
Tanpa sengaja ada seorang anak kecil yang sedang berlarian dan tidak sengaja menabrak Sky, Gerald yang melihat Sky akan terjatuh dia langsung berlari dan menahan tubuh Sky agar tak terjatuh
"T...terima...kasih tuan!" Ujar Sky
"(Deg) Suara itu, dia seperti Sky ku!" Monolog hati Gerald
"Hallo Tuan!" Seru Sky
"Kamu adalah Sky kan nona?" Tanya Gerald
"K...ka..mu? Salah orang!" Seru Sky
"No, kamu Sky ku!" Aku nggak mungkin salah! Suara kamu, suara Sky! Jangan bohong lho!" Ujar Gerald
"Haish, ga penting! Aku pergi dulu, makasih! Sampai jumpa!" Ujar Sky
Sky pun langsung pergi meninggalkan Gerald karena dia belum siap memberi tahu identitasnya kepada Gerald, jadi dia putuskan untuk langsung berlari menjauhi Gerald. Gerald pun baru menyadari kalau Sky adalah Rafflesia pemilik Perusahaan The Dandelions, Gerald pun semakin penasaran dengan sosok Sky. Setelah pertemuan itu, Gerald selalu terngiang-ngiang wajah manis Sky
PoV Thunder
"Arggghhhh kenapa sih aku jadi begini astaga! Bisa gila aku lama-lama!" Monolog Thunder
Thunder yang sedang bingung langsung men chat Sky di aplikasi biru berlogo T
Black Sky Dandelion
Anda
Sky, sedang apa? Sudah sampai rumah belum? Jangan lupa makan siang. 10.00
Black Sky Dandelion
Sudah sampai, makan siang nanti hehe. 10.00
Anda
Jangan lupa ya. 10.01
Black Sky Dandelion
Siap kamu juga ya Thunder. 10.01
Anda
Iya siap, semangat ya. 10.02
Black Sky Dandelion
Iya kamu juga ya. 10.02
Anda
Siap! 10.03
Chatpun berakhir, Thunder segera bersiap-siap kembali ke kantornya lagi. Sementara itu di mansion Pratama, Sky bersiap-siap untuk kembali lagi ke Perusahaan The Dandelions untuk mengerjakan berkas-berkas. Thunder dan Sky mengerjakan tugas kantor dengan serius, namun tiba-tiba Sky teringat dengan Gerald. Seketika dia tidak fokus karena teringat dengan Gerald, Sky memutuskan untuk mengambil kertas dan pena dan menulis puisi
Berikut Puisi yang di tulis Sky
Aku tak mengerti
Apakah yang sedang ku rasa
Jantungku pair tak menentu
Dikala akaranya melintas dalam pikirku
Rasa apakah ini
Mengapa membuatku bahagia
Namun menbuatku gelisah dan merana
Menyisakan sesak didalam hati
Aku tidak mengerti
Apa yang terjadi dalam hati
Semua ini membuatku resah
__ADS_1
Pikiranpun menjadi tak terarah
Aku lelah
Menafsirkan segala rasa
Yang membuat diriku lemah
Menyamarkan rasa bahagia
^^^Black Sky Dandelion^^^
Kebahagiaan Sirna
Perlahan
Aku mulai menyadari
Kalau kebahagiaanku
Mulai menghilang dan sirna
Kebahagiaan
Yang dahulu ku dapat
Kini harus hilang
Di telan oleh kegelapan
Perlahan
Hidupku tak berarti
Hidupku dibawah bayang-bayang
Dan tekanan dari semuanya
Harus hilang dan sirna
Aku benci dengan keadaan
Keadaan yang seperti ini
Kepada Tuan
Tuan
Apa kau tahu
Jika saat ini
Hatiku sudah terisi namamu
Tuan
Apa kau tahu
Jika hanya kamu
Yang mampu mengisi relung hatiku
Tuan
Biarkan aku merangkai aksara
Tentang kau, aku dan semesta
Dan ku pastikan tak ada yang lain
Setelah membuat berbagai macam puisi, dia kembali fokus mengerjakan tugas kantor dan diselangi dengan memikirkan perasaan yang dia rasakan kepada Thunder
__ADS_1
"Apakah aku telah mencintai dia, tapi bagaimana bisa aku mencintai dia?" Monolog Sky
Sementara itu Thunderpun larut dalam pikirannya sendiri, sampai pada akhirnya jam pulang kantor. Sky dan Thunderpun pulang ke mansion masing-masing,
setibanya di mansion masing-masing mereka langsung mandi, kemudian mereka langsung membuka aplikasi biru berlogo T.
PoV Thunder
Pukul 17.00 aku telah selesai dengan urusan kantor, aku langsung pergi mandi. Setelah itu, aku langsung memutuskan untuk men chat Sky
Black Sky Dandelion
Anda
Hai Sky lagi apa? 17.55
Black Sky Dandelion
Hai Thunder lagi apa? 17.55
Anda
Aku lagi duduk aja baru selesai mandi. 17.56
Black Sky Dandelion
Emmm gitu ya, oke-oke, aku lagi mau bikin makan malam nih! 17.56
Anda
Ok lanjut dulu aja. 17.57
Pov Sky
Percakapan pun berakhir, Sky langsung menuju ke dapur untuk menyiapkan makan malam keluarganya. Setelah selesai menyiapkan makan malam, setelah tiba waktunya makan malam, semua keluarga langsung berkumpul di meja makan. Dady nya sky pun mengajak Sky berbincang
"Nak, bagaimana kondisi luka kamu? Sudah di obati belum?" Tanya Dady Sky
"Sudah kog dad!" Ujar Sky
"Syukurlah, apa perlu dady balaskan semua luka kamu yang di akibatkan oleh Hrymen Golden
Deg
"Dad, kog dady bisa tahu?" tanya Sky
"Apa yang dady ga tahu mengenai putri dady? semua dady tahu, termasuk hubunganmu dengan Ketua Klan Black Dragons (milik Thunder)!" Ujar Dady Sky
"Aih dady!" Ujar Sky
"Nak, cepat kenalkan identitas aslimu pada dia! Dady tahu dia siapa☺️!" Ujar Dady Sky
"Memang dia siapa Dad?" Tanya Sky
"Siapa ya, belum saatnya kamu tahu! Kamu cari tahu sendiri ya!" Ujar Dady Sky
"Aiiiihh Dadyyyyy, nyebelin ah! Momy lihat dady ihh marahin myyyy." Rajuk Sky
"Sudah-sudah, Dad kalau dady masih godain anak kita! Malam jangan ada jatah!" Tegas mom Sky
"Ck momy mah gitu sama dady!" rajuk Dady Sky
"Lagian anaknya pakai di godain!" Ujar Mom Sky
"Ampun mom tidak lagi!" Ujar Dady Sky
"Ya sudah, ayok lanjutkan makan malam kita jangan becanda terus!" Ujar Mom Sky
Mereka pun makan dengan khidmat hanya ada denting sendok dan garpu yang beradu. Setelah selesai makan malam, Sky langsung menelepon anak buahnya untuk mencari tahu soal Thunder karena dia sangat penasaran sekali dengan identitas Thunder. Setelah meminta anak buahnya mencari tahu, Sky langsung mengerjakan tugas kuliah dan berkas kantor yang terbengkalai dan berkas-berkas penting lainnya. Tepat pukul 00.00 Sky pun memutuskan untuk menuju alam mimpi, tak terasa Indurasmi berganti lembayung fajar. Ayam jantan pun berkokok seiring dengan Bagaskara yang semakin menampakkan diri, di dua mansion yang berbeda telah terlihat aktivitas para manusia seperti biasa yang satu di penuhi kehangatan, sedangkan yang satunya lagi di penuhi oleh perdebatan dan amarah
PoV mansion Raharja
"Dady dengar kau sedang dekat dengan seorang wanita, dady harap kamu jauhi wanita itu. Dady ga mau karena kamu mengurus wanita dan perasaanmu, kamu mengabaikan pekerjaanmu, ingat kantor tidak boleh hancur! Mau di taruh di mana muka dady kalau perusahaan kita hancur!" Ujar Dady Raharja
"Anda tidak perlu khawatir dad, saya akan profesional! Tapi saya tekankan kepada anda! Tolong jangan anda sakiti wanita saya, kalau itu sampai terjadi! Saya tidak segan-segan melawan anda dan klan mafia anda!" Ujar Thunder memperingati Dady nya
"Kamu mulai berani sama dady!" Hardik Dady Raharja
"Saya hanya memperingatkan, ya sudah saya pamit ke kantor!" Pamit Thunder
__ADS_1
Tanpa mendengarkan jawaban Dadynya Thunder langsung memacu kendaraan menuju perusahaannya dengan kecepatan yang sangat tinggi. Dia tidak habis pikir kenapa Dadynya hanya memikirkan perusahaan saja tanpa memikirkan perasaannya.