
Adelia sehari hari
memiliki banyak agenda kegiatan di sekolahnya, ditambah agenda diluar kegiatan
sekolah yang setiap hari membuat badanya terasa remuk.
Langkah adelia dimulai dari sekolah, hari masih
sangat pagi. beberapa orang nampak untuk memulai mengais rezeki, hewan” mulai
mengeliat mengepakkan ekor dan sayapnya untuk bersiap menjalani misi bertahan hidup,
serta tumbuhan yang mulai menampakkan sinar terang dari tubuhnya ketika matahari bersiap untuk
memberikan energi kehidupanya.
Adelia nampaknya datang terlalu pagi dibanding teman temannya, ia menyapa
penjaga sekolah dan mulai masuk ke bangunan besar milik SMP N 1 Wonodadi. Ia berjalan
melewati lorong” sekolah dan berhenti tepat di depan pintu kelas 12 B.
Adelia merupakan siswi kelas 3 dengan predikat
siswa berprestasi dalam bidang seni, dari kecil ia sudah menyukai kegiatan
seni. Mulai dari, musik, melukis, sampai seni dramatical.
Memang ia sudah merencakan untuk datang sepagi ini
untuk menemui seseorang di belakang sekolah, seseorang yang misterius yang
selama 3 bulan belakangan ini sering sekali menampakan diri di depan adelia.
ia berjalan santai mendekati sebuah pohon mangga di dekat lapangan bola, ia
membersihkan beberapa rerumputan dan bersiap untuk menhempaskan badanya. Sampai
ketika sebuah suara mengagetkanya.
__ADS_1
"heeeeemmmm" – suara dari pria misterius
"ah kakek mengagetkan saja, kenapa
selalu muncul secara tiba” dan pergi tanpa mengucapkan salam ?" – kata adelia
"hehehe, maaf nduk itulah kebiasaan dari
kakek yang tak bisa hilang dari dulu. Maaf telah membuatmu bangun sepagi ini
nduk" – suara dari kakek
"iya kek, tak apa lagian aku sengaja datang sepagi ini karena memang sudah
berjanji kepada kakek lingga kan ? dan pantang bagi seorang untuk melanggar
janjinya" – senyum adelia
"hahaha, masih pagi sudah bicara seuatu yang terlalu jauh nduk. Kamu tau kenapa
kamu aku suruh untuk menemuiku sepagi ini nduk ?" – kata kakek lingga dengan
suara yang agak menekan
"kamu sudah belajar lebih dari 2 tahun di sekolah ini nduk, 2 bulan lagi kamu
akan menemui babak baru di hidupmu. Dan ketika itu pula kamu akan menjalani
kehidupan dengan begitu banyak hal baru yang akan secara pelahan menuntunmu
menguak siapa sebenarnya dirimu"– kata kakek lingga lembut
"aku sebenarnya kek ? aku kan adelia kek, anak dari ibu lina yang setiap pagi berjualan
ubi rebus di pasar" – balas adelia
"hehehe, itu bener nduk. Tapi ada rahasia besar yang nantinya kamu akan ketahui
sendiri, Tapi bukan dari mulutku ini. Biarkan waktu yang akan menunjukan
__ADS_1
kepadamu secara perlahan. Pertemuan ini juga merupakan pertemuan terakhir kita
nduk, besok kakek akan memulai perjalanan kakek yang tertunda. Aku harap kamu
hati hati dan selalu jaga sikap dimanapun kakiku berpijak" – tutur sang kakek
"kakek mau kemana ? kenapa begitu cepat ? aku harus kemana untuk menemui kakek ?"
– rengek adelia
"kakek akan selalu mengawasimu nduk, selama ini hanya kamu yang kakek tunggu tunggu, seorang
putri yang nantinya akan membantu pemulihan bumi serta mahluk”nya. Jangan khawatir
nduk, suatu saat kita akan bertemu lagi. Yang terpenting kamu harus mulai bersiap
diri, karena perjalananmu baru akan segera dimulai" – tutur sang kakek dengan
suara yang semakin lama semakin hilang
"kek, kok jadi putih semua kek ? kakek dimana ?" – teriak adelia
"woyyy del bangun, dicari kemana” taunya malah tiduran disini hadehhh" – kata rina
teman sebangku dan sahabat adelia dari kecil
"Hehehe, tadi aku nungguin kamu disini
karena lama akhirnya aku ketiduran" – balas adelia sambil menggaruk” rambutnya
yang sebenarnya tidak gatal
"ayo masuk, 10 menit lagi jam masuk dimulai del" – ajak rina
"yukks" – balas adelia
Pertemuan dengan kakek lingga masih terngiang di fikiran adelia. Kakek misterius yang
hampir setiap hari menemuinya namun anehnya tidak ada orang yang lain yang
__ADS_1
mengenalnya, kata” kakek lingga sangat menjadi beban fikiran adelia, ada
perasaan sedih karena terlalu cepat kakek lingga pergi meninggalkanya.