The Perfect Bodyguard

The Perfect Bodyguard
18


__ADS_3

Di kampus semua berjalan baik-baik saja dan tidak ada masalah. Ya mungkin itu bagi semua orang tidak bagi Jessie. Pasalnya sekarang Ia dan Alexa sedang duduk di ruang BK dan disebelah mereka ada Michelle dengan rambut yang berantakan dan make up yang luntur. Ryan hanya menunggu di luar membiarkan Jessie dan Alexa menyelesaikan masalahnya sendiri.


"Bisa kalian ceritakan apa yang terjadi?" Tanya guru BK itu sambil bergantian menatap ke Jessie dan Michelle.


"Biar saya saja yeng menceritakan." Ucap Jessie. Michelle hanya diam dan tidak ingin menjawab. Pipinya masih terasa sakit karena kejadian tadi. Jessie mulai menceritakan awal mula kejadian itu.


"Jadi begini Bu."


flashback


Jessie dan Alexa sedang berjalan ke kantin untuk membeli makanan. Mereka sudah meminta Ryan untuk mencari tempat duduk dan menjaganya. Sesampainya mereka disana, mereka melihat Ryan yang duduk di meja paling ujung. Mereka juga melihat Michelle dan para pengikutnya duduk disebelah Ryan.


Jessie langsung memutar bola matanya sedangkan Alexa hanya berdecih. Mereka langsung menghampiri Ryan dan menyuruh Michelle untuk pergi.


"Kau bisa menyingkir? Ini sudah menjadi tempat kita." Ucap Jessie. Michelle tidak mengindahkan ucapan Jessie dan terus mengajak Ryan untuk mengobrol. Ryan sudah berusaha untuk membuat Michelle pergi. Namun setiap kali Ryan melakukan itu maka balasan Michelle seperti ini.


"Kau mengusirku Ry? Kenapa kau tega?"


Michelle akan mengulangi kalimat itu terus menerus dengan nada yang pelan dan raut wajah yang sedih.


Melihat kedatangan Jessie, Ryan langsung sekali lagi meminta Michelle untuk pergi.

__ADS_1


"Michelle, sepertinya kau harus mencari tempat duduk yang lain. Jessie dan Alexa sudah terlebih dahulu di sini." Ucap Ryan dengan sopan. Sekali lagi, Michelle langsung memasang muka sedihnya.


"kenapa kau tega mengusirku Ryan." Ucap Michelle. Jessie dan Alexa yang mendengar itu langsung mual. Mereka langsung menyuruh 2 orang yang duduk di depan Michelle untuk pergi. Mereka pun ikut menolak namun dengan tatapan tajam dari Jessie, mereka pun akhirnya takut lalu memilih untuk berdiri dan membiarkan Jessie dan Alexa untuk duduk.


"Dasar murahan." Ucap Jessie ke Michelle. Michelle yang mendengar itu langsung menatap ke arah Jessie dengan tatapan permusuhan.


"Kenapa kau melihat ke arah kami? Ku kira kau mengangguk kita tidak ada." Ucap Alexa. Michelle yang mendengar itu langsung menggebrak meja. Seketika mereka semua menjadi perhatian semua orang.


"APA MAKSUDMU DENGAN MURAHAN?" Tanya Michelle dengan nada marah sambil menatap mereka. Jessie dan Alexa seketika tertawa.


"Wow, santailah sedikit. Apakah kita berbicara denganmu? Sepertinya tidak." Ucap Jessie. Mereka pun lanjut tertawa. "Tapi karena kau marah, sepertinya kau merasa." Lanjut Alexa. Mereka dan orang-orang yang ada di kantin itu langsung tertawa.


"Sudah jangan adu mulut." Ucap Ryan menengahi. "Jangan adu mulut tapi langsung saja adu kekuatan." Balas Alexa. Ryan yang mendengar itu langsung menatap tajam ke arah Jessie dan Alexa. Memperingati mereka untuk tidak berbuat masalah di sini.


PLAK


Suara tamparan itu sangat keras hingga orang yang mendengar itu langsung meringis dan memegangi pipi masing-masing.


Tidak berhenti disitu, Jessie langsung menjambak Michelle dan menariknya hingga Michelle mau tidak mau harus mengikuti tarikan Jessie. Ryan yang melihat itu langsung menghentikan Jessie dengan memegangi tangannya.


"Sudah cukup." Ucap Ryan. Alexa hanya duduk ditempat sambil menikmati kejadian itu. Ia sesekali menyoraki Jessie untuk berbuat lebih. Para mahasiswa yang lain langsung memanggil guru BK.

__ADS_1


"JESSIE KAU IKUT IBU KE RUANG BK SEKARANG BERSAMA TEMANMU JUGA. KAU JUGA MS. ZIUDITH" Teriak guru BK itu. Jessie dan Alexa langsung berjalan santai ke ruang BK sementara Michelle dibantu temannya untuk berdiri dan berjalan ke arah ruang BK bersamaan. Kepalanya sangat pusing akibat tamparan dan jambakan tadi.


Flashback end


"Ya seperti itu Ceritanya." Ucap Jessie. Guru yang mendengar itu hanya menghela nafas.


"KENAPA KAU MENAMPARKU HANYA SEPERTI ITU SAJA?" Teriak Michelle yang masih tidak terima.


"Kecilkan volume mu. Ini peringatan pertama." Ucap guru itu.


Jessie hanya menghela nafas. Baiklah, biarkan saja semua orang tahu. Toh, Ia juga memang sudah dijauhi.


"Ibuku sudah meninggal sejak aku berumur 14 tahun." Ucap Jessie pelan. Michelle yang mendengar itu langsung terdiam. Hati kecilnya merasa bersalah setelah menyinggung kata ibu tadi.


"Ibu akan memberikan peringatan pertama kepada kalian. Jika kalian melakukan hal seperti ini kalian akan ibu skors." Ucap Guru BK itu. Mereka bertiga pun di persilahkan keluar. Jessie langsung berjalan ke arah Ryan.


"Maafkan aku sudah menyinggung kata Ibu. Tapi tetap saja, Ryan akan menjadi milikku." Ucap Michelle.


"Jika kau ingin di skors hari ini juga maka aku siap." Balas Jessie.


"Sudah. Jangan berantem lagi." Ucap Ryan.

__ADS_1


Jessie langsung memilih untuk pergi. Mood makannya sudah hilang. Ia dan Alexa langsung memilih kembali ke kelas. Ryan yang melihat itu langsung menghela nafasnya.


__ADS_2