
PoV Kantor Raharja Grup
Gerald telah tiba di lobby kantor, semua karyawan menunduk hormat kepadanya
"Selamat pagi pak Gerald!" Ujar seluruh karyawan& karyawati
"Ya, selamat pagi juga!" Ujar Gerald
Setelah berbasa basi, Gerald langsung menuju ruangannya. Kemudian, dia memanggil sekretarisnya untuk membacakan jadwal dia hari ini. Tak lama sekretaris itupun datang
Tok tok tok (suara pintu di ketuk)
"Permisi pak boleh saya masuk?" Tanya Gavriel
"Masuk saja Vriel!" Ujar Gerald
Gavriel pun masuk ke dalam ruangan Gerald, dia langsung membacakan jadwal Sang Presdir sekaligus sahabat kecil dia
" Pak pukul 09.00 anda akan ada meeting dengan perusahaan R&Q...
Setelah selesai membacakan jadwal Sang Presdir dia berniat untuk keluar namun Gerald langsung menahan dia
"Vriel suruh siapa kamu keluar! Duduk lagi, aku mau berbicara penting!" tekan Gerald
"Baik pak ingin bicara soal apa?" Tanya Gavriel
"Kamu ga usah formal aku geli dengernya seperti sama siapa saja!" Ujar Gerald
"Tapi di kantor kamu bos aku Vriel ga enak kalau ga formal, kamu ingin bahas soal apa?" Tanya Gavriel
"Soal klan bawah tanah kita, aku dengar disana ada mata-mata, coba kamu selidiki!" Titah Gerald
"Baik Ge, aku kembali ke mejaku ya!" Pamit Gavriel
"Ya sudah silahkan Vriel!" Ujar Gerald
Gavriel pun kembali ketempatnya, sedangkan Gerald kembali berkutik dengan berkasnya, sambil sesekali bermain aplikasi chatting berwarna biru berlambang T, dia masuk kedalam sebuah grup dan ada satu nama yang membuat dia tertarik
"Hem, Black Sky Dandelion. Berani sekali dia meniru nama ku Black Sky tapi bedanya dia pakai Dandelion bukan Thunder! Coba ku selidiki ah!" Batin Gerald
__ADS_1
Kemudian Gerald pun mengajak dia untuk chatting
"Hai... boleh kenalan?" Isi pesan Gerald
"Maaf... Siapa ya?" Isi pesan Sky
"Kenalin... Aku Thunder Black Sky asal Regrata." Isi pesan Gerald
"Aku Black Sky Dandelion asal Regrata juga....emm nama kita hampir sama hehe!" Isi pesan Sky
"Yeah nama kita hampir sama... Kapan-kapan mari kita bertemu! Siapa tahu kita bisa berkawan!" Isi pesan Gerald
"Baiklah, emm btw maaf ya aku off dahulu... Dosenku dah datang nih, salam kenal ya Thunder." Isi pesan Sky
"Emm oke Sky... Aku juga mau off ada meeting nih. Semangat kuliahnya." Isi pesan Gerald
"Semangat meetingnya." Isi pesan Sky
Percakapan pun berakhir mereka menjalankan aktivitas masing-masing
Nah sekarang kita tinggalkan kegiatan mereka berdua, mari kita melihat kegiatan The Angels, wanita yang rela melakukan apa saja demi mendapatkan Thunder
Di sebuah hotel ternama, tepatnya kamar 666
"Oh yess***!"
Erangan demi erangan terdengar sangat merdu, dua orang berbeda jenis kelamin sedang melakukan sebuah kegiatan suami istri, di sela d3s4hannya Angels mencoba berbicara dengan lawan mainnya
"Uh, baby kapan kita akan melancarkan aksi kita? aku tak sabar mendapatkan Gerald! uh!" ujar Angels sambil mend3s4h
"Sabar baby mari nikmati kegiatan kita, setelah itu baru kita pikirkan bagaimana mendapatkan dia, !" Ujar lelaki itu
"Uhh baby! Tapi kau betulan ingin membantu ku kan, awas saja kalau kau bohongi aku!" Ujar Angels
"Yeah baby, everything for you!" Ujar lelaki itu***
Mari kita tinggalkan kegiatan l*kn*t itu, sekarang kita beralih pada kedua pemeran utama
Waktu menunjukkan pukul 17.00, semua aktivitas perkantoran sudah mulai sepi. Para karyawan berlalu lalang untuk kembali ke rumahnya masing-masing, namun itu semua tidak berlaku untuk Gerald, dia masih tetap stay di ruangannya dengan setumpuk berkas yang membosankan. Sesekali Gerald menguap, karena dia merasa jenuh... Dia pun memutuskan untuk membuka aplikasi biru berlambang T, tanpa dia sadari jemarinya mulai mengetik pesan kepada seseorang
__ADS_1
"Selamat sore Sky....sedang apa?" Isi pesan Thunder
"Selamat sore...Aku sedang berdiam di balkon kamar menunggu senja... kalau kamu lagi apa?" Isi pesan Sky
"Biasa berkutik dengan berkas menyebalkan... Huh pusing sekali aku!" Isi pesan Gerald
Semangat kerjanya ya... Jangan lupa makan!" Isi pesan Sky
Tanpa Gerald sadari, mulai tumbuh getaran aneh yang dia sendiri tak tahu itu apa ketika membaca pesan Sky, getaran itu belum pernah dia rasakan sebelumnya. Sadar ataupun tidak bibir nya membentuk lekukan bulan sabit yang jarang sekali dia tunjukkan. Dia berkutat dengan pikirannya sendiri, dalam diam dia mulai melamun, sampai sebuah suara membuatny terkejut
"Shh baby, aku rinduuu shhh!" Ujar Angels sambil mendesah
"Siapa yang mengizinkan kamu masuk ke ruangan saya!" hardik Gerald
"Ahh baby, jangan galak-galak jadi makin uhh deh!" Ujar Angels dengan s3nsual
"Ck menj1jikkan keluar kamu dari ruangan saya!" Hardik Gerald
"Calm down baby, jangan marah-marah kau tambah s3k5ih!" Ujar Angels
"KELUAR SEKARANG!" Hardik Gerald
Angels pun dengan terpaksa meninggalkan ruangan Gerald dikarenakan dia takut kepada Gerald. Setelah kepergian Angels, Gerald nampak menggerutu.
"S1alan karena perempuan j4l4ng itu aku jadi mengabaikan pesan Sky!" Hardik Gerald
Kemudian, Gerald langsung membereskan berkas-berkas penting dan bersiap untuk pulang... Tetapi sebelumnya dia menyempatkan diri untuk membalas pesan Sky
"Maaf baru balas...Aku bentar lagi mau pulang nih sekalian makan malam...Kamu jangan lupa makan ya!" Isi pesan Gerald
5 menit Gerald menunggu pesan balasan dari Sky namun yang ditunggu tidak kunjung membalas, jadi dia putuskan untuk kembali ke mansion. +/- 30 menit perjalanan dia tiba di mansion, dia langsung bergegas masuk ke dalam kamarnya untuk mandi. 15 menit kemudian dia telah selesai mandi, dikarenakan sudah menjelang makan malam, dia langsung turun ke ruang makan. Ternyata disana sudah ada opa dan kedua orang tuanya, sambil menunggu makan malam mereka berbincang-bincang
"Bagaimana urusan kantor Son?" Tanya Dady Gerald
"Semua okay dad!" Ujar Gerald
"Puji Tuhan, kalau okay Son!" Ujar Dady Gerald
Mereka terus berbincang-bincang hingga pelayan selesai menghindangkan makanan, mereka makan dengan khidmat hanya ada dentingan garpu dan sendok yang saling beradu. 20menit kemudian mereka telah selesai makan. Gerald izin pamit menuju kamarnya, setibanya di kamar dia langsung mengecek hp nya apakah pesan dia di balas oleh Sky atau tidak . Ternyata hasilnya sungguh mengecewakan, pesannya tidak terbalas, Gerald menjadi sangat gusar dan dia pun heran perihal perasaannya
__ADS_1
Sedangkan disisi lain orang yang Gerald tunggu balasannya sedang berada di ruang latihan menembak, Sky yang sedang emosi melampiaskannya dengan latihan menembak dia melakukan hal itu agar emosinya turun dan tidak lagi memb*nuh orang.
Untuk kalian yang penasaran hal apa yang membuat Sky emosi silahkan kepoin bab selanjutnyaselanjutnya, terus ikuti kisah The Sky ya