The Wandering Of Huang Chen

The Wandering Of Huang Chen
Chapter 29 - Ming Ren pendendam


__ADS_3

Saat pintu terbuka, terlihat bahwa Fu Yan dan Feng Shuang keluar terlebih dahulu, segera para penonton terlebih kaum muda bersorak dengan kemunculannya, orang-orang yang baru pertama kali melihat wajah Feng Shuang terpukau seolah melihat seorang dewi.


Atmosfer hiruk pikuk ini berlangsung cukup lama, untung para penjaga kerajaan berhasil menenangkan masa.


Belum selesai, tiba-tiba sosok pria dengan pakaian taoist hitam dengan rambut putih panjang yang di kuncir kuda keluar dari kereta dengan sosok gadis yang seluruh tubuhnya memakai pakaian hitam tertutup.


Seketika seluruh penonton di buat terdiam melihat sosok yang keluar itu. Sebagian dari mereka bertanya siapa pria muda itu? Namun untuk orang-orang dari Liu Kingdom mereka tersentak, tidak bisa di pungkiri bahwa pria itu adalah Huang Chen.


Huang Chen meregangkan tubuhnya seolah ingin mematahkan setiap tulang, matanya menyapu masa dan tersenyum lebar. Dengan tangan melambai dia menyapa. "Hallo..."


"...."


Sebagian pria mengerutkan kening bertanya-tanya apa hubungan pria ini dengan Feng Shuang sampai bisa satu kereta. Sementara para gadis yang melihat senyum Huang Chen di buat memerah, para pria yang melihat itu di buat kesal dan ingin menampar senyum di wajah Huang Chen.


Huang Chen tidak tahu bahwa sikap narsisnya akan menimbulkan kecemburuan dan permusuhan skala kecil dalam hati sebagian kultivator disini, dia bergabung dengan Feng Shuang dan bercakap-cakap seperti layaknya sudah kenal lama.


Tidak bisa dipungkiri bahwa Huang Chen akan menarik perhatian ke mana-mana karena dia terlihat eksentrik. Selain disisinya ada Feng Shuang, dia juga membawa kucing gemuk imut yang bertengger di leher Huang Chen.


Huang Qing tetap diam dan mengikuti dari belakang dengan patuh, sebagai pelayan, dia tidak perlu terlalu menonjolkan diri.


Saat itu beberapa rombongan orang datang mendekat, dilihat dari dekat, itu adalah orang yang tampak familiar bagi Huang Chen.


Pangeran pertama Bluefire Kingdom, Liu Zhang Nan.


Liu Zhang Nan mendekat dan memiliki ekspresi cerah dalam wajahnya saat menatap Feng Shuang, tapi dia juga melihat Huang Chen secara singkat, dia seperti memiliki ekspresi mendalam tentang Huang Chen.


"Salam Putri Feng, salam rekan daoist dari Burning Flame Palace, kami merasa terhormat anda sekalian datang kesini, turnamen kecil yang kami adakan saat ini benar-benar semakin meriah berkat kedatangan anda, jika boleh, maukah anda datang ke pesta malam ini untuk perkumpulan para kultivator muda berbakat?"


Feng Shuang yang mendengar itu lantas berbicara, "Itu tidak masalah, aku akan datang dengan rekan-rekan saya dalam sekte."


Liu Zhang Nan tersenyum cerah, "Ah, itu bagus kalau begitu. " berhenti sejenak, dia berbicara lagi. "Jika boleh, apakah Putri Feng ingin berkeliling di tempat ini, saya bisa menemani anda memperlihatkan spot yang bagus di tempat ini sebelum kompetisi. Lagipula, kita masih memiliki cukup banyak waktu sebelum melihat kompetisi tahap awal. "


Mao Miao yang mendengar percakapan agak jauh berbisik ke arah Huang Chen, "Wantian, dari sikapnya dia terlihat seperti orang idiot munafik! Ayo pergi dari sini, aku jijik melihatnya, miao. "


Huang Chen yang mendengar juga terkekeh, "Baiklah." Huang Chen berbicara ke arah Huang Qing, "Ayo jalan-jalan, aku ingin mencari Fatty, sudah lama tidak melihat orang itu? Bagaimana nasibnya sekarang?"


Huang Chen berjalan menjauh dari kerumunan dengan Huang Qing dibelakang.


Feng Shuang yang sadar Huang Chen hendak pergi menoleh. Liu Zhang Nan yang melihat itu juga ikut menoleh, dia mengerutkan kening saat melihat tingkah Feng Shuang tampak memiliki kedekatan dengan Huang Chen.

__ADS_1


Dia tidak bisa bertanya-tanya, apa sebenarnya hubungan mereka? Liu Zhang Nan memiliki beberapa pertanyaan dalam benaknya. Sejak kemunculan Feng Shuang, dia terkejut bahwa Huang Chen juga ikut bersama Feng Shuang dalam satu kereta.


Apakah Huang Chen telah direkrut Burning Flame Palace hingga dia bisa satu kereta? Atau hanya karena hubungan pribadi yang membuat mereka dekat? Dia sangat penasaran.


Liu Zhang Nan tidak berbeda jauh dengan para pria muda lainnya, dia juga sangat tertarik dengan Feng Shuang. Kecantikan itu, sebagai penikmat wanita, Liu Zhang Nan jelas telah memiliki ide untuk mendapatkannya.


Namun melihat Feng Shuang tampak dekat dengan Huang Chen, dia memiliki rasa nyeri dan cemburu dalam hatinya.


Melihat Huang Chen pergi, Feng Shuang menoleh ke Liu Zhang Nan lagi dan berbicara, "Ah, tidak perlu. Sampaikan salamku pada raja. "setelah itu ia bergegas ke arah Huang Chen.


Fu Yan sebagai pelayan Feng Shuang jelas mengikutinya dan beberapa murid dari Burning Flame Palace juga mengikuti. Namun tidak untuk beberapa orang.


Melihat kepergian Feng Shuang ke arah Huang Chen, seorang pria paruh baya yang berasal sama di Burning Flame Palace seumur Fu Yan mencibir, "Gadis itu tidak memiliki mata yang bagus. Bagaimana dia merendahkan diri pada seorang anak Duke di kerajaan kecil. "


Seorang wanita paruh baya di sisinya juga berbicara, "Hmph, aku juga tidak suka mereka. Apalagi Fu Yan, hanya karena kultivasi-nya melebihi kita, dia bisa memerintah seenaknya!"


Pria itu bernama Ming Hao dan wanita itu bernama Wang Jie, keduanya adalah tetua inti dari Burning Flame Palace; sama seperti pemeringkatan murid, tetua juga di bedakan tiga status: tetua luar, tetua dalam, dan tetua inti.


Karena mereka mencapai Spirit Realms, mereka memenuhi syarat untuk menjadi seorang tetua inti dalam sekte. Mereka memiliki prestise besar dan kebanggaan dalam diri mereka.


Apalagi Ming Hao yang berasal dari Keluarga Ming, mereka adalah salah satu keluarga besar dalam Burning Flame Palace yang menjadi penguasa salah satu aula dalam sekte.


Perlu diketahui bahwa kekuatan Keluarga Ming bahkan sudah setara dari dua aula bila digabungkan, di dalam sekte sudah terjadi beberapa kontradiksi ambigu antara Pemimpin Sekte dengan Keluarga Ming, mungkin jika itu di senggol sedikit, pemberontakan akan segera terjadi.


Hubungannya dengan Ming Ren, ia adalah keponakannya. Jadi sudah dipastikan, mereka berasal dari darah yang sama. Sedangkan Wang Jie dia adalah istrinya.


Melihat punggung Huang Chen yang jauh, Ming Ren yang telah memulihkan diri menggertakkan giginya memiliki ekspresi kebencian.


Dia sangat malu dan marah sebab terakhir kali dia dikalahkan dengan menyedihkan. Dia tidak tahu teknik apa yang digunakan Huang Chen yang membuat naluri dirinya ketakutan. Namun dia memiliki perasaan dalam batinnya, jika dia tidak membunuh Huang Chen, rasa takut ini tidak akan pernah hilang.


Sebenarnya, orang-orang selain Fu Yan dan Feng Shuang yang ikut saat ini tidak tahu kalau Huang Chen sebelumnya menggunakan mode Transenden saat mengalahkan Ming Ren, mereka mengira bahwa Hukum Jasa yang diolah Huang Chen memiliki peringkat tinggi atau memiliki alat ajaib yang membantu dalam pertarungan. Lagipula mereka bahkan belum pernah melihat seseorang menggunakan mode Transenden dalam pertarungan dalam sekte.


Meski mereka mendengar bahwa Feng Shuang juga memahami transenden, tapi dia tidak pernah sama sekali menggunakannya dalam pertarungan, jadi karena alasan itu, mereka kurung pemahaman dalam mode transenden.


Mereka berpikir mungkin Ming Ren kalah karena terlalu meremehkan musuh dan ceroboh, hingga di saat-saat terakhir dia melakukan kesalahan yang mengakibatkan syok.


Melihat wajah Ming Ren ke arah Huang Chen, Ming Hao tahu dalam pikiran keponakannya, "Tenang saja, kamu akan memiliki kesempatan lagi untuk balas dendam dalam kompetisi. "


Ming Ren mengangguk dalam balasan.

__ADS_1


Saat itu Liu Zhang Nan juga melihat ekspresi kebencian dari Ming Ren pada Huang Chen, dengan alis menyipit dia tersenyum lebar.


'Bidak yang bagus... '


Tak perlu dipungkiri, bahwa dia juga memiliki ketidaksukaan pada Huang Chen. Bukan hanya kegagalannya terakhir menjebak Wu Pang, tapi intuisinya juga mengatakan bahwa Huang Chen harus disingkirkan. Namun dia tidak mau mengotori tangannya sendiri, dia adalah tipe orang yang berpikiran strategis merencanakan melenyapkan musuh tanpa tangannya sendiri.


Melihat Ming Ren, itu adalah bidak emas baginya.


"Um, jika boleh, maukah saudara saya temani berkeliling? " Liu Zhang Nan bertanya ramah.


Ming Ren menatap Liu Zhang Nan dan mendengus, "Tidak usah, aku bisa berkeliling sendiri tanpa pangeran kerajaan kecil sepertimu. "


Liu Zhang Nan tidak marah dan mengejar Ming Ren, dia kemudian mengirim trasmisi suara batin, "Apakah kamu tidak tertarik akan kelemahan Huang Chen?"


Seketika Ming Ren berhenti dan menatap Liu Zhang Nan, dia mengirim trasmisi. "Apa itu?"


Liu Zhang Nan tersenyum penuh arti.


"Kita setidaknya pergi dulu dari sini, disini terlalu ramai.


Ming Ren tetap acuh dan mengikuti Liu Zhang Nan. Orang-orang Burning Flame Palace lainnya juga mengikuti Ming Ren karena mereka asing dengan tempat ini.


...


Huang Chen yang pergi di dampingi wanita di sisinya menarik perhatian publik.


Apalagi wanita itu adalah Feng Shuang yang terkenal dengan kecantikannya, mereka berjalan-jalan di setiap bangunan dan melihat dekorasi indah yang dipajang di beberapa bangunan.


Bangunan luas ini sebenarnya milik Raja Liu yang dibangun sebagai tempat hiburan sang raja. Jika dilihat dari atas maka itu akan terlihat berbentuk huruf "U" dengan di bagian utara yang kosong terhubung dengan kaki gunung.


Di tengah-tengah itu, ada panggung luas yang dijadikan sebagai tempat pertarungan, tidak bisa dipungkiri, bahwa panggungnya sangat luas, itu kira-kira 1 Gongli[1].


Melihat panggung itu, Huang Chen berprasangka bahwa mungkin itu bisa menampung 100 orang untuk pertarungan sekali jalan.


Huang Chen benar-benar mendesah, "Raja benar-benar menikmati hidupnya dengan menghamburkan uangnya..." Sepertinya bukan Huang Chen pemilik sebelumnya yang paling menikmati hidup, dia masih kalah dari Sang Raja.


Gulir untuk melanjutkan! Jangan lupa vote dan berkomentar agar Jasmine lebih giat update selanjutnya!


(A/N)

__ADS_1


[1] (米)Lǐ \= Meter, (公里)Gōnglǐ \= Kilometer.


__ADS_2