The Wandering Of Huang Chen

The Wandering Of Huang Chen
Chapter 31 - Huang Qing Vs Tong Quan


__ADS_3

Setelah peluit wasit jatuh.


Segera orang-orang dalam duel berlari untuk saling beradu pukulan, mereka mengerahkan banyak seni ketrampilan menjatuhkan satu sama lain.


Namun berbeda untuk Huang Qing, dia berdiri diam ditempat dan menunggu kesempatan. Seseorang dalam duel melihat Huang Qing diam dan melihat itu adalah sebuah kesempatan.


Dengan tubuh cukup kekar bertelanjang dada, pria itu meloncat ke arah Huang Qing dan menyeringai.


"Menjadi kebanggaan bagiku untuk bertukar pukulan dengan Seven Jade Beauties. Aku harap anda tidak menyalahkan ku karena menindas seorang gadis..." Pria itu cukup besar dalam bicara, dan sedikit memandang lemah Huang Qing.


Itu demikian karena Huang Qing adalah yang paling tidak menonjol dalam Seven Jade Beauties. Ditambah lagi pria itu melihat bahwa kultivasi-nya lebih tinggi daripada Huang Qing; itu menjadi hal yang membuatnya yakin akan kemenangannya.


Huang Qing tidak menjawab perkataan pria itu dan mengeluarkan sebilah pedang dari cincin spasial. Pedang itu diberikan oleh Huang Chen sebagai senjata pendamping pertarungan, itu adalah senjata Soul Realms peringkat Silver-Bright.


Itu adalah senjata hasil rampasan yang di ambil dari tempat Mao Miao.


Sebenarnya Huang Chen ingin memberi Huang Qing senjata yang lebih tinggi, namun dia berpikir kembali ... Karena Huang Chen tidak ingin Huang Qing terlalu bergantung pada kemampuan senjatanya dan lebih mengutamakan kemampuan murni. Dia ingin Huang Qing menyempurnakan kemampuan gaya pedangnya serta naluri bertempur agar tekniknya lebih sempurna.


Jadi karena alasan itu Huang Chen lebih memilih memberikan senjata peringkat yang cukup rendah. Namun, itu masihlah senjata yang bagus untuk tingkat kultivasi-nya.


Menatap acuh pada pria di depannya, Huang Qing masih tidak bergerak dan menunggu dengan tenang sambil membawa pedang di tangan, seolah dia adalah master pedang yang memandang rendah musuhnya.


Pria itu menaikkan alisnya karena merasa terhina oleh sikap acuh Huang Qing. Dia kemudian meraung marah dengan senjata Copper Gloves yang melingkari kedua lengannya.


Tubuhnya bergetar sebelum menendang tanah meluncur ke arah Huang Qing.


"Crushing Fist!!"


Pukulan itu membawa aura kuat ranah Mid Soul Realms. Huang Qing bisa merasakan bahwa dia tidak akan bisa menahan pukulan pria itu.


Dengan posisi sudah siap, dia mengelak hantaman yang melaju.


Boom...


Tempat Huang Qing sebelumnya retak sebab ledakan yang diakibatkan pukulan itu.


"Aku belum selesai!" Pria itu berlari kembali dengan tubuhnya yang membengkak dengan Copper Gloves-nya berkilau.


Boom...


Huang Qing terus menghindari serangan itu dan meliuk-liuk di sekitar pria itu.


Seseorang yang melihat itu berseru, "Pria itu benar-benar gila! Orang itu seperti pria barbar?!"


"Huft, untung saja aku tidak satu pertandingan dengannya! Atau aku akan diremukkan oleh tinjunya."


"Seseorang seperti dia. Pasti dia cukup terkenal! Apakah ada yang tahu siapa pria itu?"


Seseorang yang mengenal berteriak. "Itu! Itu adalah 'Northern Copper Fist' Tong Quan?!"[1]


"Tong Quan? Siapa itu?"


Orang lain yang mengenal baik berbicara, "Kalian dari Bluefire Kingdom pasti tidak terlalu mengenalnya, namun di Bluesky Kingdom di daerah utara, dia sangat terkenal. Meski dia hanya kultivator independen, namun dia tidak bisa di anggap remeh. Tong Quan bahkan pernah mengalahkan seorang murid inti dari salah satu sekte di Bluesky Kingdom yang terkenal. Rekornya bukan hanya sekali, tapi sudah ada banyak kultivator muda yang berbakat di hancurkan olehnya..."


"Yang membuatnya ditakuti oleh banyak lawan adalah tenaga powernya yang besar! Bisa dibilang, dia adalah tipe kultivator yang bertarung dengan gaya kasar, setiap kali bertarung, dia hanya akan menggunakan tinjunya untuk melawan dan menghancurkan musuh. Yang lebih menjengkelkan darinya, stamina miliknya benar-benar konyol, itu seperti tak terbatas..."

__ADS_1


Seseorang yang merupakan penggemar Huang Qing gelisah, "Ah, tidak?! Putri Secret Jade[2] kita dalam masalah!"


Orang-orang yang menjadi penggemar Huang Qing mulai menyuarakan suara, "Tidak tahu malu! Bagaimana seorang pria melawan seorang wanita? Ini tidak adil, pria itu harus didiskualifikasi?!"


Orang yang berasal dari Bluesky Kingdom mengerutkan keningnya, "Apakah orang-orang Bluefire idiot? Di dunia kultivator, bagaimana orang-orang ini masih hidup dengan kenaifan-nya?"


Seseorang dari Cloudleaf Kingdom mendengus, "Mungkin mereka telah kehilangan scrub di otak mereka?! Mereka hanya memikirkan wanita di dalam otak busuknya."


Orang-orang Bluefire Kingdom mendengar itu dan berteriak marah. "Apa kau bilang?!"


Mengabaikan pertengkaran para penonton, di atas panggung nomor 25, Huang Qing dan Tong Quan masih melekat satu sama lain.


Tong Quan benar-benar jengkel karena setiap pukulannya tidak pernah mengenai Huang Qing sama sekali, itu seperti belut yang licin susah di tangkap.


Huang Qing yang menjaga ketenangannya sambil terus menghindari serangan tidak pernah sama sekali menyerang ke arah Tong Quan. Meski mendapat banyak kesempatan menyerang pada celah Tong Quan, Huang Qing sama sekali tidak pernah mengambil tindakan.


Di setiap kali mereka bertarung, Tong Quan akan seringkali menabrak peserta lainnya yang tengah bertarung dan membuangnya dengan beberapa pukulan.


Tong Quan merasa hatinya naik pitam karena target yang diincarnya adalah Huang Qing, namun cecunguk lain justru menghalangi jalan dan terus-terusan mengganggu. Jadi dia harus seringkali menendang pemukulan peserta lain.


Sebenarnya itu bukan tanpa sengaja. Huang Qing mendapat pembelajaran dari Huang Chen untuk seringkali tidak terlalu mengambil tindakan dan lebih memaksimalkan strategi agar tidak terlalu membuang tenaga.


Dalam pertarungan nyata, penyimpanan Qi akan sangat memengaruhi hasil perang. Jika seseorang kehabisan tenaga Qi dan stamina terlebih dahulu, maka itu akan sama saja kesempatan hidup akan berkurang. Karena dalam pertarungan panjang, entah kekuatan mental atau fisik tubuh kelelahan, jika mereka masih memiliki cukup tenaga, maka peluang hidup lebih tinggi.


Dalam pertarungan ini, Huang Qing menggiring Tong Quan ke peserta lain agar mereka saling bertabrakan. Dia menggunakan peserta lain untuk menghabiskan tenaga Tong Quan dan sedikit melukai tubuhnya. Terbukti, tubuh Tong Quan telah kelelahan dan staminanya banyak terkuras.


Namun Huang Qing dikejutkan oleh sesuatu. Dia terlalu meremehkan tubuh fisik Tong Quan, dia sebenarnya bahkan mampu menahan dan menghempaskan tujuh peserta lainnya meski mati-matian. Perlu diingat, bahwa tujuh peserta ini semuanya adalah sekitar tingkat Mid Soul Realms.


Itu bukan perkara yang mudah sebab Tong Quan juga hanya pada Mid Soul Realms.


Tujuh peserta lainnya telah gugur dan dikeluarkan. Kini hanya tinggal tersisa Huang Qing dan Tong Quan di arena 25.


"Bangsat!!"


Tidak bisa dipungkiri bahwa tubuhnya tidak bisa bertahan lama, pakaiannya sudah sedikit rusak dengan bekas lama yang bisa dilihat.


Huang Qing yang melihat itu masih tenang. Dia sebenarnya cukup beruntung karena pikiran Tong Quan sederhana, jika dia cukup cerdik, dia tidak akan melawan banyak peserta lain secara bersamaan atau itu akan menghabiskan tenaganya. Namun entah itu sebuah kebanggaan Tong Quan sendiri atau dia hanya seorang otak otot yang hanya tahu cara memukul. Pada dasarnya, itu keberuntungan.


Huang Chen yang melihat itu tersenyum, "Pria itu keren."


Fèng Shuang juga berseru. "Meski gaya bertarungnya sederhana. Tapi jika dengan tingkatan yang sama dengan adu pukulan, pria itu akan memiliki keunggulan. Itu karena bakat murni tubuhnya sendiri..."


Huang Chen mengangguk dan menatap kembali di pertarungan.


Dia lebih tahu dari siapapun. Orang-orang yang memiliki sifat seperti Tong Quan akan memiliki peluang tinggi memahami Dao Surga. Itu karena cara berpikir mereka yang sederhana dan murni, mereka tidak terlalu berambisi dan hanya memikirkan apa yang semestinya.


Melihat Tong Quan Huang Chen seperti mengingat seseorang.


Kembali ke pertempuran, Huang Qing menatap Tong Quan sambil berbicara. "Kamu telah kalah, tenagamu tidak bisa bertarung lagi..."


Tong Quan yang nafasnya tipis mendengus, "Aku belum kalah, kamu bahkan belum mengeluarkan satu teknik pun menyerangku! Bagaimana aku bisa kalah dengan menyedihkan seperti ini..."


Huang Qing tahu kebanggaannya sebagai kultivator dan dia tidak meremehkannya. Dia mengangkat pedangnya dan menatap tajam ke arah Tong Quan, "Baiklah kalau kamu meminta, aku akan menyerang dengan teknik terkuat yang aku punya."


Tong Quan menatap serius dan menyiapkan kuda-kuda dengan tubuhnya yang sudah kelelahan.

__ADS_1


Huang Qing sedikit berjalan mendekat perlahan dan seiring waktu aura tubuhnya tiba-tiba berubah dengan aura biru mengelilingi pedang dan tubuhnya.


Jarak antara mereka adalah 10 Lì, dan Huang Qing telah memposisikan pedang dengan kuda-kuda semestinya.


Dengan ayunan penuh dominasi, Huang Qing melancarkan teknik yang mengejutkan.


"Bluefire Amethyst Wave!"


Sebuah gelombang pedang api biru horizontal menyerang ke arah Tong Quan penuh aura megah.


Teknik itu sebenarnya bukan teknik yang di ajarkan oleh Huang Chen, melainkan teknik umum yang dimiliki oleh Bluefire Kingdom. Bluefire Amethyst Art[3] memiliki sembilan isi teknik di dalamnya, dan yang digunakan Huang Qing saat ini adalah peringkat kedelapan. Itu tergolong teknik peringkat Mortal.


Saat Huang Qing melancarkan serangan itu, segera orang-orang Bluefire apalagi yang merupakan seorang bangsawan terkejut.


"Dia?! Bisa menggunakan ketrampilan kedelapan!" Seseorang Rumah dari salah satu Count terkejut.


"Penyelesaian ini! Ini tingkat tertinggi! Ini Sempurna!" Salah satu menteri negara juga terpukau.


Bukan masalah sepele, karena Bluefire Amethyst Art adalah teknik simbol kerajaan Bluefire, meski para bangsawan bisa melatih seni itu secara umum dan gratis, tapi teknik itu sulit dicapai karena seni itu tidak lengkap. Jadi karena itu orang-orang yang menggunakan seni ini tidak bisa memaksimalkan potensi sepenuhnya.


Bahkan dalam sejarah Bluefire Kingdom, hanya ada beberapa orang yang bisa mengerahkan seni hingga teknik kedelapan, dan Huang Qing saat ini akan menjadi salah satu dari sejarah itu. Bisa dilihat bahwa bakat Huang Qing sangat tinggi.


Raja Liu Jiufeng juga memiliki wajah terkejut, "Luar biasa! Teknik leluhur kita akhirnya bisa terlihat lagi..."


Meski tidak peringkat puncak kesembilan namun itu masih luar biasa. Terakhir kali, hanya leluhur Liu yang bisa mengerahkan seni sampai kedelapan sama dengan Huang Qing.


Setelah gelombang itu terbentuk, Tong Quan tahu bahwa teknik itu luar biasa, hanya merasakan dari jauh, dia bisa saja mati terbelah jika mengenainya.


Tong Quan sudah tidak memiliki kekuatan menahan dan akhirnya berlutut. Dia sudah merasa takdir ajalnya sudah dekat. Dia menutup matanya sambil menelan ludahnya sendiri.


Saat teknik sudah sependek tenggorokan, Tong Quan yakin bahwa dia sudah selesai. Namun, setelah beberapa saat, dia tidak merasakan sama sekali rasa sakit akibat serangan.


Bingung dengan apa yang terjadi? Tong Quan membuka matanya.


Saat ini, dia bisa melihat bahwa Huang Qing memotong serangannya sendiri dan menahan agar tidak mengenai Tong Quan.


"...."


Tong Quan bingung?


"Kenapa?..."


Huang Qing tidak menjawab, dan hanya menempatkan pedangnya di leher Tong Quan.


"Kamu kalah."


Melihat ke atas gadis dengan pakaian anggun tertutup itu di depan matanya, Tong Quan tiba-tiba terpesona.


Sikap ketenangan yang dibawa Huang Qing benar-benar memengaruhi Tong Quan. Citranya yang sempurna dengan aura misteri yang dibawa sangat membuat pria itu mengerjap.


Dia tiba-tiba merasa jantungnya berpacu begitu cepat, dia bisa merasakan perasaan aneh yang timbul dalam hatinya. Dia tiba-tiba menyadari mengapa orang-orang Bluefire Kingdom memanggilnya dengan sebutan Secret Jade Fairy.


(A/N)


[1] (銅拳)Tóng quán; Tinju Tembaga.

__ADS_1


[2] Secret Jade Fairy : Putri Giok Rahasia.


[3] Bluefire Amethyst Art : Seni Kecubung Api Biru.


__ADS_2