
“Tabib wisnu,
berikan obat” pemulihan tenaga terbaik yang kita miliki, dayang berikan makanan
yang memiliki gizi terbaik di negeri ini, Patih informasikan kesembuhan
pangeran kepada seluruh rakyat Bratabuana serta siapkan pesta untuk penyambutan
putraku, dan untuk karna mari ikuti ayah anakku” – titah sang raja
“sendiko dawuh gusti” – semua serempak menundukkan kepala
Pak Cakra tampak gelisah di ruangan tidurnya, dia memiliki rasa khawatir
kepada ibundanya. Ia pun sudah sangat capek menanyakan kepada para pelayan
istana, namun tidak ada satupun yang berani untuk menjawabnya.
Malam tiba, seseorang masuk ke ruangan pribadi pak Cakra
TOK ... TOK ... TOK
”Sendiko dawuh pangeran, hamba diutus baginda raja untuk memberitahukan kepada
pangeran. Pangeran sudah ditunggu di aula ruangan kerajaan” – kata prajurit
seraya menundukkan kepala
"Jangan berlebihan paman, kayak seperti siapa saja. Ayo kita berangkat" – ajak
pangeran
Pak Cakra atau pangeran cakra buana merupakan seseorang pangeran yang diidam
idamkan rakyat, sifat rendah hati, penolong serta tidak pernah memandang kasta
__ADS_1
yang membuat rakyat Bratabuana sangat menyayangi beliau. Setelah mendengar
sakitnya pangeran, rakyat Bratabuana serasa tidak memiliki semangat untuk hidup
seperti biasanya. Fikiran serta doa seluruh rakyat selalu tertuju untuk
kesembuhan dan pangeran, dan hari ini di depan mata mereka orang yang sangat di
hormati itu kembali membuat mereka tersenyum kembali.
“Sugeng ndalu ayahanda" – salam pak Cakra kepada ayahnya
"Putraku, mari duduk dekat ayah nak. Sesuai janji ayah, ada banyak hal yang
ingin ayah sampaikan kepadamu sebelum pesta penyambutanmu” – jawab Sang Raja
Mereka berdua tampak duduk berdua di suatu meja di sebuah ruangan besar
.“Apa yah ? – jawab pak cakra yang kaget menerima kabar dari baginda
kepadamu tadi pagi karena ayah khawatir dengan kondisimu yang baru sembuh, ayah
takut kamu akan sakit kembali anakku” – kata Sang Raja sambil memeluk putranya
“Dimana makam ibunda yah, ibunda sakit apa ?” – tanya pak Cakra sambil
meneteskan air matanya
“Ibundamu dimakamkan di sebuah lereng gunung kawai nak, sesuai permintaan
terakhir ibundamu, beliau juga yang memberikan ayah semangat untuk menungguimu
selama ini karena ibundamu yakin suatu saat nanti kamu akan sembuh. Klo untuk
penyakitnya, ibundamu menderita” – jawab Sang Raja yang tampak menghela
__ADS_1
nafas panjang sebelum melanjutkan ceritanya
“Ibundamu mendapat penyakit aneh nak, ayahanda tidak tau penyakit apa itu.
Orang serta pengobatan terbaik sudah ayah siapkan namun tidak ada satupun yang
mampu mengobati ibundamu permasuriku Ratna Ayumi” – jawab Sang Raja sambil
mengelap air mata yang sudah jatuh dari tadi
“Harus kemanakah aku untuk mencari tau penyakit ibu yah ? aku rasa ada yang
janggal” – tanya pak cakra
“Coba selepas perayaan ini, temuilah tabib Wisnu karena beliaulah yang
selama ini menjaga ibundamu ketika sakit nak” – jawab Sang Raja
“Baik yah setelah ini akan kutemui, sebaiknya kita mulai masuk ke ruangan
aula yah, sepertinya rakyat sudah mulai berada di aula” – ajak pak Cakra
Di sebuah ruangan besar milik kerajaan Brartabuana hampir seluruh rakyat
menghadiri jamuan tersebut semua pejabat tinggi istana juga sudah duduk di
kursi” masing. Hingga suatu suara membuyarkan aktifitas mereka masing”.
“Seluruh pejabat tinggi istana serta
rakyat Bratabuana harap bersiap, Baginda Raja Dwi Prabu Arya akan memasuki
ruangan “
Semua serempak menundukan badan seraya memberi hormat kepada rajanya.
__ADS_1