
Sebelum dirinya memiliki Batu Permata Venus Plazers, seorang Yusa Rinawa tidak memiliki keistimewaan, dia hanya gadis biasa berumur 17 tahun.
Hal yang membedakan nya dengan orang normal, hanya pada keluarga Yusa Rinawa yang memiliki harta berlimpah.
Rumah yang di bangun megah dengan segala fasilitas canggih dan lengkap, akan membuat siapapun betah berlama lama di kediaman Yusa Rinawa.
In the morning...
Seperti keluarga pada umumnya di pagi hari mereka sarapan bersama, itu akan menjadi bekal energi untuk kegiatan yang akan datang.
Di sekolah...
Sebuah mobil mewah berhenti di depan sebuah sekolah, di dalam nya keluar seorang gadis cantik yang tak lain adalah Yusa.
"Yusa... selamat pagi."
"Pagi Yusa... ."
"Yusa... Halo."
Beberapa temannya menyapa Yusa sambil tersenyum kepadanya.
Yusa Tersenyum."Ya... selamat pagi juga."
"Halo gadis cantik..."sapa seorang laki laki pada Yusa.
Tidak menanggapi dan menjauhi dilakukan oleh Yusa.
"Heh...(mencengkram tangan Yusa) kasar sekali."
Yusa sudah merasa terganggu, diapun menampilkan ekspresi kesal. Sehingga laki laki melepaskan cengkraman nya pada tangan Yusa.
Di lorong sekolah secara tidak sengaja Yusa bertabrakan dengan seseorang.
Bruuk...
[Keduanya terjatuh]
"Maaf..."ucap mereka berdua bersamaan.
Suara itu tidak asing bagi Yusa, batinnya sudah bisa menebak orang yang dia tabrak, adalah Reykyu sahabatnya sendiri.
"Yusa...(Reykyu berdiri) ahaha maafkan aku".
Mengulur kan tangan membantu Yusa berdiri.
__ADS_1
"Tidak aku yang bersalah.Karena terburu buru, "ungkap Yusa.
"Sudahlah... tidak perlu di perpanjang."
"Kelas sudah hampir di mulai.Sebaiknya kita bergegas."Saran Reykyu untuk mereka berdua.
Mengangguk dan berkata."Ya... kau benar."
Sesampainya diruang kelas, terlihat semua murid di kelas itu sudah duduk di tempat masing masing, ditambah seorang Guru yang menulis soal di papan tulis.
Alhasil Yusa dan Reykyu diberi hukuman berupa membersihkan halaman belakang sekolah setelah waktu sekolah berakhir.
Singkat cerita, waktu pulang sekolah tiba semua murid berlarian keluar dari area sekolahan. Terkecuali dua pelajar yang dikenakan hukuman, berupa membersihkan halaman belakang sekolah.
Ke dua pelajar tersebut menerima hukuman nya, dedaunan serta sampah yang berserakan mereka kumpulkan di satu tempat.
"Ini akan membutuhkan waktu lama."Keluh Reykyu bertujuan membuka percakapan antara dirinya dan Yusa.
"Tidak... " Yusa membantah dan tersenyum.
Hari semakin siang terik matahari mungkin sangat terasa jika tidak ada pohon rindang yang menaungi mereka.
"Yusa..."ucap lembut Reykyu.
Reykyu terdiam sejenak, seakan dia sedang memikirkan hal yang sangat sulit untuk dikatakan. Namun faktanya Reykyu hanya mengucapkan selamat atas ulang tahun Yusa yang ke 17.
Tawa kecil Yusa menandai suatu pertanyaan ejekan tentang ingatan Reykyu, karena ulang tahun Yusa 3 hari lagi. Wajah agak kesal di pasang Reykyu ketika menatap gadis cantik itu. Karena sikap Reykyu yang seperti anak kecil, Yusa malah tertawa lebih keras dari sebelumnya.
Reykyu berkata, "Aku sangat takut tidak bisa mengucapkan di hari yang seharusnya."
Hal yang tadinya dikira jenaka dibantah oleh pernyataan barusan. Yusa jadi menebak nebak namun tidak diutarakan nya.
"Hah... apa maksudmu? "tanya Yusa ingin mengetahui hal yang sebenarnya.
"Aku aku tidak mengerti.Jangan bilang kau akan..."
Kata kata yang tidak dimengerti membuat Yusa berspekulasi sendiri, tanpa adanya konfirmasi dari Reykyu sendiri.
Reykyu pun berniat untuk mengungkap beberapa hal pada sahabat nya, sehingga dia meminta Yusa agar mendengarkan dengan baik.
Dimulai dari keraguan tapi telah diniatkan maka dikatakan saja hal yang ia ingin ungkapkan.
"Sebenarnya... aku memiliki suatu kemampuan istimewa. Berupa dapat melihat gambaran masa yang akan datang, melalui mimpi yang kuingat setelah bangun tidur."
Bingung dan bertanya, "Lalu apa yang membuat mu takut?"
__ADS_1
Lantas Reykyu menjelaskan."Aku sudah cukup lama bermimpi tentang tiga hal, yang berhubungan dengan ulang tahun mu."
"Jadi apa tiga hal itu? "tanya Yusa.
"Terus terang mimpi yang kulihat dan kuingat hanya sebuah gambaran masa yang akan datang. Namun gambaran dengan kemungkinan akan terjadi sangat tinggi.
"Hal yang pertama adalah aku tidak bisa mengucapkan Selamat ulang tahun untuk mu di hari yang tepat."
"Hal yang kedua air mata kesedihan di hari ulang tahun mu. walau aku tidak tahu jenis kesedihan itu."
"Hal yang ke tiga, dua jalan yang harus kau pilih. Aku bermimpi kau diminta memilih jalan mu sendiri demi takdir dan penentu masa depan mu."
"Beban dan hal yang sangat sulit harus kau lalui... (tertunduk sejenak) sen-diri."
Yusa termenung mendengar gambaran hari ulang tahun nya. Hari istimewa yang harus nya penuh akan hikmat dan suka cita, malah digambarkan sebaliknya oleh mimpi Reykyu.
"Aku paling takut akan hal yang pertama, "ungkap Yusa melirik Reykyu.
"Jangan pernah khawatir. Karena masa depan itu tidak pasti. masa depan ditentukan oleh masa kini. "Dengan diakhiri senyuman Reykyu meyakinkan Yusa.
Tidak terasa halaman belakang sekolah telah bersih dari segala sampah dan dedaunan. Dua murid itupun berjalan pulang ke kediaman masing masing, mengingat waktu yang telah menunjukkan pukul 13.00.
Di perjalanan pulangnya, Reykyu terhenti sejenak tanpa menoleh dia mengetahui ada seseorang yang berdiri dibelakang nya.
"Sudah sangat lama..."ucap Reykyu menyapa seakan kenal pada seseorang dibelakang nya.
"Ingatlah agar tidak melanggar perjanjian memasuki dimensi manusia. Karena kau tidak memiliki keistimewaan 2 jiwa seperti ku, "ucap orang dibelakang Reykyu.
Tanpa mengungkap identitas lawan bicara nya Reykyu mengatakan.
"Tentu... terimakasih telah mengingatkan."
Lawan bicara Reykyu tersebut seketika menghilang, setelah mendengar jawaban dari Reykyu.
Hati Reykyu berbicara."Sepertinya pelanggaran perjanjian adalah penyebab ku tidak bisa mengucapkan selamat ulang tahun pada Yusa.
"Maaf Yusa. Aku... tidak bisa lebih lama."Menatap langit dan dedaunan yang berterbangan.
Siapakah Reykyu yang sebenarnya?
Jelasnya dan pastinya dia bukanlah manusia.
Pelanggaran yang di maksud mungkin akan mengakibatkan takdir berbeda bagi Reykyu.
Masa depan tidak pasti, masa depan tidak bisa diprediksi, karena masa depan dapat diubah melalui hal yang diperbuat di masa kini.
__ADS_1