
"Alex, Antoni, Tara!" Bentak Mr. Lugnan
"YES, Sir!" Jawaban serentak dari kami bertiga.
"Kenapa kalian telat?", ketika Tara akan membuka mulutnya untuk menjawab, Mr Lugnan segera berteriak, "Lari putari lapangan ini sebanyak 50 kali, SEKARANG!!". Sontak kami bertiga segera berlari dan menjauhi Mr. Lugnan. Tim baseball ini selalu mengadakan latihan rutin setiap hari libur seperti sekarang, ini adalah pertama kalinya aku ikut berlatih sebagai anggota tim. Latihan tim baseball selalu dilakukan di stadion baseball kota Tamarin, yaitu Stadion Tamarxal V. Stadion ini sudah ada sejak tahun 1945 dan terus mengalami pemugaran hingga menjadi stadion baseball yang bertaraf international.
__ADS_1
"Iiii--nni hal terkonyol dalam hidupku haa-huhh," ucap Toni dengan nafas yang tersenggal-senggal setelah menyelesaikan hukuman dari Mr. Lugnan dan sekarang sedang duduk di pinggir stadion, melihat para anggota senior tim sedang bermain di lapangan.
"Jika bukan karena kau, aku tidak akan mendapatkan hukuman ini," tambahnya. Aku tidak menjawabnya, hanya menyodorkan sebotol air minum.
"Kau mau?," kataku sambil bersikap manja membujuk Toni untuk menerimanya. Ia pun tanpa ampun merebut botol air minum sambil tersenyum melihat tingkah konyolku.
__ADS_1
"Kau mau juga?" Tanyaku pada Tara, sambil menyodorkan sebotol air minum yang sudah disiapkan oleh ibuku. Tara adalah seorang anggota baru tim baseball sama sepertiku, aku tidak terlalu mengenalnya karena memang dia berbeda kelas denganku dan Antoni. Aku hanya mengenal Tara sekilas saja karena kami sering berpapasan di sekolah. "Wah, kau membawa berapa botol?" Tanya Tara. "Entahlah, maybe 5 botol. Ibuku selalu cemas aku akan dehidrasi jika hanya minum sedikit air," mendengar jawabanku, Toni tertawa dan berkata, "Benarkah bukan kau yang minta?" Timpal Toni dengan nanda mengejek dilanjutkan dengan tertawa kembali.
Aku yang melihatnya sontak mengepalkan tanganku seperti mau memukul Toni, "ish, kau ini ya!". Melihat tingkahku dan Toni, Tara tersenyum tipis, kemudian meminum air yang telah ku berikan.
Pelatihan kali ini terasa sangat melelahkan, meskipun aku tidak turun langsung untuk bermain, tetap saja seluruh tubuhku terasa pegal akibat berlari mengelilingi lapangan. Sebenarnya aku sudah menyangka ini akan terjadi, mengingat Mr. Lugnan tidak menyukai orang yang telat ketika melakukan latihan. Waktu terus berlalu, para anggota tim senior mulai meninggalkan lapangan begitu juga dengan kami bertiga. Sebenarnya sejak dulu aku tidak terlalu menyukai olahraga baseball. Namun, setelah diajari oleh Toni ketika aku berada di sekolah dasar, aku menjadi menyukainya.
__ADS_1
Kami bertiga berjalan di sepanjang trotoar dari stadion hingga menuju alun-alun kota Tamarxal. Posisi stadion baseball yang berada di tengah kota membuat kami memutuskan untuk mampir terlebih dahulu disebuah cafe. Cafe ini merupakan cafe andalan aku dan Toni ketika jalan-jalan di tengah kota. Disana dijual berbagai macam jenis makanan dan minuman yang dapat dapat dipesan.