Tiada Akhir Dari Sebuah Perjalanan

Tiada Akhir Dari Sebuah Perjalanan
Rahasia pak cakra


__ADS_3

“Tabib wisnu,


berikan obat” pemulihan tenaga terbaik yang kita miliki, dayang berikan makanan


yang memiliki gizi terbaik di negeri ini, Patih informasikan kesembuhan


pangeran kepada seluruh rakyat Bratabuana serta siapkan pesta untuk penyambutan


putraku, dan untuk karna mari ikuti ayah anakku” – titah sang raja


“sendiko dawuh gusti” – semua serempak menundukkan kepala


Pak Cakra tampak gelisah di ruangan tidurnya, dia memiliki rasa khawatir


kepada ibundanya. Ia pun sudah sangat capek menanyakan kepada para pelayan


istana, namun tidak ada satupun yang berani untuk menjawabnya.


Malam tiba, seseorang masuk ke ruangan pribadi pak Cakra


TOK ... TOK ... TOK


”Sendiko dawuh pangeran, hamba diutus baginda raja untuk memberitahukan kepada


pangeran. Pangeran sudah ditunggu di aula ruangan kerajaan” – kata prajurit


seraya menundukkan kepala


"Jangan berlebihan paman, kayak seperti siapa saja. Ayo kita berangkat" – ajak


pangeran


Pak Cakra atau pangeran cakra buana merupakan seseorang pangeran yang diidam


idamkan rakyat, sifat rendah hati, penolong serta tidak pernah memandang kasta

__ADS_1


yang membuat rakyat Bratabuana sangat menyayangi beliau. Setelah mendengar


sakitnya pangeran, rakyat Bratabuana serasa tidak memiliki semangat untuk hidup


seperti biasanya. Fikiran serta doa seluruh rakyat selalu tertuju untuk


kesembuhan dan pangeran, dan hari ini di depan mata mereka orang yang sangat di


hormati itu kembali membuat mereka tersenyum kembali.


“Sugeng ndalu ayahanda" – salam pak Cakra kepada ayahnya


"Putraku, mari duduk dekat ayah nak. Sesuai janji ayah, ada banyak hal yang


ingin ayah sampaikan kepadamu sebelum pesta penyambutanmu” – jawab Sang Raja


Mereka berdua tampak duduk berdua di suatu meja di sebuah ruangan besar


.“Apa yah ? – jawab pak cakra yang kaget menerima kabar dari baginda


kepadamu tadi pagi karena ayah khawatir dengan kondisimu yang baru sembuh, ayah


takut kamu akan sakit kembali anakku” – kata Sang Raja sambil memeluk putranya


“Dimana makam ibunda yah, ibunda sakit apa ?” – tanya pak Cakra sambil


meneteskan air matanya


“Ibundamu dimakamkan di sebuah lereng gunung kawai nak, sesuai permintaan


terakhir ibundamu, beliau juga yang memberikan ayah semangat untuk menungguimu


selama ini karena ibundamu yakin suatu saat nanti kamu akan sembuh. Klo untuk


penyakitnya, ibundamu menderita” – jawab Sang Raja yang tampak menghela

__ADS_1


nafas panjang sebelum melanjutkan ceritanya


“Ibundamu mendapat penyakit aneh nak, ayahanda tidak tau penyakit apa itu.


Orang serta pengobatan terbaik sudah ayah siapkan namun tidak ada satupun yang


mampu mengobati ibundamu permasuriku Ratna Ayumi” – jawab Sang Raja sambil


mengelap air mata yang sudah jatuh dari tadi


“Harus kemanakah aku untuk mencari tau penyakit ibu yah ? aku rasa ada yang


janggal” – tanya pak cakra


“Coba selepas perayaan ini, temuilah tabib Wisnu karena beliaulah yang


selama ini menjaga ibundamu ketika sakit nak” – jawab Sang Raja


“Baik yah setelah ini akan kutemui, sebaiknya kita mulai masuk ke ruangan


aula yah, sepertinya rakyat sudah mulai berada di aula” – ajak pak Cakra


Di sebuah ruangan besar milik kerajaan Brartabuana hampir seluruh rakyat


menghadiri jamuan tersebut semua pejabat tinggi istana juga sudah duduk di


kursi” masing. Hingga suatu suara membuyarkan aktifitas mereka masing”.


“Seluruh pejabat tinggi istana serta


rakyat Bratabuana harap bersiap, Baginda Raja Dwi Prabu Arya akan memasuki


ruangan “


Semua serempak menundukan badan seraya memberi hormat kepada rajanya. 

__ADS_1


__ADS_2