The Wandering Of Huang Chen

The Wandering Of Huang Chen
Chapter 18 - Kekalahan dua patung dengan Tarian Kembang Asura


__ADS_3

Soul Realms!


Setelah proses yang panjang, akhirnya Huang Chen menembus ke ranah jiwa. Qi langit dan bumi yang diserap perlahan mulai menyusut dan baik Merit Heavenly Nemesis dan 350 Akupunktur Surgawi juga telah berhenti bekerja.


Namun meski begitu dengan upaya pemadatan Qi, Huang Chen masih bisa menembus sampai Soul Realms kedua tahap awal.


Jika praktisi lain yang menyerap esensi Qi sebanyak ini. Mereka mungkin sudah bisa menembus sampai Martial Warrior dengan sekali jalan. Namun untuk Huang Chen, itu hanya bisa sampai Soul Realms sebab adanya Hukum Jasa Merit Heavenly Nemesis yang memadatkan Qi dengan pondasi paling kokoh.


Maka sebab itu, jika dibandingkan dengan kultivasi yang setingkat, Huang Chen bisa langsung menghempaskan nya tanpa repot berkeringat. Itu menentang pertempuran karena kepadatan esensi Qi jauh lebih tinggi dan murni dari pada budidaya yang setingkat.


Tiba-tiba Huang Chen merasakan sebuah perubahan dalam otaknya, dia bisa merasakan sebuah kemunculan indera baru yang membuat otaknya berfluktuasi dengan aneh.


Tanpa sadar kepala Huang Chen bisa lebih jernih dan tenang, itu mengejutkan dan membuatnya bertanya-tanya? Apa tiba-tiba ini? Karena sebelumnya pikirannya tidak stabil sebab mengingat masa lalunya. Tapi sekarang dia bisa jauh lebih tenang dengan perasaan lega seperti air yang mengalir.


Huang Chen bisa merasakan bahwa Enam Deva Indrawi, telah sepenuh mendapat satu bagian lagi? Yaitu — Kepala Psikis — Kemampuannya hampir menyerupai Iron Hearts namun itu lebih ke IQ Huang Chen yang lebih tinggi dan mampu menganalisis, merencanakan dan memikirkan setiap hal jauh lebih efisien dari sebelumnya.


Mata Tuhan, Kepala Psikis, Telinga Langit, Hidung Surga, Lidah Neraka, Kulit Hawa dan Hati Besi. Kini Enam Deva Indrawi telah berubah menjadi Tujuh Deva Indrawi!


Karena menerobos ke Soul Realms, seluruh level ketujuhnya juga meningkat dengan signifikan. God Eyes, Heaven's Nose, Ear of Sky, Iron Hearts, dan Derma Eve telah meningkat diantara level 23 sampai 24, itu demikian karena Huang Chen lebih sering menggunakannya. Sedangkan untuk Abyss Tongue, hanya sampai 17 karena Huang Chen jarang menggunakannya. Untuk Kepala Psikis yang baru didapat, tentu itu baru sampai pada level awal!


Setelah luka-lukanya semua sembuh, Huang Chen menstabilkan dirinya sambil menghirup udara. Perasaan mengalir di hatinya sangat menyenangkan! Huang Chen bisa merasakan bahwa indra spiritualnya lebih jelas setelah menerobos ke Soul Realms! Dia merasa kekuatan mental serta fisiknya telah meningkat dengan lipatan besar. Apalagi dengan kekuatan mentalnya yang semakin kuat berkat pencerahan yang baru saja terjadi, Huang Chen sudah tidak merasa terbebani lagi karena memikirkan dirinya sendiri.


Itu seperti terbebas dari kesengsaraan yang membelenggu hati Huang Chen!


Berkat itu, ketangguhan Hati Dao Huang Chen lebih matang bahkan dari kehidupan masa lalunya.


Huang Chen mencengkram tangannya dan dia merasa tubuhnya lebih kuat. Auranya lebih sengit penuh dominasi, dan lautan Qi yang tersimpan dalam tubuhnya jauh lebih banyak dari sebelumnya.


Akhirnya setelah mencapai terobosan lebih tinggi, Huang Chen bisa mengeluarkan teknik-teknik yang hanya bisa diakses saat mencapai Soul Realms. Dia gembira karena setelah mencapai level ini, banyak manuver teknik yang merupakan asal kemampuan yang menghancurkan surga! Entah teknik jenis lembut atau keras.


Meskipun teknik itu masih tidak akan sebanding dengan kekuatan penuhnya karena minimnya kultivasi Huang Chen… setidaknya itu masih teknik tingkat tinggi yang bisa menghancurkan berbagai bintang.


Di benua ini, teknik pertempuran juga dibagi beberapa tingkatan. Dari yang terlemah ke tertinggi: Kuning, Mendalam, Mortal, Bumi, Langit, Suci…


Meski diatasnya masih ada tingkatan lain yang lebih tinggi, di benua ini hanya terbatas itu karena pengetahuan yang kurang.


Setiap praktisi yang mempelajari teknik juga memiliki tingkat kesempurnaan yang dibagi sesuai dengan seberapa mampu mereka mengerahkan teknik itu! Dari yang terlemah ke tertinggi : Awal, Sedang, Unggul, Intermediate, Sempurna.


Semakin dekat dengan kesempurnaan, semakin kuat teknik yang dikerahkan dalam kondisi penuh.


Sebenarnya tidak ada teknik tak berguna di dunia ini! Semuanya bagus dan memiliki ciri khas masing-masing. Itu semua tergantung pada setiap orang yang memakainya.


Bayangkan teknik peringkat kuning yang terlemah jika dilepaskan oleh seorang dewa? Bukankah serangan itu tetap akan menjadi bencana dahsyat bagi orang-orang yang lemah. Belum tentu, teknik yang terdaftar dalam peringkat kuning akan tidak bisa bersaing dengan teknik di atasnya.


Itu semua tergantung seberapa dalam potensi teknik itu bisa dikembangkan. Misalnya saja, jika sebuah teknik hanya bisa diperuntukkan oleh praktisi Alam Jiwa? Teknik itu sudah tidak bisa lagi berkembang lagi karena kedalaman potensinya hanya sebatas itu. Kembali lagi itu semua tergantung mistisme mekanisme kerja teknik sendiri.


Karena Huang Chen telah mencapai Soul Realms, dia memenuhi syarat minimal untuk menggunakan beberapa teknik hebat dalam ingatannya! Itu tentu demikian karena penggunaan teknik itu harus memiliki jiwa spiritual yang tinggi. Oleh sebab itu Huang Chen tidak bisa mengakses saat berada di Inner Realms dan hanya bisa pada Soul Realms karena jiwa spiritual-nya yang cukup.


Saat itu, matanya mengubah pandangan ke arah dua patung yang dikejauhan.


Dia menyeringai dan tersenyum cerah, “Ayo! Saatnya mengakhiri ini! ”


Sebelumnya, Huang Chen saat bertarung tidak mengerahkan kemampuan terbaiknya, bahkan dia tidak membuka mode transenden meski dalam kondisi terdesak.


Itu karena Huang Chen memiliki pikiran lain. Dia bertarung dengan gaya keras pukulan demi pukulan untuk mengasah tubuhnya agar menderita. Semakin bahaya situasi hidup dan mati dengan tubuh yang diambang batas, semakin tubuh Huang Chen bisa lebih mengalami pertempuran dan terasah.


Tidak mengecewakan Huang Chen, tubuhnya telah berkembang dengan banyaknya pertempuran yang dijalani. Semua untuk meningkatkan level tubuh karena Huang Chen berharap tubuhnya bisa berkembang sampai tubuh ilahi.

__ADS_1


Meskipun konstitusi tubuh bawaan Huang Chen bergantung karena adanya Golden Embrio yang melahirkan seperti tubuh bawaan, tapi setidaknya itu tidak jauh terbelakang dengan tubuh bawaan yang asli bahkan mungkin sedikit lebih tinggi.


Bergerak dengan teknik Kunpeng, Huang Chen melaju dengan cepat ke arah dua patung emas.


Kedua patung telah menunggu sejak lama dan dengan sigap mengayunkan gadanya menyambut kedatangan Huang Chen.


Huang Chen tidak takut dengan pukulan itu, malah dia dengan senang hati beradu pukulan dengan itu.


Dengan momentum yang baik, Huang Chen melepaskan teknik pukulan yang mengakibatkan auranya melonjak seperti ledakan gunung berapi. Ada seperti aura darah yang berpusat pada pukulan yang sangat haus darah membuat setiap orang yang merasakannya ketakutan. Pukulan itu mengandung aura yang sengit yang siap meremukkan siapa saja yang berada dijalurnya.


“Asura Art : Bloody Sky Blow! ”[1]


Itu adalah salah satu teknik peringkat langit yang bisa diakses Huang Chen saat ini. Seni Asura adalah seni yang memposisikan dirinya pada gerakan penghancuran masal. Tidak ada teknik yang lemah pada Asura Art, semua tekniknya bisa membawa kehancuran dampak besar pada rasi bintang jika kultivasi-nya memadai.


Meski pukulan itu merupakan cabang terkecil dari Seni Asura, tapi bila dibandingkan dengan teknik serangan peringkat langit lainnya, itu masih memiliki keunggulan yang besar.


Saat pukulan itu dilancarkan, kedua patung bisa merasakan bahwa itu sangat berbahaya. Namun karena momen terlalu singkat, mereka tidak bisa menghindarinya.


Gemuruh…


Seluruh area dihancurkan saat kedua pukulan bertemu. Huang Chen tidak menderita luka sama sekali dan masih dalam kondisi prima, sedangkan kedua patung itu terhempas jauh hingga membuat parit yang cukup dalam dan panjang.


Huang Chen tidak puas dan mulai memposisikan dirinya memacu tubuhnya kembali. Berbeda dengan sebelumnya, kini Huang Chen memiliki aura crimson darah yang mengelilinginya membuatnya tampak seperti raja iblis.


Hukum Heavenly Nemesis juga melonjak dalam tubuhnya membuat kemampuan tempurnya lebih meningkat, ditambah dengan Kunpeng dan metode Seni Asura, Huang Chen saat ini bisa bergerak lebih cepat dari sebelumnya.


Dalam kedipan mata, Huang Chen telah menyusul kedua patung yang masih terbang karena terhempas pukulan sebelumnya.


Dia tidak meninggalkan celah sama sekali dan juga mengaktifkan mode transenden yang membuat auranya semakin melonjak. Dia mengerahkan setiap kemampuan tempur penuhnya yang mungkin bisa bertarung bahu membahu dengan ahli Spirit Realms.


Matanya sengit dan meraung dengan keras! Dalam jarak dekat, Huang Chen memulai rentetan pukulan yang mengandung kedalaman menghancurkan dunia. Setiap pukulannya adalah "Bloody Sky Blow", itu selalu menghancurkan setiap area dimana pun itu pergi.


Bang… Bang… Bang…


Gemuruh… Gemuruh…


“Divine! Divine! ”


Tubuh patung yang keras saat ini telah rusak dengan penyok dimana-mana. Bahkan ada yang sudah yang hancur dengan mengerikan! Akan tetapi karena patung itu bukan mahkluk hidup, ia tidak menderita rasa sakit sama sekali dan terus bertarung tanpa memperdulikan kehidupannya.


Huang Chen akan seringkali menerima pukulan, tapi itu tidak berpengaruh sama sekali. Namun dia juga kadang menghindar sesekali.


Saat orang menonton gaya pertarungan Huang Chen mereka akan terpukau. Itu karena tubuh Huang Chen sangat lentur seperti seorang penari. Ia kadang melakukan backflip sambil mengayun tendangan yang sangat tidak mungkin bisa dilakukan. Ia selalu meloncat sambil berputar-putar yang membuat orang berpikir itu bukan perkelahian tapi sebuah tarian.


Tentu jika ada orang lain mereka akan berpikiran begitu, karena memang gaya bertarung ini memang tercipta dari sebuah tarian.


Tarian Kembang Asura! [2]


Itu tercipta dari salah satu pewaris klan dari Ras Dewa Asura yang kecewa dengan Klan-nya sendiri. Dia kemudian mulai membantai dengan kejam seluruh orang dalam Klan-nya tanpa sisa sama sekali. Namun tidak berhenti disitu saja, dia memamerkan setiap kepala orang-orang Klan-nya yang ditancapkan pada setiap besi tajam yang menjadi tiang tinggi. Setelah melakukan itu, dia seperti membuat ritual aneh yang dimana dia mulai menari selama berabad-abad.


Ras lain yang melihat itu bergidik ketakutan. Namun dalam beberapa peristiwa, ada beberapa ras yang tergiur dengan tanah yang dipijaki klan yang terbantai itu.


Akan tetapi saat mereka dengan kepercayaan diri yang tinggi mampu menaklukkan tanah yang dijaga pewaris itu. Mereka justru menemui akhir yang buruk. Mereka terbantai karena melawan pewaris itu yang bertarung dalam kondisi tidak sadar dengan menari.


Bahkan, orang-orang yang terbunuh memiliki jumlah menakutkan yang bahkan membuat banyak Dewa merasa ngeri. Salah satu faktor yang lebih mengerikan adalah, pewaris itu akan berhenti dan pergi ke daerah orang yang menyerang tempatnya dan melakukan pembantaian sampai tempat itu musnah.


Orang-orang dari berbagai ras akhirnya sadar bahwa pewaris itu tidak bisa terprovokasi, atau jika tidak dia akan melakukan pembantaian tanpa henti.

__ADS_1


Itulah awal mula terkenalnya "The Dancing Asura Flower", yang kemansyuran-nya menakuti banyak Dewa.


Huang Chen menemukan formula tarian itu di reruntuhan kuno tempat tarian itu tercipta. Dari sanalah saat kehidupan pertama Huang Chen menjadi era bersinarnya kembali tarian itu.


Setelah beradu pukulan tak terhitung, kedua patung telah menggunakan banyak metode seninya sendiri yang menghancurkan. Namun terlepas dari itu, mereka masih tidak memiliki keunggulan dari Huang Chen yang gesit dalam Tarian Kembang Asura.


Ditambah Bloody Sky Blow yang selalu di kerahkan pada setiap pukulan Huang Chen, membuat kedua patung itu tidak berdaya. Bahkan dengan kombinasi serangan mereka berdua, itu seperti permainan anak-anak bila dihadapkan Tarian Kembang Asura.


Jangankan hanya dua, Tarian Kembang Asura mampu mendominasi lawan meski jumlahnya jutaan. Itu sangat sombong dan mendominasi! Seperti pria sejati yang bangga bertarung dengan kekuatannya sendiri, dihadapkan seribu orang yang datang ia tetap akan berani dan menerobos sampai titik darah penghabisan. [3]


Setelah banyak ratusan pukulan mengenainya. Akhirnya kedua patung itu hancur menjadi berkeping-keping dengan tumbukan dahsyat Huang Chen. Potongan-potongan itu tersebar kemana-mana dan menyatu pada harta karun emas dibawahnya.


Huang Chen melihat itu dan lega. Dia mengakui bahwa patung itu sangat merepotkan, tubuhnya yang sangat keras seperti logam adalah tantangan tersendiri yang membuat tangan Huang Chen juga kesakitan.


Huang Chen menyadari bahwa patung ini masih tetap akan mampu mengalahkan ahli yang telah mencapai Martial Warrior dengan kekuatan penuhnya. Sayangnya mereka bertemu Huang Chen yang memiliki banyak metode.


Setelah menarik nafas, tatapan Huang Chen menyapu pada benda yang terjatuh saat kedua patung itu hancur. Itu seperti sebuah potongan logam emas.


Setelah Huang Chen memeriksa, potongan itu bila disatukan akan menjadi sebuah kunci.


“Ah? Aku ingat! Ada lubang pada gerbang itu! Mungkin berarti kunci ini untuk membukanya? ”Huang Chen merasa bahwa itu benar. Jika ia ingin memasuki gerbang itu sudah dipastikan memerlukan kunci agar bisa masuk.


Tanpa menunggu lama ia kembali ke kaki gunung di depan gerbang emas raksasa. Memang benar bahwa ditengah gerbang ada lubang yang cocok dengan kunci ditangannya. Huang Chen lalu memasukkan kunci itu, dengan bunyi click! Gerbang itu berdecit saat perlahan terbuka.


Saat memasukinya, terkejutnya Huang Chen melihat apa yang ada dalam bidang pandangannya…


Dia melihat ribuan patung yang persis dilawan Huang Chen sebelumnya berbaris rapi seperti sebuah batalion. Bahkan ada yang lebih tinggi dari sebelumnya dengan ukuran sepuluh sampai sebelah kaki tingginya, dan tengah duduk di singgasana.


Patung itu menggunakan jubah taois emas yang mewah, mengenakan mahkota emas yang indah. Siapapun yang melihatnya akan seperti itu bukan dari dunia fana.


Saat itu mata patung terbuka dan menatap Huang Chen dengan lesu. Dia menyeringai dengan menyeramkan[4] dan tiba-tiba seribu patung emas di bawahnya tampak hidup dan mulai bergegas menyerang ke arah Huang Chen.


Huang Chen sendiri hanya sedikit terpesona sebelum tertawa terbahak-bahak.


Dia mulai mengerahkan setiap kemampuannya yang juga bergegas ke arah ribuan patung.


“Ayo menari! ”[5]


Gulir untuk melanjutkan!


(A/N)


[1] Blood Sky Blow, itu adalah teknik peringkat langit. Meski namanya ada kata "Sky" itu bukan berarti banyak teknik yang juga ada kata "Sky" adalah peringkat langit. Misal teknik "Api penyucian", itu bukan berarti teknik itu adalah peringkat suci.


[2] The Dancing Asura Flower, Aku sangat terinspirasi dari "Tarian Bunga Uchiha" yang merupakan gaya pertarungan Uchiha Madara. Itu sangat sombong dan penuh gaya saat dia menghadapi ribuan Shinobi hanya dengan pertarungan tangan kosong.


[3] Salah satu scene yang membuat bulu kuduk merinding saat Genji melawan seribu orang Housen.


[4] Mungkin kalian bisa membayangkan, monster patung yang memberikan sistem pada Sung Jin-Woo dalam novel/komik Solo Leveling!


[5] Kata-kata dominasi Uchiha Madara saat melawan 10.000 Shinobi.


Terima kasih telah mampu bertahan sampai disini! Jasmine sangat senang para mapren menyisihkan waktu luangnya membaca "TWOHC" yang masih newbie ini.


Mohon saran, kritik atau ide yang bisa membangun Jasmine lebih berkembang! Maaf jika ada kata kurang efektif atau kurang jelas yang ada! Jasmine menyadari bahwa itu adalah salah satu kekurangannya!


Lebih baiknya jika para mapren ringan tangan dengan hanya memencet tanda jempol dan berkomentar! Itu membuat Jasmine merasa dihargai dan rajin akan update selanjutnya!

__ADS_1


__ADS_2