THE SHiLER

THE SHiLER
Kejeniusan Shiler Mercurius


__ADS_3

Shiler Mercuris adalah satu dari 6 pahlawan yang telah diramalkan. Sehari hari dia berwujud manusia dan beridentitas sebagai pelajar bernama lengkap Sizuna Kawalisa.


Seperti pelajar pada umumnya ia setiap paginya setelah sarapan selalu berangkat ke sekolah dengan ber jalan kaki, meski sering kali orang tuanya ingin mengantar selalu saja ditolak oleh Sizuna.


Disekolah nya Sizuna dikenal sebagai murid yang menguasai semua mata pelajaran, setiap ulang atau ujian nilai nya selalu sempurna.


Sizuna memang terlahir untuk menjadi seorang jenius. Sejak kecil dia menyukai buku dan hanya buku yang dapat membuat nya senang atau sedih.


Sangat di sayangkan kejeniusan itu membuat sifat bergaul pada diri Sizuna seakan menghilang dan menyisakan sifat dingin.


Sehingga sampai remaja ia tak memiliki teman satupun. Orang tua Sizuna mulai khawatir akan kondisi anak mereka yang sama sekali tidak suka bergaul.


Setiap kali orang tuanya meminta agar Sizuna bergaul dan mencari teman. Sizuna selalu berdalih bahwa dia telah memiliki teman yakni buku dan ilmu pengetahuan. Berulang kali kedua orang tuanya meminta Sizuna agar mencari teman nyata.


Pada akhirnya sama saja Sizuna tetap berdalih sudah memiliki teman. Dia juga menambahkan bahwa teman didunia nyata itu pasti sangat sulit dimengerti.


Tetapi suatu kejadian disore hari mengubah pendapat Sizuna. Disuatu sore Sizuna melihat seorang gadis yang seumuran nya. Ingin sekali tangan melambai dan menyapa, namun terlintas dibenak nya ia tidak akan dihiraukan, sehingga niat baik itu ia urungkan.


"Hallo kamu siapa?"Sapa sekaligus tanya seorang gadis pada Sizuna.


Hening tidak di jawab oleh Sizuna.


"Bisa kita berteman?"tanya gadis itu lagi.


"Ya. Ya tentu saja, "jawab Sizuna.


Sizuna memberanikan diri untuk memperkenalkan diri terlebih dahulu, tetapi dia didahului oleh teman baru nya, yakni "Hisami Izuzawa". Akhirnya dia mempunyai teman nyata. Sejak itu Sizuna mengubah sifat buruknya yang tidak suka bergaul berkat seorang Hisami Izuzawa.


Orang tuanya agak terheran melihat perlaku Sizuna yang tak biasa. Sepanjang makan malam keluarga, Sizuna tak berhenti menceritakan tentang Hisami Izuzawa.


Di sore hari akhir pekan...


Sizuna kembali memberanikan diri untuk melihat dunia secara langsung, sore ini dia berencana bertemu dengan Hisami disuatu taman. Dikala menuju tempat pertemuan, Sizuna tak sengaja melihat seorang laki laki berkacamata sedang mengumpulkan buku yang berjatuhan.


Biasanya dia tidak akan mempedulikan hal semacam itu, tetapi melihat posisi laki laki itu yang sedang diganggu beberapa laki laki teman sekelasnya, Sizuna berusaha memberanikan diri untuk membantu yang ditindas dan menentang si penindas.


Dengan menyebut dua nama temannya itu, Sizuna dengan tegas meminta agar mereka berdua menghentikan perbuatannya dan segera pergi dari sana. Mereka berdua yang tadinya tertawa karena menindas seseorang, kini menjadi takut setelah melihat wajah marah Sizuna.


Setelah kedua penindas itu pergi, Sizuna menuntaskan niatnya menolong laki laki berkacamata tersebut. Dia membantu laki laki berkacamata itu mengumpulkan bukunya yang berserakan, namun entah kenapa laki laki itu melepas kacamatanya dikala Sizuna berada di dekatnya.


Sizuna terkesima dan terdiam menatap wajah laki laki itu, sampai sampai ia tak sadar laki laki itu juga menatapnya. Sehingga mereka berdua saling menatap agak lama dilanjutkan dengan keadaan keduanya terdiam tak mengatakan apapun, sampai Sizuna tersadar kembali dan langsung berdiri diikuti laki laki itu.


Perasaan malu di dapatinya, Sizuna tak berani lagi menatap wajah laki laki itu dia hanya mengembalikan buku buku yang berserakan tadi. Namun ketertarikan muncul dikala Sizuna mengetahui judul buku yang ada ditangannya adalah novel favorit nya.


"Apa kau menyukai. Novel itu...?"tanya laki laki itu, namun tak dijawab Sizuna mungkin karena dia sudah sangat fokus dengan buku novel ditangannya itu.

__ADS_1


"Kau boleh memilikinya, "ucap laki laki itu.


"Benarkah. Aku boleh memiliki nya, " tanya Sizuna saking senangnya dia sampai tidak percaya. "Ya... sebenarnya aku memang berniat memberikannya Kepada... ."


"Terima kasih, "ucap cepat Sizuna ditambah pengungkapannya. "Aku sangat menghargai pemberian mu, dan aku sangat senang."


"Bagaimana kalau kita. Bertemu lagi besok ditempat ini, aku akan menunjukkan seri terbaru dari novel itu, "ajak laki laki itu meski belum mengenal dekat, Sizuna tetap saja mengangguk tanda setuju.


Dia jadi lupa tentang rencananya bertemu dengan sahabat nya yakni Hisami Izuzawa sore ini. Namun, Sizuna yakin Hisami akan mengerti jika dia menjelaskan segalanya. Sebelum Sizuna pergi laki laki itu mengatakan namanya adalah “Lorean Aiga.


Ke esoka harinya...


Sepertinya Lorean Aiga benar benar serius dengan kata katanya tentang bertemu lagi dengan Sizuna di tempat yang sama. Entah kenapa Sizuna malah datang terlambat, tentunya dia agak khawatir akan mengecewakan seorang teman. Sehingga Sizuna memikirkan alasan yang kuat untuk menjadi dasar dari keterlambatan nya itu.


Beberapa menit kemudian.... .


Sizuna merasa sangat bersalah atas keterlambatannya secara pertemuan sore ini terjadi karena dirinya yang menerima ajakan Aiga.


“Ma–maaf, aku terlambat, ”ucap lembut Sizuna di belakang Lorean Aiga.


Berbalik badan dan berkata.“Tidak masalah. Aku juga baru sampai.”


Percakapan mereka berlanjut ke suatu bangku di taman dekat sana. Mereka membicarakan tentang seri terbaru dari novel yang berjudul “Aku... Hanya Percaya Pada Satu Hal”.


Lorena Aiga terus menjawab pertanyaan dari Sizuna, baik keingintahuan nya dalam hal novel maupun tentang diri Lorena Aiga.


Kecurigaan itu dituturkan Sizuna dengan kata kata.“Seri ke empat ini belum ditulis oleh Author L.A. Dari mana kau mendapatkannya dan apakah ini benar ciptaan dari Author L.A.”


“Tentu saja, ” timpal Lorean Aiga.


“Apa buktinya? ”tanya Sizuna.


“Apa kau benar-benar menyukai novel itu?” tanya balik Lorean Aiga, dibalas kalimat tegas oleh Sizuna. “Tentu saja!”


Dia kembali bertanya. “Apa alasannya? ”


Disana Sizuna membuka buku yang ia bawa dan mulai menjelaskan tentang ketertarikannya terhadap novel yang berbau kesediaan dan kesepia. Dia juga menambahkan, di setiap kata di novel itu benar benar penuh akan kesedihan dan Sizuna mengaku bahwa dirinya mengerti perasaan sang author.


“Bagaimana mungkin, kau bisa memahami perasaannya, ”tanya Lorean Aiga lagi.


“Aku juga tidak tahu, "akui Sizuna. “Namun aku menyadari bahwa Author itu, menuangkan memori masa lalunya ke dalam tulisan.”


“Maksudmu yang dia tulis itu nyata.” Jelasnya dengan mata tajam menatap Sizuna.


“Ya... .”jawab Sizuna tertunduk kemudian membalas tatapan tajama laki laki itu. “Author itu adalah kau Lorena Aiga

__ADS_1


“Satu hal lagi, sebenarnya kau bisa saja melawan mereka yang menggangu mu kemarin sore. Kenapa kau hanya diam saat itu?”


Lorena Aiga hanya diam. "Kenapa kau hanya diam? Jawablah!” desak Sizuna dengan nada tinggi.


Entah kenapa walau telah didesak seperti itu Lorena Aiga tetap saja tutup mulut. Dia memperlihatkan wajahnya yang tiba tiba berubah menjadi sedih pada Sizuna, sesaat sebelum dia pergi dari sana.


Mengingat kembali wajah sedih berpadu kecewa yang diperlihatkan Lorena Aiga tadi, membuat Sizuna berfikir. “Apa aku terlalu egois. Ingin mengetahui semua hal tentang temanku.


Bahkan, kalau difikirkan lagi. Dia belum mengakui, aku temannya.”


“Hanya karena dia memiliki pemikiran yang sama. Bukan berarti aku bisa mengetahui, segala hal tentang dirinya.” Menjelaskan kepada diri sendiri agar bisa menjadi orang yang menghargai rahasia orang lain.


“Hhhhh... (menghela nafas), sudahlah aku harus melupakannya.” Berniat ingin beranjak pergi dari tempat itu. Namun, Sizuna teringat dengan pemberian Lorean Aiga berupa seri novel terbaru dari Author L.A.


“Apa aku harus?” Melihat ke arah buku novel pemberian Lorean Aiga. Tangannya mulai bergerak sendiri ingin mengambil buku itu, namun ditentang oleh pikiran Sizuna. “Tidak. Tidak.” menggelengkan kepala nya beberapa kali dengan tangan yang masih berusaha mengambil novel itu.


“Aku tidak pantas memilikinya, ”ucapnya.


Langkah berikutnya Sizuna mulai merasakan perubahan suhu disekitaran tempat itu yang mulai mendingin, sampai sampai membuat Sizuna menggigil. Beberapa saat kemudian suhu menjadi lebih dingin dan kini disertai angin kencang yang berhembus tepat melewati Sizuna.


Tak dirasa juga, sore hari berubah menjadi malam. Suasana gelap diterangi lampu lampu jalan disekitaran sana. Di salah satu tiang lampu jalan berdiri seorang yang tak asing bagi Sizuna yakni Lorena Aiga.


Ingin meminta maaf Sizuna pun bergegas menghampiri sosok yang ia kira Lorena Aiga. Namun ke janggalan terjadi, sosok seorang Lorean Aiga menjadi partikel cahaya yang terang mirip seperti kunang kunang.


Partikel cahaya itu berterbangan bersamaan kesatu arah yang belum diketahui, seakan mereka sedang menuntun Sizuna ke suatu tempat. Dengan mudahnya Sizuna mengikuti partikel cahaya itu.


Didepannya adalah jurang, namun Sizuna tak menghentikan langkahnya. Bukan berarti dia ingin bunuh diri, mungkin dia sudah tak sadarkan diri dan langkahnya dikendalikan. Sepertinya ada yang menginginkan kematian Sizuna, namun untuk apa?


Dari belakang tak jauh dari tempat Sizuna berdiri saat ini, ada seorang Lorean Aiga yang berlari kencang ingin menyelamatkan Sizuna. “Sizuna Kawalisa ... Sadarlah. ”Pintanya namun tidak dijawab oleh Sizuna.


Melihat Sizuna yang hanya tinggal beberapa langkah lagi menuju jurang, Lorena Aiga semakin panik berpadu khawatir. Namun beruntung berkat langkah yang amat cepat Sizuna berhasil dia selamatkan dari kematian.


Setelah Sizuna terselamatkan, kumpulan partikel cahaya yang mirip kunang kunang tadi berkumpul di satu tempat dan mulai menyatu menjadi salah seorang musuh kegelapan.


Dengan mudahnya musuh kegelapan itu memperkenalkan dirinya. “Perkenalkan namaku Reoyi.”Serahkan gadis itu atau kau akan ... .”


Lorena Aiga menganalisa kondisi dan memperhitungkan untuk memilih melarikan diri atau bertarung. Setelah melihat kondisi lemah seorang Sizuna yang tak sadarkan diri, Lorean Aiga sudah sangat yakin untuk lari sejauh-jauhnya.


Tak tanggung-tanggung dia langsung berpindah dimensi bersama Sizuna Kawalisa guna menyelamatkan mereka berdua dari musuh kegelapan yakni Reoyi.


Setelah merasa aman Lorean Aiga memindahkan Sizuna langsung ke kamar tidur gadis itu. Dengan hati hati dia meletakkan tubuh lemah Sizuna ke sebuah kasur.


Melihat dari waktunya seharusnya ke dua orang tua Sizuna belum pulang dari pekerjaannya, sehingga mereka tidak akan curiga melihat Sizuna yang tidur lebih awal.


Menatap kearah Sizuna yang sedang tidur, dan berkata pelan. “Aku yakin engkau terpilih. Sizuna Kawalisa.”

__ADS_1


Sebelum pergi dari sana Lorean Aiga meninggalkan sebuah surat yang ia letakkan dimeja belajar dikamar itu. Serta dia juga meletakkan Batu Permata Mercurius Plazers tepat digenggam tangan kanan Sizuna.


Dapat dipastikan jikalau Sizuna salah seorang yang terpilih, namun hal itu kembali kepada Sizuna sendiri. Satu dari dua takdir sulit harus dipilihnya.


__ADS_2