
Setelah malam penuh ketenangan itu. Huang Chen bisa beristirahat dengan nyaman.
Bagaimana tidak? Dia ditemani oleh seorang kecantikan. Plus, itu adalah salah satu dua kecantikan di Enam Belas Kerajaan!
Jika berita ini keluar. Mungkin dia akan menjadi musuh publik karena berduaan dengan dewi bagi mereka.
Setelah sang surya terbit dengan gagah, cahayanya menyusup dari celah jendela kamar yang menyinari sisi cantik Feng Shuang. Matanya mengerjap dan perlahan membuka.
Saat kesadarannya telah pulih. Dia melihat bahwa Huang Chen telah berdiri di depan cermin berkaca merapikan pakaiannya. Huang Chen mengenakan pakaian corak hitam yang dominan, itu bukan gaya yang digunakan seorang bangsawan melainkan seperti praktisi pengembara. Namun meski begitu, itu tidak menutupi keanggunan yang dibawanya secara alami. Malah itu sangat cocok karena tidak terlalu banyak aksesoris pada tubuh.
Menyadari Feng Shuang telah bangun, Huang Chen menoleh ke belakang sambil tersenyum. “Pagi cantik. ”
Hanya dua kata, tapi itu membuat pipi Feng Shuang memerah. Dengan kesal dia merengut, “Berhenti menggodaku! ”
Namun wajahnya bertentangan.
Huang Chen hanya tersenyum main-main sebelum berbicara: “Oh, ayolah … Siapa tadi malam yang terpesona oleh diriku? ”
Feng Shuang terdiam. Dia memelototi dengan tangan silang di dada. Setalah beberapa saat, dia bertanya, “Apakah kamu mau pergi?”
Huang Chen mengangguk, “Ya, akan menjadi masalah jika orang-orang tahu aku di sini bersamamu…”
Feng Shuang secara alami tahu kenapa Huang Chen ingin pergi secepatnya. Selain menjaga nama baiknya, itu juga menjaga masalah yang tidak di inginkan jika mengetahui seorang pria tadi malam ada di kamar.
Mendengus ringan, Feng Shuang bertanya: “Aku ingin menanyakan sesuatu? Bagaimana kamu bisa masuk ke kamar tanpa sepengetahuan penjagaku diluar? ”
Feng Shuang sudah memikirkan ini tadi malam. Di balik pintu di luar kamar, ada beberapa orang-orang yang melindungi wilayah kamarnya … Jika ada seseorang yang masuk, itu tidak akan lepas dari sepengetahuan orang-orangnya. Namun, Huang Chen bisa menyelinap dengan mudah dan sepertinya tidak diketahui sama sekali.
Meski Feng Shuang juga tidak mau diintip di dalam kamarnya dengan membuat formasi yang melindungi privasinya. Apapun di dalam kamar hanya Feng Shuang yang tahu dan tidak akan mengetahui gerak-gerik di dalamnya.
Akan tetapi bagaimana Feng Shuang tidak bingung? Huang Chen dapat masuk bahkan melewati formasi miliknya tanpa dia sadari. Itu membuatnya berpikir bahwa Huang Chen memiliki kemampuan menyelinap menentang surga.
Huang Chen tidak menjawab dan tersenyum misterius, “Itu rahasia. ”
Mengatakan itu, Huang Chen melompat keluar melalui jendela.
Karena Huang Chen tidak mau hal-hal menambah buruk jika orang-orang Burning Flame Palace tahu dia habis dari kamar Feng Shuang … Dia segera bergegas menuju ke kamar wilayah pelayan.
Karena luar jendela Huang Chen adalah sebuah halaman taman. Dia bisa lebih leluasa pergi tanpa banyak diperhatikan.
Setelah melihat punggung pergi ke jendela. Feng Shuang masih lama menatap sebelum mendesah lembut. Tidak tahu apa yang sedang dalam pikirannya saat ini yang membuat dia memeluk lututnya sendiri.
…
Di suatu kamar, Huang Qing tengah memakai pakaiannya. Saat itu sebuah bayangan hitam tiba-tiba muncul dan membuat Huang Qing terkejut.
Tanpa sadar dia bersikap waspada. Namun, karena dia belum sepenuhnya memakai pakaian dengan benar, dada kembarnya yang menjulang masih terlihat dipamerkan. Bingung berekspresi, dia dengan malu menutupinya dengan tangannya.
Swossh
Sosok melintas dan Huang Chen muncul dalam bidang pandangannya.
“Tuan muda! ”
Huang Chen hanya melambai dan menyuruh Huang Qing mengenakan pakaian.
Huang Qing sangat malu pada kejadian ini. Namun dia segera mengenakan pakaian dengan cepat. Setelah selesai, dia menghampiri Huang Chen yang duduk di ranjang kasurnya.
__ADS_1
“Tuan muda mengapa menghampiri saya? Saya sebenarnya sebentar lagi akan datang ke kamar anda. ”Huang Qing merasa bingung mengapa tuan mudanya menghampirinya sendiri. Ditambah lagi, tuan mudanya melihatnya setengah t3l4nj4ng sekali lagi, bagi gadis seperti dia itu adalah pukulan memalukan.
Huang Chen menghela nafas sebelum berbicara. “Apakah kamu tidak tahu? Apa yang terjadi di luar saat ini? ”
Gadis itu dengan bingung menggelengkan kepala. Huang Chen secara singkat menjelaskan tentang apa yang terjadi di luar. Namun, dia tidak menjelaskan pasal Feng Shuang.
Mendengar hal itu, Huang Qing tercerahkan. “Jadi, beberapa afiliasi besar telah datang untuk ikut ambil dalam kompetisi... ”
Huang Chen yang memikirkan sesuatu menghela nafas, “Sepertinya kompetesi untukmu akan jauh lebih sulit. Namun jangan berkecil hati, kamu seharusnya sangat mampu untuk masuk ke 1.000 besar mendapatkan tiket. ”
Ada penyaringan dalam kompetesi yang cukup sulit bagi beberapa orang. Penyaringan dilakukan demi menghilangkan beberapa orang agar jumlah peserta tidak memadat. Untuk mendapatkan tiket kompetesi, orang-orang ini bertarung lebih banyak dari yang lain.
Kompetisi di bagi tiga babak. Babak awal, pertengahan, dan akhir.
Karena Huang Chen adalah putra Duke, dia sudah memiliki tiket khusus yang dipastikan akan langsung melaju ke babak pertengahan tanpa syarat. Hampir beberapa bangsawan juga langsung menuju ke babak pertengahan. Huang Chen juga berspekulasi, bahwa beberapa afiliasi besar lainnya yang memiliki generasi muda di bawah 20 tahun juga mendapatkan hak untuk langsung melaju ke babak pertengahan.
Itu dilakukan agar anak bangsawan bisa memiliki peluang tinggi lolos dan masuk ke ranah rahasia. Meski cukup tidak adil, namun apa yang bisa dilakukan? Mereka memiliki hak karena mereka memiliki kekuatan.
Berbeda dengan Huang Chen, Huang Qing statusnya hanya seorang pelayan. Dia tidak mendapatkan keistimewaan yang dimiliki dan harus mengikuti babak awal seperti beberapa praktisi lainnya untuk melaju ke babak selanjutnya.
Setelah menetapkan 1.000 orang di babak awal. Selanjutnya akan masuk babak pertengahan dimana aturan kompetesi dilakukan secara bergilir mendapatkan banyak poin.
Karena tiket khusus berjumlah 800 yang langsung melaju ke babak pertengahan. Maka 1.800 orang akan bersaing memperebutkan poin terbanyak. Setiap sesi akan menghilangkan beberapa orang hingga tersisa 1.000 orang yang akan melaju ke babak akhir.
1.000 orang itu telah lulus syarat dan bisa masuk ke ranah rahasia Cloudfire Montain. Namun pada babak akhir tidak berhenti di sana saja. Karena dari 100 besar tertinggi akan mendapatkan hadiah, apalagi 10 besar yang hadiahnya jelas lebih tinggi.
Huang Chen merasa bahwa Raja Liu entah kenapa begitu murah hati dan membuat banyak hadiah. Meski dia tidak tahu strategi apa yang dipikirkan raja hingga bisa membuat tertarik beberapa afiliasi besar Enam Belas Kerajaan. Namun dalam segi marketing ekonomi, raja benar-benar berhasil dan mampu mendobrak perekonomian masyarakat dengan sangat singkat hanya dengan satu kompetesi.
Waktu berlangsung turnamen ini cukup lama yaitu dua bulan. Itu tentu demikian karena jumlah peserta yang mengikuti mencapai ribuan orang.
Selain adanya turnamen panjang. Bluefire City juga mengadakan beberapa bazar penjualan skala besar yang membuat ibukota penuh sesak. Apalagi wilayah utama Liu Kingdom … Itu benar-benar ramai seperti lautan manusia.
Huang Chen mendengar itu mengangguk. Namun dia tidak segera pergi dan memutuskan untuk pergi sarapan terlebih dahulu.
Setelah makan dengan tenang, Huang Chen memperhatikan bahwa Huang Qing mengenakan caping[1] dan cadar serasi dengan pakaiannya yang berbalut hitam.
Jika ada orang yang menyadari, Huang Chen dan Huang Qing tampak mengenakan pakaian yang identik.
“Mengapa kamu mengenakan caping dan cadar? ”
Membuka sudut cadarnya, Huang Qing berkata: “Ini untuk tidak menimbulkan masalah pada tuan. ”
Huang Chen menggantungkan senyum manis di bibir dan bertanya, “Oh, masalah apa?”
Huang Qing merasa tuannya sedang mengujinya, dan dia bersuara. “Hal-hal seperti kecantikan akan membawa masalah di mana-mana. Meski jujur kecantikanku tidak menimbulkan riak sama sekali pada tuan. Tapi bagi orang-orang di luar, itu akan membawa dampak yang cukup besar. ”
Huang Chen mengangguk oleh jawaban Huang Qing. Kecantikan adalah sebuah berkah, tapi juga sebuah bencana secara bersamaan. Seorang pria yang tergila-gila akan terus mengejar bahkan dengan mengorbankan nyawanya sendiri demi mendapatkan pengakuan. Mereka akan melakukan segala cara hanya agar mendapatkan sebuah kecantikan.
Namun jika kamu kekurangan kekuatan untuk melindungi kecantikan milikmu. Maka itu akan membawa banyak serigala yang merebut kecantikan milikmu di rebut.
Huang Qing menyadari bahwa saat ini dia cantik yang akan membawa bencana pada Huang Chen. Huang Chen juga tahu bahwa dengan Huang Qing disini … Feng Shuang bahkan tampak sedikit redup.
Saat mereka melakukan beberapa percakapan. Huang Chen melihat kucing dikejauhan sedang berjalan dengan ikan di mulutnya.
Huang Chen dengan malas melemparkan sumpit ditangannya dengan sentilan dan mengenai kepala kucing itu.
Kucing itu dengan marah mengeong keras. Namun saat tatapannya tertuju pada Huang Chen dia kaget. Kucing itu mengelus kepalanya yang sakit dan berjalan berdiri dengan dua kaki.
__ADS_1
“Sialan itu sakit! Miao! ”
Ya, itu kucing biadab Mao Miao!
Huang Chen melotot ke arah Mao Miao begitupun sebaliknya. Sementara Huang Qing hanya terkikik di samping Huang Chen.
“Kemana saja kamu kucing sialan?”
Mao Miao melompat ke atas meja sambil mengunyah ikan di mulutnya. “Kenapa kamu marah! Kamu sendiri yang membuangku sampah! Aku lapar dan Aku mencari makanan! Miao! ”
Mendengar itu Huang Chen hanya tertawa canggung sambil menggaruk kepala belakangnya.
Saat itu, beberapa orang muncul dalam bidang pandang Huang Chen.
Kelompok itu mengenakan pakaian yang hampir sama dengan corak berwarna merah. Selain itu, sosok orang yang memimpin adalah seorang gadis berusia 16 tahun.
“....”
Hai! Apa kabar? Itu Feng Shuang.
Huang Chen melihat kelompok itu namun wajahnya masih biasa. Sementara Huang Qing dibalik cadarnya sedikit penasaran dan melihat seksama.
Kelompok itu setidaknya terdiri 20 orang. Dilihat dengan seksama, ada 15 orang yang setidaknya kaum muda dibawah 20 tahun, dan sisanya sudah memiliki usia cukup.
Yang menarik minat Huang Chen adalah wanita paruh baya disisi Feng Shuang. Dia merasakan bahwa kultivasi telah melebihi Martial Warrior, mungkin tahap awal Martial General.
Gulir untuk melanjutkan! Jangan lupa vote dan berkomentar agar Jasmine lebih giat update selanjutnya!
(A/N)
[1] Caping adalah sejenis topi berbentuk kerucut yang umumnya terbuat dari anyaman bambu. Caping ada juga yang terbuat dari daun pandan, atau sejenis rumputan, ataupun daun kelapa. Sebuah caping umumya dilengkapi dengan tali dagu yang berfungsi untuk menjaga keseimbangan caping.
p> Tingkat Budidaya:
...|Tahap Fana|...
• Alam Dasar (Basic Realm 1-9)
• Alam Batin (Inner Realm 1-9)
• Alam Jiwa (Soul Realm 1-9)
• Alam Mendalam (Profound Realm 1-9)
• Alam Asal (Origin Realm 1-9)
• Alam Roh (Spirit Realm 1-9)
...|Tahap Beladiri|...
• Prajurit Beladiri (Martial Warrior 1-12)
• Jenderal Beladiri (Martial General 1-12)
• Raja Beladiri (Martial King 1-12)
• Kaisar Beladiri (Martial Emperor 1-12)
__ADS_1
• Tuan Beladiri (Martial Master 1-12)
• Pahlawan Beladiri (Martial Hero 1-12)