The Sky Love Story (REVISI)

The Sky Love Story (REVISI)
Jatuh Hati


__ADS_3

Tanpa sengaja ada seorang anak kecil yang sedang berlarian dan tidak sengaja menabrak Sky, Gerald yang melihat Sky akan terjatuh dia langsung berlari dan menahan tubuh Sky agar tak terjatuh


"T...terima...kasih tuan!" Ujar Sky


"(Deg) Suara itu, dia seperti Sky ku!" Monolog hati Gerald


"Hallo Tuan!" Seru Sky


"Kamu adalah Sky kan nona?" Tanya Gerald


"K...ka..mu? Salah orang!" Seru Sky


"No, kamu Sky ku!" Aku nggak mungkin salah! Suara kamu, suara Sky! Jangan bohong lho!" Ujar Gerald


"Haish, ga penting! Aku pergi dulu, makasih! Sampai jumpa!" Ujar Sky


Sky pun langsung pergi meninggalkan Gerald karena dia belum siap memberi tahu identitasnya kepada Gerald, jadi dia putuskan untuk langsung berlari menjauhi Gerald. Gerald pun baru menyadari kalau Sky adalah Rafflesia pemilik Perusahaan The Dandelions, Gerald pun semakin penasaran dengan sosok Sky. Setelah pertemuan itu, Gerald selalu terngiang-ngiang wajah manis Sky


PoV Thunder


"Arggghhhh kenapa sih aku jadi begini astaga! Bisa gila aku lama-lama!" Monolog Thunder


Thunder yang sedang bingung langsung men chat Sky di aplikasi biru berlogo T


Black Sky Dandelion


Anda


Sky, sedang apa? Sudah sampai rumah belum? Jangan lupa makan siang. 10.00


Black Sky Dandelion


Sudah sampai, makan siang nanti hehe. 10.00


Anda


Jangan lupa ya. 10.01


Black Sky Dandelion


Siap kamu juga ya Thunder. 10.01


Anda


Iya siap, semangat ya. 10.02


Black Sky Dandelion


Iya kamu juga ya. 10.02


Anda


Siap! 10.03


Chatpun berakhir, Thunder segera bersiap-siap kembali ke kantornya lagi. Sementara itu di mansion Pratama, Sky bersiap-siap untuk kembali lagi ke Perusahaan The Dandelions untuk mengerjakan berkas-berkas. Thunder dan Sky mengerjakan tugas kantor dengan serius, namun tiba-tiba Sky teringat dengan Gerald. Seketika dia tidak fokus karena teringat dengan Gerald, Sky memutuskan untuk mengambil kertas dan pena dan menulis puisi


Berikut Puisi yang di tulis Sky


Aku tak mengerti


Apakah yang sedang ku rasa


Jantungku pair tak menentu


Dikala akaranya melintas dalam pikirku


Rasa apakah ini


Mengapa membuatku bahagia


Namun menbuatku gelisah dan merana


Menyisakan sesak didalam hati


Aku tidak mengerti


Apa yang terjadi dalam hati


Semua ini membuatku resah

__ADS_1


Pikiranpun menjadi tak terarah


Aku lelah


Menafsirkan segala rasa


Yang membuat diriku lemah


Menyamarkan rasa bahagia


^^^Black Sky Dandelion^^^



Kebahagiaan Sirna



Perlahan


Aku mulai menyadari


Kalau kebahagiaanku


Mulai menghilang dan sirna


Kebahagiaan


Yang dahulu ku dapat


Kini harus hilang


Di telan oleh kegelapan


Perlahan


Hidupku tak berarti


Hidupku dibawah bayang-bayang


Dan tekanan dari semuanya


Harus hilang dan sirna


Aku benci dengan keadaan


Keadaan yang seperti ini



Kepada Tuan



Tuan


Apa kau tahu


Jika saat ini


Hatiku sudah terisi namamu


Tuan


Apa kau tahu


Jika hanya kamu


Yang mampu mengisi relung hatiku


Tuan


Biarkan aku merangkai aksara


Tentang kau, aku dan semesta


Dan ku pastikan tak ada yang lain


Setelah membuat berbagai macam puisi, dia kembali fokus mengerjakan tugas kantor dan diselangi dengan memikirkan perasaan yang dia rasakan kepada Thunder

__ADS_1


"Apakah aku telah mencintai dia, tapi bagaimana bisa aku mencintai dia?" Monolog Sky


Sementara itu Thunderpun larut dalam pikirannya sendiri, sampai pada akhirnya jam pulang kantor. Sky dan Thunderpun pulang ke mansion masing-masing,


setibanya di mansion masing-masing mereka langsung mandi, kemudian mereka langsung membuka aplikasi biru berlogo T.


PoV Thunder


Pukul 17.00 aku telah selesai dengan urusan kantor, aku langsung pergi mandi. Setelah itu, aku langsung memutuskan untuk men chat Sky


Black Sky Dandelion


Anda


Hai Sky lagi apa? 17.55


Black Sky Dandelion


Hai Thunder lagi apa? 17.55


Anda


Aku lagi duduk aja baru selesai mandi. 17.56


Black Sky Dandelion


Emmm gitu ya, oke-oke, aku lagi mau bikin makan malam nih! 17.56


Anda


Ok lanjut dulu aja. 17.57


Pov Sky


Percakapan pun berakhir, Sky langsung menuju ke dapur untuk menyiapkan makan malam keluarganya. Setelah selesai menyiapkan makan malam, setelah tiba waktunya makan malam, semua keluarga langsung berkumpul di meja makan. Dady nya sky pun mengajak Sky berbincang


"Nak, bagaimana kondisi luka kamu? Sudah di obati belum?" Tanya Dady Sky


"Sudah kog dad!" Ujar Sky


"Syukurlah, apa perlu dady balaskan semua luka kamu yang di akibatkan oleh Hrymen Golden


Deg


"Dad, kog dady bisa tahu?" tanya Sky


"Apa yang dady ga tahu mengenai putri dady? semua dady tahu, termasuk hubunganmu dengan Ketua Klan Black Dragons (milik Thunder)!" Ujar Dady Sky


"Aih dady!" Ujar Sky


"Nak, cepat kenalkan identitas aslimu pada dia! Dady tahu dia siapa☺️!" Ujar Dady Sky


"Memang dia siapa Dad?" Tanya Sky


"Siapa ya, belum saatnya kamu tahu! Kamu cari tahu sendiri ya!" Ujar Dady Sky


"Aiiiihh Dadyyyyy, nyebelin ah! Momy lihat dady ihh marahin myyyy." Rajuk Sky


"Sudah-sudah, Dad kalau dady masih godain anak kita! Malam jangan ada jatah!" Tegas mom Sky


"Ck momy mah gitu sama dady!" rajuk Dady Sky


"Lagian anaknya pakai di godain!" Ujar Mom Sky


"Ampun mom tidak lagi!" Ujar Dady Sky


"Ya sudah, ayok lanjutkan makan malam kita jangan becanda terus!" Ujar Mom Sky


Mereka pun makan dengan khidmat hanya ada denting sendok dan garpu yang beradu. Setelah selesai makan malam, Sky langsung menelepon anak buahnya untuk mencari tahu soal Thunder karena dia sangat penasaran sekali dengan identitas Thunder. Setelah meminta anak buahnya mencari tahu, Sky langsung mengerjakan tugas kuliah dan berkas kantor yang terbengkalai dan berkas-berkas penting lainnya. Tepat pukul 00.00 Sky pun memutuskan untuk menuju alam mimpi, tak terasa Indurasmi berganti lembayung fajar. Ayam jantan pun berkokok seiring dengan Bagaskara yang semakin menampakkan diri, di dua mansion yang berbeda telah terlihat aktivitas para manusia seperti biasa yang satu di penuhi kehangatan, sedangkan yang satunya lagi di penuhi oleh perdebatan dan amarah


PoV mansion Raharja


"Dady dengar kau sedang dekat dengan seorang wanita, dady harap kamu jauhi wanita itu. Dady ga mau karena kamu mengurus wanita dan perasaanmu, kamu mengabaikan pekerjaanmu, ingat kantor tidak boleh hancur! Mau di taruh di mana muka dady kalau perusahaan kita hancur!" Ujar Dady Raharja


"Anda tidak perlu khawatir dad, saya akan profesional! Tapi saya tekankan kepada anda! Tolong jangan anda sakiti wanita saya, kalau itu sampai terjadi! Saya tidak segan-segan melawan anda dan klan mafia anda!" Ujar Thunder memperingati Dady nya


"Kamu mulai berani sama dady!" Hardik Dady Raharja


"Saya hanya memperingatkan, ya sudah saya pamit ke kantor!" Pamit Thunder

__ADS_1


Tanpa mendengarkan jawaban Dadynya Thunder langsung memacu kendaraan menuju perusahaannya dengan kecepatan yang sangat tinggi. Dia tidak habis pikir kenapa Dadynya hanya memikirkan perusahaan saja tanpa memikirkan perasaannya.


__ADS_2