Tiada Akhir Dari Sebuah Perjalanan

Tiada Akhir Dari Sebuah Perjalanan
dimulai dari sebuah sekolah


__ADS_3

Adelia sehari hari


memiliki banyak agenda kegiatan di sekolahnya, ditambah agenda diluar kegiatan


sekolah yang setiap hari membuat badanya terasa remuk.


Langkah adelia dimulai dari sekolah, hari masih


sangat pagi. beberapa orang nampak untuk memulai mengais rezeki, hewan” mulai


mengeliat mengepakkan ekor dan sayapnya untuk bersiap menjalani misi bertahan hidup,


serta tumbuhan yang mulai menampakkan sinar terang  dari tubuhnya ketika matahari bersiap untuk


memberikan energi kehidupanya.


Adelia nampaknya datang terlalu pagi dibanding teman temannya, ia menyapa


penjaga sekolah dan mulai masuk ke bangunan besar milik SMP N 1 Wonodadi. Ia berjalan


melewati lorong” sekolah dan berhenti tepat di depan pintu kelas 12 B.


Adelia merupakan siswi kelas 3 dengan predikat


siswa berprestasi dalam bidang seni, dari kecil ia sudah menyukai kegiatan


seni. Mulai dari, musik, melukis, sampai seni dramatical.


Memang ia sudah merencakan untuk datang sepagi ini


untuk menemui seseorang di belakang sekolah, seseorang yang misterius yang


selama 3 bulan belakangan ini sering sekali menampakan diri di depan adelia.


ia berjalan santai mendekati sebuah pohon mangga di dekat lapangan bola, ia


membersihkan beberapa rerumputan dan bersiap untuk menhempaskan badanya. Sampai


ketika sebuah suara mengagetkanya.

__ADS_1


"heeeeemmmm" – suara dari pria misterius


"ah kakek mengagetkan saja, kenapa


selalu muncul secara tiba” dan pergi tanpa mengucapkan salam ?" – kata adelia


"hehehe, maaf nduk itulah kebiasaan dari


kakek yang tak bisa hilang dari dulu. Maaf telah membuatmu bangun sepagi ini


nduk" – suara dari kakek


"iya kek, tak apa lagian aku sengaja datang sepagi ini karena memang sudah


berjanji kepada kakek lingga kan ? dan pantang bagi seorang untuk melanggar


janjinya" – senyum adelia


"hahaha, masih pagi sudah bicara seuatu yang terlalu jauh nduk. Kamu tau kenapa


kamu aku suruh untuk menemuiku sepagi ini nduk ?" – kata kakek lingga dengan


suara yang agak menekan


"kamu sudah belajar lebih dari 2 tahun di sekolah ini nduk, 2 bulan lagi kamu


akan menemui babak baru di hidupmu. Dan ketika itu pula kamu akan menjalani


kehidupan dengan begitu banyak hal baru yang akan secara pelahan menuntunmu


menguak siapa sebenarnya dirimu"– kata kakek lingga lembut


"aku sebenarnya kek ? aku kan adelia kek, anak dari ibu lina yang setiap pagi berjualan


ubi rebus di pasar" – balas adelia


"hehehe, itu bener nduk. Tapi ada rahasia besar yang nantinya kamu akan ketahui


sendiri, Tapi bukan dari mulutku ini. Biarkan waktu yang akan menunjukan

__ADS_1


kepadamu secara perlahan. Pertemuan ini juga merupakan pertemuan terakhir kita


nduk, besok kakek akan memulai perjalanan kakek yang tertunda. Aku harap kamu


hati hati dan selalu jaga sikap dimanapun kakiku berpijak" – tutur sang kakek


"kakek mau kemana ? kenapa begitu cepat ? aku harus kemana untuk menemui kakek ?"


– rengek adelia


"kakek akan selalu mengawasimu nduk, selama ini hanya kamu yang kakek tunggu tunggu, seorang


putri yang nantinya akan membantu pemulihan bumi serta mahluk”nya. Jangan khawatir


nduk, suatu saat kita akan bertemu lagi. Yang terpenting kamu harus mulai bersiap


diri, karena perjalananmu baru akan segera dimulai" – tutur sang kakek dengan


suara yang semakin lama semakin hilang


"kek, kok jadi putih semua kek ? kakek dimana ?" – teriak adelia


"woyyy del bangun, dicari kemana” taunya malah tiduran disini hadehhh" – kata rina


teman sebangku dan sahabat adelia dari kecil


"Hehehe, tadi aku nungguin kamu disini


karena lama akhirnya aku ketiduran" – balas adelia sambil menggaruk” rambutnya


yang sebenarnya tidak gatal


"ayo masuk, 10 menit lagi jam masuk dimulai del" – ajak rina


"yukks" – balas adelia


Pertemuan dengan kakek lingga masih terngiang di fikiran adelia. Kakek misterius yang


hampir setiap hari menemuinya namun anehnya tidak ada orang yang lain yang

__ADS_1


mengenalnya, kata” kakek lingga sangat menjadi beban fikiran adelia, ada


perasaan sedih karena terlalu cepat kakek lingga pergi meninggalkanya.


__ADS_2