The Wandering Of Huang Chen

The Wandering Of Huang Chen
Chapter 32 - Feng Shuang Training


__ADS_3

Setelah melihat hasil pertarungan, wasit memutuskan pemenang.


"Arena 25 dimenangkan oleh Huang Qing!"


Segera bunyi sorak-sorai terdengar pada penonton sebab Huang Qing menenangkan pertandingan.


Huang Chen juga tersenyum sambil bertepuk tangan atas kemenangannya. Dia mengangguk mengisyaratkan bahwa itu adalah pertandingan yang bagus.


Dari balik cadarnya Huang Qing tersenyum dan menatap ke arah Huang Chen, jika saja ada orang yang melihat senyum itu, mereka mungkin akan linglung dan tidak akan bisa melupakannya.


Huang Qing turun panggung dan berjalan ke arah Huang Chen. Huang Chen yang melihat itu tersenyum, "Itu tadi pertandingan yang bagus."


Huang Qing hanya menundukkan kepalanya dengan malu. "Ah, i–itu semua berkat tuan muda."


Mungkin hanya Huang Chen yang bisa membuat Huang Qing malu. Mereka tidak akan berpikir bahwa Secret Jade Fairy yang misterius dan dingin, akan begitu malu-malu di depan Huang Chen.


Huang Chen tidak menjawab dan hanya terkekeh. Sementara Feng Shuang menatap Huang Qing dengan pandangan kontemplasi, bukan apa-apa, tapi dia menemukan bahwa Huang Qing bukan gadis yang sederhana.


Melihat pertandingan sebelumnya, Feng Shuang tahu bahwa Huang Qing tidak mengeluarkan kemampuan tempur penuhnya. Ini semakin membuatnya penasaran, siapa sebenarnya Secret Jade Fairy ini?


Setelah melihat beberapa sesi, Huang Chen tidak tertarik dan merasa pertarungan itu membosankan. Dia pergi dengan Feng Shuang dan Huang Qing, sementara Fatty membuat perpisahan.


"Apakah kamu tidak kembali ke kelompok sektemu?" Huang Chen bertanya ke arah Feng Shuang.


Feng Shuang memiliki alis merajut. Dia melotot dan berbicara. "Apakah kamu mengusirku?"


Huang Chen tertangkap basah, "Ah, tidak ... Aku hanya berpikir bahwa—" Sebelum Huang Chen menyelesaikan ucapannya, itu dipotong Feng Shuang. "Tidak perlu, tidak akan ada bedanya meski aku kembali ke sana. Lagipula, aku ingin berdebat denganmu setelah ini."


Huang Chen terdiam, dia menghela nafas dan membiarkan apapun berjalan.


...


Setelah pergi ke kota dekat dengan Cloudfire Montain. Huang Chen menyewa penginapan yang terbilang paling mewah dan tinggal di dalamnya bersama Huang Qing, tidak, masih ada Feng Shuang dan Fu Yan.


Penginapan itu seperti sebuah vila dengan ada kolam dan halaman di belakangnya. Area seluas 500 lì benar-benar hanya digunakan empat orang itu.


Entah sejak kapan, saat Huang Chen sedang menyewa penginapan. Mao Miao telah menghilang tanpa ia sadari. Namun Huang Chen tidak peduli, lagipula kucing biadab itu pasti akan kembali sendiri.


Saat itu waktu sudah petang dan matahari yang sudah lelah sebentar lagi tenggelam. Huang Chen yang tengah menikmati momen ini sambil duduk dan meminum teh ditemani Huang Qing di halaman belakang. Namun seseorang datang dan menggangu momen tenang itu — siapa lagi jika bukan gadis murid inti Burning Flame Palace; Feng Shuang.


"Huang Chen! Ayo berdebat! Aku ingin melihat seberapa jauh pemahamanmu soal Transenden!" Gadis itu sambil mengacungkan pedangnya berteriak. Huft, Huang Chen benar-benar kerepotan dengan gadis tipe meledak-ledak seperti ini.


Huang Chen mengabaikannya dan menyesap tehnya. Merasa tidak ditanggapi, Feng Shuang mengerucutkan bibirnya. Dengan sebuah ide dia terkekeh.


"Baiklah, jika kamu tidak bergerak, maka aku akan menyerang terlebih dahulu." Tanpa pikir panjang, Feng Shuang menciptakan sebuah serangan gelombang pedang yang terdiri dari pemahaman Transenden oleh ayunan pedangnya.


Swosh...


Dengan cepat, serangan itu melaju ke arah Huang Chen. Huang Qing yang juga dekat dengan target serangan sudah mencengkram erat pedangnya untuk menggunakan kemampuannya menahan serangan itu.


Namun sebelum Huang Qing mengambil tindakan, Huang Chen menahannya sambil mengambil ranting pohon di bawah kursinya. Masih dalam posisi duduk di kursi, Huang Chen mengaktifkan Mode Transenden dan mengalirkannya pada ranting di tangannya.


Dengan cepat, Huang Chen menebas ke arah serangan yang akan datang dan timbullah bunyi ledakan saat keduanya bertabrakan.


Boom...


Saat kedua serangan bentrok, serangan milik Feng Shuang telah musnah menghilang di udara dengan serangan Huang Chen secara bersamaan.


Feng Shuang terkejut melihat itu. Huang Chen hanya terkekeh sebelum dengan tenang menyesap tehnya lagi.

__ADS_1


"Apakah kamu benar-benar memahami Transenden sampai tingkat kelima?" Tanya Feng Shuang dengan ketidakberdayaan.


Huang Chen dengan acuh menjawab, "Iya, bahkan mungkin jika aku sedikit bekerja keras, mencapai level enam atau tujuh akan mudah."


Itu tidak sepenuhnya bohong, alasan dibalik Huang Chen tidak mematahkan level 5 Transenden saat ini adalah dia tidak cukup menahan beban mental yang ditanggung. Saat ini dia hanya berada di panggung Soul Realms, itu sudah menjadi hal diluar batas karena dia bisa menggunakan Transenden kelima.


Jika dia ingin meningkatkan Transenden saat ini, Huang Chen setidaknya harus membangkitkan Spirit Paragon agar bisa mengatasi beban mental yang diterima. Atau bisa dikatakan, dia harus terlebih dahulu mencapai Spirit Realms.


Dan itu masih jauh, tiga tingkatan panggung lagi di atasnya.


Huang Chen tiba-tiba berdiri dan berjalan ke arah Feng Shuang.


"Baiklah, jika kamu ingin mengasah Mode Transenden, aku akan sedikit membantumu..." Sambil mengatakan itu, dia memposisikan ranting di tangannya.


Feng Shuang menyipitkan matanya sambil menatap ranting ditangan Huang Chen. "Apakah kamu meremehkan ku?..."


Huang Chen menggeleng kepalanya, "Kamu akan tahu nanti, ini akan memperlihatkan kelemahan kamu dan mengapa kamu stack pada Transenden Pertama."


Feng Shuang tidak basa-basi lagi dan mengaktifkan Mode Transenden yang membuat ketiga pedangnya melayang dibelakang punggungnya. Itu seperti menempel dan setiap Feng Shuang bergerak tidak akan terpisah.


Aura niat muncul di sekujur tubuh berwarna merah yang membuat Feng Shuang tajam seperti sebilah pedang.


Angin berkumpul dan Feng Shuang memegang dua pedang di tangannya. Menatap Huang Chen erat, dia menyalurkan energinya untuk membuat serangan dengan ayunan penuh.


"Hah!!"


Sambil berteriak, Feng Shuang membuat banyak ayunan yang menciptakan belasan gelombang yang di dalamnya terdapat niat pedang.


Tidak seperti ketrampilan yang mengedarkan Qi, ini murni Transenden dan niat pedang yang sangat tajam.


Huang Chen juga bisa merasakan dari jauh bahwa serangan itu menimbulkan riak terpotong-potong tajam tanpa belas kasihan.


Namun dia tetap khusuk dengan wajah acuh tak acuh. Ranting ditangannya mulai bersinar kemilau biru sebelum Huang Chen mengaktifkan Mode Transenden kelima.


Saat diaktifkan, muncul perbedaan signifikan antara Huang Chen dan Feng Shuang. Jika Feng Shuang tajam hingga membuat leher terasa nyeri, Huang Chen lebih misteri dengan kedalaman yang tidak bisa dijabarkan.


Feng Shuang dari jauh juga bisa merasakan bahwa ada celah besar antara pemahaman Transenden miliknya dan Huang Chen. Itu jauh seperti langit dan bumi. Meski dia hanya pernah bertemu beberapa orang yang bertukar pukulan Transenden dengannya, tapi dia sadar bahwa Huang Chen adalah orang dengan tingkat pemahaman di atas orang yang pernah ia lawan.


Huang Chen yang telah menunggu momen, melakukan kuda-kuda pedang dengan ranting di posisi pinggangnya. Saat serangan mendekat, Huang Chen segera mengayunkan ranting dengan kecepatan yang santai.


Tiba-tiba muncul satu gelombang biru pedang yang lebih mendominasi dari milik Feng Shuang. Di dalamnya benar-benar mengandung niat pedang yang sakral.


Meski hanya satu, namun itu seperti seekor naga yang berada dalam kawanan domba.


Swossh...


Setiap kali serangan Huang Chen mengenai milik Feng Shuang, itu akan memotongnya dengan mudah seperti air yang ringan.


Itu tidak terhentikan.


Feng Shuang yang melihat itu memiliki tubuh terbujur kaku, entah kenapa dia terpesona dan takut secara bersamaan pada serangan itu. Tubuhnya seperti tidak mau bergerak oleh keinginannya sendiri dan berdiri di tempat seolah telah dipaku di sana.


Dia tidak bisa menghindari serangan yang tampak lambat itu. Jika itu orang lain, mungkin mereka akan berpikir bahwa mengapa tidak menghindari serangan itu? Namun, Feng Shuang lebih tahu dari siapapun.


Pemahaman Transenden ditingkat ini?


Bahkan sudah bisa membuat naluri batin seseorang takut tanpa bantuan ilusi atau semacamnya.


Serangan itu terus melaju bahkan setelah membelah melewati tubuh Feng Shuang memotong pohon-pohon dibelakangnya.

__ADS_1


Feng Shuang yang tubuhnya seperti terpotong tersentak.


"Ini!"


Namun saat dia memeriksa tubuhnya, dia tidak menemukan sama sekali luka akibat potongan serangan Huang Chen.


"Bagaimana mungkin?" Dia sangat yakin bahwa serangan itu telah benar-benar membelah tubuhnya menjadi dua. Perasaan terpotong itu sangat nyata, namun bagaimana tubuhnya baik-baik saja?


"Atau jangan-jangan?!" Tiba-tiba pikiran bergidik saat memikirkan niat pedang sebelumnya.


Sebenarnya serangan itu memang telah memotong tubuh Feng Shuang menjadi dua, akan tetapi karena terlalu cepat hingga tidak bisa ditangkap mata, itu sampai tidak meninggalkan bekas pada tubuhnya.


Namun yang menjadi aneh pada serangan itu. Bagaimana gelombang serangan tampak lambat dan tidak cepat sama sekali? Memikirkan itu, Feng Shuang menatap Huang Chen.


Huang Chen tahu keraguan dalam ekspresi Feng Shuang dan menjawab, "Itu adalah seni ilusi optik yang diakibatkan terlalu cepatnya sebuah obyek bergerak. Jika suatu benda bergerak pada satu poros yang ditentukan, mata kita hanya akan bisa melihat itu seperti bergerak lambat..."


Feng Shuang mendengarkan itu dan pikiran penuh kontemplasi. Setelah itu dia bertanya. "Yah, meski memang itu masuk akal, tapi bagaimana tentang satu seranganmu itu yang telah memotongku? Aku yakin dengan presepsi ku bahwa aku telah benar-benar terpotong?"


Huang Chen hanya menjawab acuh, "Apakah kamu berpikir bahwa itu hanya satu serangan?" Ucapnya bertanya balik.


"Hah?"


Sementara Feng Shuang bingung, Huang Chen bertanya. "Berapa tebasan yang telah kau lancarkan?"


"20 tebasan." ucap Feng Shuang sambil mengingat.


Huang Chen menyeringai. "Yah, aku juga membuat 20 tebasan hanya dengan satu waktu, satu momen, dan satu ruang tanpa celah..."


"...."


Sambil membuang ranting ditangannya, Huang Chen berbicara.


"Inilah awal Transendensasi Dao Pedang atau bisa dibilang pemahaman awal seseorang jika ingin mengejar Dao Pedang. Kunci dari itu semua adalah ketetapan hati, itu layaknya sebuah emosi. Jika jalan Dao Pedangmu tajam, dingin, dan menyayat hati, maka kamu harus benar-benar tajam seperti ujung pedang itu sendiri, tidak boleh tumpul dan berkarat, atau bisa diartikan tidak boleh keluar dari jalan mengejar yang sudah ditetapkan."


"Itu semua akan kembali pada ‘Niat’, apa itu Niat? Apa itu Niat Pedang? Banyak sekali arti dari penjabaran kata Niat, namun yang lebih penting itu seperti jiwa atau dirimu yang lain, itu seperti apa maksud tujuanmu mengejar jalan pedang bagimu. Jika Niatmu kurang dan jalan pengejaranmu hanya main-main, jangankan mengejar Dao Pedang yang unik, mencapai poin maksimal Transenden hanya mimpi pipa... "Berbicara panjang, Huang Chen kembali ke poin utama.


"Aku bisa menciptakan 20 kali tebasan dalam satu ruang bukan karena hanya sepintas kecepatan, tapi aku memahami betul kedalaman misteri untuk menciptakannya karena aku menguasai ‘Niat’ ku sendiri. Entah seberapa cepatnya kamu, tapi jika kamu tidak memiliki pemahaman, itu hanya akan menjadi serangan tanpa arti."


Sambil mengatakan itu, Huang Chen berjalan perlahan ke arah Feng Shuang.


"Meski seranganmu memang telah memiliki niat yang terkandung, tapi itu masih kurang dan tidak murni, masih banyak kenajisan yang tercampur yang membuat seranganmu tidak keluar sepenuhnya. Pemahamanmu tentang Transenden yang melenceng dari awal yang membawamu ke titik ini, hingga terbawa pada memengaruhi niatmu sendiri bahkan telah membuat Transenden milikmu stack selama bertahun-tahun, padahal yang telah kau keluarkan saat ini, hanya 5% niat murni sesungguhnya."


Mendapatkan ceramah dan masukan dari Huang Chen, Feng Shuang mendalami itu sepenuhnya dengan serius.


Tiba-tiba saat dalam kondisi pikiran kontemplasi. Mata Feng Shuang bersinar cerah, selain itu, aura yang dipancarkan Feng Shuang itu juga telah berubah, tidak, itu lebih padat dan sakral.


Transenden Kedua!


Dia telah mendapatkan wawasan dan tercerahkan.


Merasakan bahwa dirinya telah meningkat drastis, dia tidak tahu bagaimana harus berterima kasih pada Huang Chen. Dengan mata cantik bingung dia bertanya.


"Siapa kamu? Apakah kamu seorang Master Guru?"


Huang Chen hanya menjentik dahi Feng Shuang dan tersenyum. "Aku hanya Huang Chen, hanya Huang Chen..."


Gulir untuk melanjutkan! Jangan lupa vote dan berkomentar agar Jasmine lebih giat update selanjutnya!


(A/N)

__ADS_1


...Cukup sudah! bab dia atas seperti omong kosong bagiku! Btw, sungguh aneh bahwa aku menyelesaikannya hanya dalam satu jam penuh?! Apakah aku tengah kerasukan?...


__ADS_2