung berhenti dan langsung berjalan kearah meja yang sudah di jaga oleh Alexa. Mereka kemudian makan siang untuk mengisi perut mereka.


"Jadi pertama kalian rilekskan tubuh kalian tetapi tetap tegap, bidik target, tarik nafas yang dalam lalu keluarkan dan kemudian tembak." Ucap Ryan. Kemudian Ia melepaskan tembakan dan tepat mengenai bagian dada target yang berbentuk orang itu.


Jessie dan Alexa yang melihat itu langsung bertepuk tangan. Mereka langsung mengambil posisi dan meniru apa yang dikatakan oleh Ryan. Sesekali Ryan juga membetulkan posisi mereka jika salah dan memberikan saran pada mereka.


Setelah latihan menembak, Ryan mengajak mereka untuk bermain paintball. Ryan melawan Alexa dan Jessie. Awalnya Jessie dan Alexa meragukan Ryan yang hanya bermain sendiri. Namun setelah beberapa permainan, Jessie dan Alexa kalah telak dari Ryan.


"Kalian masih mau meragukanku?" Tanya Ryan. Jessie dan Alexa langsung menggeleng secara bersamaan.

__ADS_1


"Kalian mau bermain permainan lain atau jalan-jalan mengelilingi hutan?" Tanya Ryan. "Bahumu sakit?" Tanya Jessie. Ryan menggeleng.


"Kalau begitu, kita main petak umpat. Seperti biasa, Ryan yang jaga." Ucap Alexa. Lalu Ia menarik Jessie untuk ikut bersembunyi. Ryan yang melihat itu langsung mengejar mereka.


"Ini hutan bukan rumah. Jangan main yang aneh-aneh. Bagaimana jika aku tidak bisa menemukan kalian?" Tanya Ryan. Alexa langsung cemberut mendengar itu. Ryan ada benarnya, tapi semakin luas maka akan semakin seru bukan.


"Kita lomba lari dari sini sampai pintu masuk tadi." Ucap Alexa.


"Sudah pasti Ryan yang akan menang." Ucap Jessie.


"Sudahlah kita pulang saja. Lagian hari juga mulai sore. Perjalan 3 jam. Belum lagi kau yang mabuk dijalan. Bisa-bisa kita pulang malam." Ucap Alexa sambil terkekeh.


Akhirnya mereka memutuskan untuk pulang. Jessie memilih untuk tidur diperjalanan untuk menghindari mabuk dan Alexa memilih untuk memainkan handphonenya dan sesekali mengobrol dengan Ryan.


Setelah 3 jam perjalanan pulang, Ryan mengantar Alexa hingga rumahnya dan setelah itu baru pulang ke apartemennya. Saat sampai di apartemen, Ryan yang tidak tega membangunkan Jessie pun memilih untuk menggendong Jessie hingga sampai ke kamarnya lalu menidurkannya dikasurnya.


******************************************


Helios Ryan Rynville



Alexandra Jessie Hendrick

__ADS_1



Next update: 23 April 2021


__ADS_2