
Setelah sore itu, berkat sesi perdebatan singkat yang dilaksanakan, kini Huang Chen dan Feng Shuang bisa sedikit lebih dekat.
Tentu alasan terbesar kedekatan itu karena Feng Shuang terus bertanya tentang pemahaman Transenden yang dimiliki Huang Chen.
Saat itu juga, Fu Yan yang terlambat melihat perdebatan karena sibuk mengurus keperluan, datang dengan cara tergesa-gesa sebab indranya merasakan pertarungan yang cukup singkat.
Dari jauh, dia bisa melihat bahwa nona mudanya di bimbing oleh Huang Chen dalam pemahaman Transenden. Dia tidak bisa membantu tapi sangat memperhatikan kedekatan antara nona mudanya dan Huang Chen.
Tanpa sadar dia memikirkan bahwa antara Feng Shuang dan Huang Chen benar-benar cocok, mereka tampan dan cantik yang cocok satu sama lain, harus dikatakan bahwa itu seperti pasangan yang dipilih surga, hanya saja mereka memiliki status perbedaan antara langit dan bumi.
Dia menggelengkan kepala berhenti memikirkan. Meski Huang Chen sangat berbakat saat ini dan dalam lingkup Sixteen Kingdom dia akan menjadi kultivator yang berpengaruh, tapi menyebutkan kembali identitas sebenarnya Feng Shuang, Fu Yan merasa bahwa Huang Chen masih tidak layak.
Lagipula jika identitas asli Feng Shuang tersiar kabar bocor, mungkin bahkan di Sixteen Kingdom seluruh kelas sekte besar atau kekaisaran harus takut dan bertekuk lutut padanya.
***
Malam hari.
Saat itu ayah Huang Chen, Duke Huang Shaoyuan datang ke penginapan Huang Chen. Alasannya bisa ditebak Huang Chen, itu untuk datang bersama ke pesta malam hari yang akan di adakan.
Namun berbeda dengan para orang tua setingkat raja, duke, count atau perwakilan rumah tua, mereka membuat jamuan sendiri yang cukup jauh dari pesta para anak muda. Tentu karena dari beberapa pembahasan akan merujuk pada politik menyebalkan yang mengganggu Huang Chen.
Ia senang jika tempat perjamuan di bedakan dan akan menjadi masalah jika harus duduk bersama dengan para rubah tua.
Huang Chen keluar dari kamarnya saat matahari telah turun satu jam. Dalam pikirannya, dia sudah menebak pasti akan terjadi peristiwa yang tidak enak yang menargetkannya, lagipula, dari gerak-gerik Liu Zhang Nan, Huang Chen tahu bahwa pria munafik itu tidak akan tinggal diam.
Itu bukan hanya tebakan kosong saja, berkat Iron Heart dan Kepala Psikis, dia bisa merasakan gejolak perasaan hati seseorang dan membaca artinya meski samar.
Untuk pria setingkat Liu Zhang Nan, Huang Chen bisa dimengerti bahwa pria itu tipe orang yang mengendalikan sesuatu sesuai pion yang telah ia tempatkan. Dia menjadi sutradara dari adegan yang telah ia rancang dan di akhiri dengan penyelesaian yang telah dia rencanakan.
Tapi Huang Chen tidak takut. Mungkin sama seperti Liu Zhang Nan yang meremehkan Huang Chen, dia juga tidak peduli pada karakter seperti Liu Zhang Nan, jika dia tidak melompat-lompat, dia tidak akan peduli dan mengacuhkannya.
Jadi karena itu, pesta malam itu hanyalah menjadi jebakan untuk dirinya. Mudah ditebak, karena Huang Chen bahkan tidak menerima surat undangan, sedangkan Feng Shuang yang notabene orang luar mendapatkannya. Jadi mengapa berangkat terlalu awal.
Huang Chen berpikir bahwa lebih baik tiba terlambat, bukankah itu sempurna. Mereka akan mendapatkan alasan untuk memulai dan Huang Chen juga tidak segan-segan membuang waktu.
Lagipula, Protagonis akan muncul diakhir.
Entah alasan apa? Tapi Feng Shuang dan Fu Yan telah berangkat terlebih dahulu dan meninggalkan Huang Chen, yah, bukan berarti dia peduli akan hal itu.
Beberapa jam, istana.
__ADS_1
Huang Chen berpisah dari ayahnya dan datang dengan Huang Qing di istana perjamuan. Istana Perjamuan terletak di distrik pusat kota Cloudfire. Lokasi unggul dengan jalan-jalan makmur dan bangunan-bangunan megah. Istana ini benar-benar tak tertandingi.
Tentu saja, meskipun ini disebut manor Liu Kingdom, ini sebenarnya adalah kediaman sementara milik Liu Zhang Nan. Setiap bangsawan sejati dan adipati akan memiliki beberapa perumahan yang dimiliki di wilayah bangsawan lain, itu sama seperti Liu Zhang Nan.
Bisa dilihat betapa kayanya Liu Zhang Nan.
Huang Chen bermaksud untuk mempersiapkan hadiah yang bagus sejak ia menghadiri jamuan, tetapi telah diveto olah Huang Chen. Karena mereka pasti akan menyatakan permusuhan, mengapa repot-repot? Hanya membawa barang acak, dan terserah Liu Zhang Nan menerima atau tidak.
Sebagian besar tamu undangan sudah tiba ketika Huang Chen dan Huang Qing datang.
Adegan yang diharapkan Huang Chen telah datang. Entah apa persetujuan atau kebetulan sebelumnya, beberapa anak Duke dan bangsawan telah membentuk kesepakatan dengan Liu Zhang Nan dan dengan sengaja mendiamkan Huang Chen.
Itu adalah hal yang baik bahwa Huang Chen biasanya bersikap baik dan telah berteman dengan beberapa bangsawan. Beberapa teman akrabnya datang untuk menyambut Huang Chen.
Jadi untuk segalanya tidak terlalu jelek.
"Oh, tuan muda Huang, Pangeran ini telah merindukan kedatangan kamu. Kamu akhirnya disini! " Tawa renyah tiba-tiba terdengar di depan, dan seorang pria berpakaian jubah mewah berjalan ke arah Huang Chen dengan langkah lebar.
Pria ini memiliki kerangka kokoh dan berjalan dengan ketenangan dan martabat. Aura mendominasi di setiap gerakannya. Dia tentu saja, First Prince Liu Zhang Nan.
"Ini terlalu berlebihan, Prince terlalu sopan."
"Haha, ayo, ayo, datang Brother Huang, kamu adalah tamu terhormat aku hari ini, dan harus duduk di sebelah aku di meja tinggi."
Ini terlalu berlebihan. Seperti yang sudah diketahui, para bangsawan sangat mementingkan wajah dan martabat tinggi.
"Bagaimana aku bisa menerima ini? First Prince, tolong lanjutkan urusanmu, aku akan duduk dengan gerombolan para saudara ini. " Huang Chen menahan rasa jijik dalam wajahnya dan masih ingin duduk dengan awak kapalnya.
Meski sudah beberapa kali merayu, Huang Chen tetap menolak ajakan Liu Zhang Nan.
"Kalau begitu, aku tidak bisa memaksa Brother Huang atas keegoisan aku. " Liu Zhang Nan tertawa dan memberikan pandangan yang sedikit bermakna, menghabiskan waktu singkat pada Huang Chen.
"Heh heh, tolong tidak perlu repot, First Prince." Huang Chen menangkupkan tinjunya dan berbalik pergi.
"Brother Chen, disini!"
Huang Chen melihat bakso bulat besar melambai padanya dengan bersemangat dari meja yang tidak terlalu jauh darinya.
Hanya satu orang di Bluefire Kingdom yang memiliki tubuh volume melewati kapasitas ini. Tidak ada yang lain selain Fatty Wu Pang yang berlemak.
"Yah, Fatty. " Huang Chen senang menyapa dan menghampiri.
__ADS_1
"Mari duduk disini Brother Chen. " Fatty menarik kursi di sampingnya.
Duduk disamping Fatty yang gemuk adalah Xing Fen pewaris pangkat seorang Count. Xing Fen adalah teman terbaik selain Fatty bagi Huang Chen.
Namun saat Huang Chen hendak duduk, seseorang mengganggu.
"Fatty, terima kasih telah mendapatkan kursi untukku."
Pria ini mengenakan jubah mewah biru hal yang sama seperti bangsawan lainnya. Beberapa syirat ejekan terlukis dari ujung bibirnya yang tajam saat dia berani memotong kursi.
"Tang Yuchun, apa artinya ini?" Fatty segera marah.
"Fatty Wu, aku ingin menanyakan hal yang sama, apa maksudnya dengan ini? Tidak bisakah aku duduk di kursi ini? "Orang ini secara alami pewaris pangkat seorang Duke Tang, Tang Yuchun. Dia adalah adik dari Tang Hundan dan sebaya dengan Huang Chen.
"Ini adalah kursi yang aku pesan untuk Brother Chen! "Fatty ingin mengangkat Tang Yuchun dari kursi.
"Brother Chen? Maksudmu dia? "Tang Yuchun tersenyum congkak. " Fatty Wu, apakah kamu buta? Ini adalah area Mid Soul Realm. Hanya mereka yang memiliki setidaknya empat Qi sejati yang berhak duduk disini. "
Dia melirik Huang Chen dan berkata dengan nada yang sangat mengejek sambil menunjuk ke meja yang sepi untuk satu di sudut, "Huang Chen, meja itu untuk secara khusus disiapkan untuk Early Soul Realms."
Tawa parau terdengar dari semua sisi begitu Tang Yuchun menyampaikan kata-katanya. Jelas bahwa ini adalah permainan yang sudah lama direncanakan, dan hanya menunggu Huang Chen dan Fatty gendut untuk ikut serta bermain bodoh.
Huang Chen memiringkan kepalanya dan merasa bahwa Tang Yuchun adalah seorang idiot. Meski Huang Chen telah mencapai Mid Soul Realm, tapi karena dia mengolah Hukum Jasa Heavenly Nemesis, kultivasi-nya yang sesungguhnya tidak bisa dilihat. Jadi sebab itu, orang-orang akan berpikir bahwa Huang Chen masih di tahap awal.
Lagipula sudah diketahui banyak orang bahwa Huang Chen sebelum jiwanya bangkit, ia bahkan hanya berada dalam Alam Batin Akhir.
Menerobos ke Soul Realms apalagi tahap menengah saat ini tidak akan pernah terpikirkan oleh mereka karena sudah diketahui khalayak umum bahwa menjadi suatu hal mustahil jika mampu menerobos ke Soul Realms hanya dalam satu bulan. Jika tanpa metode menentang, itu tidak mungkin terjadi.
Tang Yuchun berpikir bahwa Huang Chen masihlah di tahap Inner Realms. Meski dia pernah mendengar rumor mengatakan bahwa Huang Chen pernah mengalahkan seorang kultivator Soul Realms baru-baru ini, bahkan ada juga kabar beredar bahwa dia menahami Transenden, tapi dia menyangkal itu semua karena kesombongannya.
Dia tidak mempercayai isu itu karena hanya satu banding satu juta orang di seluruh dunia yang bisa memahami Transenden. Untuk Huang Chen yang dia anggap sebagai sampah, dia sama sekali tidak bisa dipercaya.
Meski kakaknya sudah memperingati untuk berhati-hati pada Huang Chen, sekali lagi karena dia sombong dan meremehkan, dia justru semakin kesal karena dia merasa bahwa dia diremehkan karena Huang Chen lebih baik darinya.
Dibelakang, sosok Huang Qing gemetar dengan tangannya mengepal erat, matanya sudah menunjukkan tembakan tajam dan niat membunuh. Jika Huang Chen memberikan perintah, maka dia sudah akan siap memberikan tembakan yang mematikan.
Huang Chen memahami niat Huang Qing namun dia menahan gadis itu untuk tidak meledak, lagipula disini pihak berkonflik adalah antara dia dan Tang Yuchun.
Dengan senyum tipis mata tertutup, Huang Chen bertanya. "Siapa anda?"
(A/N)
__ADS_1
~Gomene himida! Saya tidak update selama hampir seminggu saat ini. Bukan karena terlalu sibuk, sebenarnya masih ada banyak waktu luang yang dapat saya sempatkan untuk menulis. Namun, seperti kasus penulis lainnya! Otak saya nge-lag dan lagi tidak mood untuk menulis! Entah kehabisan ide atau merasa sedikit muak dengan mesin keyboard, tapi itu sangat berat! Akan tetapi percayalah bahwa saya akan melewati fase ini dengan cepat! Matur Suwun!~