
Dimensi BX2
Akaruku Nul terdiam memandangi satu lagi Batu Permata Plazers yang belum ia temukan pemilik tepatnya, yakni Uranus Plazers. Dia terus memikirkan pemilik Uranus Plazers hingga Akaruku Nul terlarut dalam pikirannya sendiri.
"Hey ... ."tegur seorang Aiga dengan menepuk pundak Akaruku Nul, "Ada apa? "tanya nya tanpa berbalik menatap Aiga. "Jangan terlalu memikirkan keterlambatan takdir, "ucap Aiga.
Berdiri seraya menatap tajam Aiga cukup lama kemudian berkata. "Aku selalu memikirkan apapun yang berkaitan dengan takdir itu. "
"Aku hanya—"
"Apa? "Memotong kata kata Aiga.
"Aku hanya ingin kau memikirkan dirimu terlebih dahulu. "Jelas Aiga membuang muka dari Akaruku Nul. "Mungkin ... itu benar, "akui Akaruku Nul.
Keadaan kembali hening setelah Aiga beralasan ingin pergi untuk menemui Sizuna. Melihat perilaku Aiga yang perhatian terhadap Sizuna, mengingatkan Akruku Nul dengan Hisami yang sudah lama tidak ia temui.
Dia beranjak dari duduknya, berjalan pelan keluar dari ruangan itu, dengan tujuan ingin bertemu Hisami. Namun niat itu ia urungkan setelah dia melihat Batu Permata Uranus Plazers mengeluarkan energi yang sangat kuat dan seakan ingin aktif.
Bergegaslah Akaruku Nul menuju ruangan yang baru ia tinggalkan, begitu terheran-heran nya dia melihat Batu Permata Uranus Plazers mengeluarkan cahaya yang sangat terang melayang dihadapannya.
Sambil berusaha bertanya apa yang terjadi dengan langkah yang pelan Akaruku Nul mendekati Batu Permata Uranus Plazers, tak sempat tangan menyentuh energi besar mendorong Akaruku Nul dari posisinya.
"Apa yang terjadi? "tanya Akaruku Nul berusaha bangkit dari jatuhnya.
"Sepertinya sudah tiba waktunya, "ucap Aiga ikut melihat kejanggalan yang terjadi pada Batu Permata Uranus Plazers.
Mereka berdua menjaga jarak dengan Batu Permata Uranus Plazers yang bercahaya sangat terang dan mengeluarkan energi amat kuat.
"Apa yang terjadi? "tanya Akaruku Nul tanpa mengalihkan pandangannya.
"Aku kurang tahu. Tapi kalau dilihat dari tingkat energi yang dia keluarkan, ini sama ketika Batu Plazers menyatu dengan manusia."
__ADS_1
Penjelasan singkat Lorena Aiga belum bisa menjawab keanehan yang terjadi. Setelah beberapa saat mengeluarkan energi luar biasa, Uranus Plazers akhirnya tenang kembali.
Namun hanya untuk sesaat, Uranus Plazers langsung melesat langsung menembus dimensi BX2, entah kemana tujuannya. Sontak Lorena Aiga dan Akaruku Nul mengejarnya. Tidak ingin kehilangan jejak Akaruku Nul pun mengeluarkan salah satu kemampuan khususnya.
Di tempat yang berbeda... .
Seorang gadis berumur sekitar 15 tahun berlari menyebrang jalan tanpa melihat sekitarnya, tidak disangka ada sebuah truk yang melaju kencang dan tepat menabraknya. Gadis tersebut terpental agak jauh dari tempat ia berdiri, sementara pengemudi truk yang menabraknya turun dari kendaraannya dan melarikan diri.
Di waktu yang bersamaan Uranus Plazers menghampiri gadis yang tertabrak tadi, darah berceceran disekitaran. Uranus Plazers memasuki tubuh gadis tadi guna menyelamatkan nya.
ShilerX yang menyaksikan kejadian tersebut hanya bisa di buat diam, pertanyaan nya adalah apakah Uranus Plazers hanya berniat menyelamatkan ataukah dia memilih pejuangnya sendiri.
Tanpa mendapatkan jawaban yang pasti.
ShilerX dan juga Lorean Aiga menghampiri gadis itu untuk memastikan dia masih hidup.
"Dia baik baik saja. Uranus Plazers benar benar menolong nyawanya, menyelamatkan nya dari kematian, "ucap Lorena Aiga lirik ke arah gadis yang tergeletak tak sadarkan diri.
Tidak lama kemudian... .
"Ini tempatnya..."
"Benar tidak salah lagi, "jawab Aiga
"Kalau begitu ban—"terhenti karena ucapan cepat dari Aiga. "Baiklah aku ada janji dengan Sizuna, jadi sampai jumpa lagi." Langsung menghilang mengunakan teknik perpindahan antar dimensi.
"Permisi... "ucap nya beberapa kali berusa memanggil penghuni rumah. "Ya... sebentar, "sahut seseorang dari dalam rumah itu.
Seorang membuka pintu, dia kaget melihat anaknya tak sadarkan diri di atas punggung seorang laki-laki.
"Dimana harus ku letakan, "tanya ShilerX
__ADS_1
"Di kamarnya saja, "jawab seorang dihadapan ShilerX yang diduga adalah ibu dari gadis tersebut.
Di ruang tamu... .
Diketahui nama gadis itu adalah Mina Evasa yang kini berusia 15 tahun. ShilerX yang kini telah berwujud sebagai manusia hanya mengangguk kecil menanggapi perkataan Ibu Mina.
"Apa yang terjadi dengan Mina, "tanya nya dengan tatapan tajam tanda curiga pada Akaruku Nul.
Tentunya Akaruku Nul tidak bisa mengatakan perkara yang sebenarnya. Dia memikirkan hal yang paling masuk akal untuk dikatakan.
"Aku menyelamatkan dari penculikan. Kebetulan aku melihat beberapa orang bertopeng membius Mina Evasa dan memasukkan nya ke dalam sebuah mobil hitam."
"Benarkah? Apa kau melihat wajah salah seorang penculik itu, kalau benar kita harus melaporkan nya ke pihak berwajib, "balas Ibunya Mina.
Terpaksa kebohongan itu harus dilanjutkan Akaruku Nul demi menjaga kerahasian dari Uranus Plazers. Ibunya Mina melanjutkan pertanyaan nya kepada Akruku Nul, kebohongan terus menjadi jadi.
"Kalau Aiga ada disini, dia pasti bisa menjawab semua pertanyaan ini dengan logika, "gumam Akruku Nul sembari fokus mendengarkan Ibunya Mina bicara.
Beberapa saat kemudian, Akaruku Nul berpamit pergi dengan alasan ada janji.
Tak sampai satu langkah keluar dari rumah itu, dia menoleh kearah belakang Ibunya Mina, seakan ada sesuatu.
"Ada apa? "tanya nya bingung.
Tanpa menjelaskan apapun langkah cepat diambil Akaruku Nul masuk kembali ke dalam rumah tersebut. Ibunya Mina hanya mengikuti dengan perasaan penuh kebingungan.
Akaruku Nul membuka paksa pintu kamar Mina Evasa meski tidak memiliki izin. Setelah pintu kamar itu terbuka, baik dirinya maupun Ibunya Mina tidak bisa berkata apa-apa karena melihat kondisi ranjang yang kosong.
Kemana perginya Mina?
Setelah keajaiban terjadi apakah ini suatu masalah baru?
__ADS_1