
Sky pun keluar dari ruangan, saat dia keluar sudah di suguhkan pemandangan sorot mata tajam nan sinis dari Dady Raharja, beliau tidak menyukai Sky yang dekat-dekat dengan anaknya karena dianggap akan membawa pengaruh buruk bagi kinerja Thunder
"Kau tidak perlu kesini lagi, pergi dari sini!" Ucap Dady Raharja
"Oh, anda pikir saya akan menuruti perintah anda! Tentu tidak wahai pak tua!" Ujar Sky sinis
"Kurang ajar! Pergi dari sini!" Hardik Dady Raharja
"Anda akan menyesal karena mengusir saya, dengar kan baik-baik, Saya Rafflesia Queenara Atmajaya Pratama pemilik Perusahaan The Dandelions dan anak dari Rama Atmajaya Pratama mencabut seluruh modal dan membatalkan kerja sama dengan perusahaan Raharja Grup! Perihal penalti yang harus di bayar silahkan kirim ke email perusahaan, saya akan bayar berapa pun!"Ucap Sky dengan lantang sambil membuka topeng yang dia kenakan
"Apa jadi anda anak dari sahabatku Rama? Kenapa tidak bilang dari tadi!!!!! Maaf kan saya, saya tidak tahu maaf atas kelancangan mulut saya. Maaf kan saya!" Ujar Dady Raharja
"Oh jadi anda sahabat dady saya, karena anda sahabat dady saya baiklah! Saya tidak akan memperkarakan semuanya, ck tak saya sangka dady punya teman sombong sekali!" Ujar Sky
"Maafkan saya nak, oh iya gimana kabar dadymu? Sudah lama tidak berkabar!" Tanya Dady Raharja
"Wait, saya mau menelepon dady dahulu!" Ujar Sky
Sky pun langsung menelepon dady nya dan menyerahkan telepon itu kepada Dady Raharja. Dady Raharja dan Dady Rama pun berbincang bincang sedangkan Sky, dia mengambil kertas, pena dan hp dia satu nya lagi. Sky mulai memutar sebuah musik yang enak di dengar sambil mulai menggoreskan bait puisi
Lagu yang Sky dengar
Berdiri
Ku memutar waktu
Teringat
Kamu yang dulu
Ada di sampingku setiap hari
Jadi sandaran ternyaman
Saat ku lemah saat ku lelah
Ho wo wo
Tersadar
Ku tinggal sendiri
Merenungi
Semua yang tak mungkin
Bisa ku putarkan kembali s'perti dulu
Ku bahagia tapi semuanya hilang tanpa sebab
Kauhentikan semuanya
Ho oh oh
Terluka dan menangis tapi ku terima
Semua keputusan yang telah kau buat
__ADS_1
Satu yang harus kau tahu
Ku menanti kau tuk kembali
Jujur ku tak ingin engkau pergi
Tinggalkan semua usai di sini
Tak tertahan air mata ini
Mengingat semua yang t'lah terjadi
Ku tahu kau pun sama s'perti aku
Tak ingin cinta usai di sini
Harus berpisah ho oh ho
Terluka dan menangis tapi ku terima
Semua keputusan yang telah kau buat
Satu yang harus kau tahu
Ku menanti kau tuk kembali
Ho ho wo oh
Tinggalkan semua usai di sini
Ku tahu kau pun sama s'perti aku
Tak ingin cinta usai di sini
Harus berpisah ho oh
Berharap suatu saat nanti
Kau dan aku kan bertemu lagi
S'perti yang kau ucapkan
S'belum kau tinggalkan aku
Puisi yang Sky buat
GEMERLAP ANGKUH
Dalam gelapnya malam
Ilusi dan imajinasi membuatku tenggelam
Tenggelam dalam bayang kelam masa lalu
Yang merenggut lekukan bulan sabit ku
Masih ku ingat kala itu
__ADS_1
Sesosok akara hitam
Menarikku kedalam kelam
Menyaksikan gemerlap dengan angkuh menatap kejam
Perlahan namun pasti
Sesosok mahluk tak dikenal
Menghunus bela ti tepat di uluh hati
Kembali menghadirkan rasa sesal
Aku kembali tenggelam
Dalam angkuhnya gemerlap malam
Lirih rintih bersenandung di ruang rungu
Atma dan daksa perlahan mulai terpisah dan menyebar
Dan ...
Seongok daksa tanpa atma
Terkulai lemas tak berdaya
Kemudian diam, beku, senyap membiru
Sedangkan
Gemerlap malam yang angkuh
Hanya terdiam dan membisu, tak peduli hentak suara menggemuruh
Netra kian sayu, pandangan berkabut
Dia hanya menatap tanpa keluh
Kemudian
Secercah cahaya datang bersama anila
Mereka memancarkan sebuah cahaya
Perlahan mengembalikan daksa itu dari moksa
Namun
Hari itu melahirkan
Mimpi buruk dan lamun
Kembali menyatu dan merenggut senyuman manis itu
Menjadi seringai kelam dan sinis
__ADS_1