Tiada Akhir Dari Sebuah Perjalanan

Tiada Akhir Dari Sebuah Perjalanan
Menjadi pahlawan


__ADS_3

Awalnya raja ragu untuk mengijinkan putra pertamanya pergi untuk berkelana setelah pangeran mengalami sakit berkepanjangan, namun di sisi lain dia juga tidak bisa menolak keinginan putranya karena dia sendiri merasakan hal yang sama seperti yang dirasakan oleh sang pangeran. Disini petualangan baru pak cakra buana akan dimulai.


Pangeran mulai mempersiapkan segala kebutuhan, mulai dari 2 setel pakaian, pedang kesayangan, dan kuda hitam bernama alang yang dirawat sejak kecil akan menemani perjalananya untuk berkelana mencari tau sebab kematian ibunda tercintanya. tepat setelah sinar matahari mulai meninggi, pangeran cakra buana mulai menghentakkan kedua kakinya guna mengajak hewan kesayanganya untuk segera berlari.


Dan tanpa terasa perjalanan sudah semakin jauh serta matahari sudah menampakkan keperkasaanya di tengah jutaan mahluk dibawahnya, sang pangeran coba mencari tempat untuk berisitirahat. Setelah sekian lama mencari tempat, akhirnya pandanganya tertuju ke suatu warung makan kecil yang berada di tengah pasar di sebuah desa diluar keraton Bratabuana.


“nyuwunsewu bu, makananya 1 porsi ya bu ?” tanya sang pangeran


“inggih kisanak” jawab ibu penjual


“penjual berikan kami makanan terbaik di tempat ini” bentak seorang lelaki berbadan tegap bersama 3 orang lainya


“tambah berikan tuaknya” saut yang lain


“mohon maaf tuan, saya tidak menjual tuak” jawab sang penjual sambil memberikan makanan kepada pangeran

__ADS_1


“kenapa dia kamu kasih makanan duluan, asal kamu tau saya harus tetap di nomor satukan !” teriak pria tersebut


“mohon maaf kisanak, bila memang anda sedang menahan lapar silahkan ambil saja” jawab ramah sang pangeran


“kelihatanya pria itu bukan orang sembarangan kang, dia membawa kuda dan pedang. Lumayan kalau dijarah” – bisik temanya yang lain


“he kau, kelihatanya kamu bukan orang biasa. Serahkan pedang dan kudamu kalau kamu masih ingin selamat” bentak sang preman


“maaf kisanak, saya hanya pengembara yang tidak kaya raya. Hanya pedang dan kuda ini yang menjadi harta saya satu satunya” tolak sang pangeran halus


sementara perdebatan masih berlangsung, sang penjual tampak mengendap endap untuk mencoba melarikan diri.


Perdebatan diantara 5 orang itu semakin sengit, sang pangeran masih tetap tidak mau menyerahkan barang yang diinginkan para berandal sedangkan para berandal masih membentak bentak sang pangeran. Akhirnya, pertarungan pun tidak bisa direlakan.


“saya sudah cukup sabar ya kisanak, jangan paksakan saya untuk mengambil langkah kekerasan” suara sang pangeran yang masih mencoba menahan agar tidak ada kekerasan

__ADS_1


“hah, banyak omong ! kalian bertiga serang dia” perintah sang berandal


pertarungan berlangsung sengit, 3 vs 1 orang. Sebenarnya ilmu kanuragan 3 orang bawahan sang berandal masih cukup jauh bila dibandingkan dengan kemampuan beladiri sang pangeran yang memang sedari kecil sang pangeran sudah dibekali dengan berbagai pelajaran ilmu kanuragan.


dengan mudahnya, tidak sampai 10 jurus 3 orang bawahan sang berandal sudah tergeletak.


“kau siapa kisanak ? kenapa dengan mudah kau membuat anak buahku tidak berdaya” tanya sang berandal yang masih keheranan


“hehe saya hanya seorang pengembara yang kebetulan sedang berisitirahat disini. Sudahlah kisanak jangan diteruskan, pertarungan tidak ada yang saling menguntungkan” jawab sang pangeran


“hahaha masih muda sudah berani menceramahiku ! walaupun 3 orang anak buahku sudah kau kalahahkan tapi jangan sebut namaku POTRO GENI kalau aku tak bisa membunuhmu!” hardik sang berandal


“rasakan kepalan tinju mautku hiaaa” teriakan sang berandal sambil memukul tubuh sang pangeran


“hehe kisanak ini benar benar tidak bisa diberi tahu” gumam sang pangeran sambil menangkis pukulan sang berandal

__ADS_1


di sisi lain, pertarungan tersebut sudah disaksikan hampir puluhan manusia yang tak sengaja melihat serta ada beberpa prajurit kedipaten pilang arum yang ikut menyaksikan pertaruungan tersebut. Tidak ada 10 menit pertarungan tersebut dimenangkan dengan mudah oleh sang pangeran.


__ADS_2