Tiba Tiba Nikah

Tiba Tiba Nikah
jawaban zahdi


__ADS_3

" bisakah mas zahdi memberi jawaban disini? Didepan dokter khoir dan zahra?" tanya alya lagi


zahdi pun menatap zahra dan dokter khoir bergantian dan menghela nafas perlahan. Ia mencoba menetralkan diri dan bersiap menghadapi apapun reaksi dari gadis dihadapannya yaitu alya.


" ok sebelumnya saya meminta maaf sebesar besarnya sama kamu alya.." zahdi menggantungkan ucapannya dan melihat sekilas wajah sang istri zahra. Zahra yang seakan mengerti keadaan suaminya itu hanya bisa menganggukkan kepalany tanda ia mendukung sang suami.


" alya.. sebelumny nenek memang sudah membicarakan tentang perjodohan ini tapi saya belum memberi jawaban apapun pada nenek.."


lagi zahdi menggantungkan ucapannya namun sekarang yang ia lihat adalah expresi gadis yang ada dihadapannya alya.


" semenjak ucapan nenek yg ingin menjodohkan kita,saya berniat untuk menemui nenek dulu, tapi allah memberikan jalan lain pada saya sehingga saya lebih dulu bertemu dengan zahra dan menikah dengannya sebelum saya sempat bertemu nenek". Kini zahdi terdiam, ia menunggu reaksi alya ýang kini matanya mulai memanas menahan air mata dan kesedihanny. Ia begitu mencintai zahdi, namun ia ta bisa melawan kehendak allah dan ia harus menerima kenyataan ini dengan lapang dada.


" terimakasih atas kejujuran mu mas.. Dan terimakasih juga karena telah membantu kesembuhan saya.." alya pun bereaksi tanpa aba2 air mata pun membasahi pipi ny.


" untuk zahra,, saya berterimakasih sekali sekaligus meminta maaf karena telah membuatmu repot atas keegoisanku.." ucapnya seraya memegang erat tangan zahra, namun zahra yang merasakan sakitnya perasaan yang dialami alya, ia pun memeluk erat alya. " tidak perlu meminta maaf alya, saya paham sekali perasaan kamu, seharusnya saya yang meminta maaf sama kamu karena telah mengambil zahdi lebih dulu dari mu padahal kamulah yang lebih dulu kenal dengannya.." ucap zahra saat alya dalam pelukannya.. setelahnya alya pun melepaskan pelukan zahra, ia menatap zahra dan menarik pelan tangan zahra menuntunnya mendekat pada zahdi ,saat dihadapan zahdi alya meraih tangan zahdi dan menyatukan tangan zahra dan zahdi itu tanda bahwa ia sudah ikhlas dengan kenyataan berat ini.

__ADS_1


" selamat atas pernikahan kalian.. Maaf saya terlambat mengucapkanny saya sudah mengikhlaskan kejadian ini, semoga kita bisa tetap berteman baik.." kini zahdi menatap netra zahra, " terimakasih alya km sudah mau mengerti dan ikhlas atas kejadian ini" ucap zahdi.


" ehem.. maav mengganggu ya.. Zahra apa sudah bisa keluar? Saya akan tuliskan resep obat dan vitamin untuk alya" ucap dokter khoir yang sedari tadi hanya diam kini bereaksi karena ia sudah lapar dan ingin segera istirahat makan siang yang tadi sempat ia tunda.


zahra dan zahdi pun menunggu alya diluar ruang pemeriksaan.


" baiklah nona alya saya akan meresepkan obat dan vitamin untuk anda" ucap sang dokter lg.


" baik dok" jawab alya


" maav nona, sebelumnya apa anda punya alergi tertentu?"


" baiklah nona alya ini resep obat untuk mengurangi rasa sakit kepala dan vitaminnya ya.." ujar dokter khoir.


" baik dok, terimakasih banyak sebelumnya"

__ADS_1


" sama sama nona alya, oya bagaimana kalau kita ber empat makan siang bersama? Kebetulan makan siang saya tadi tertunda dan kalian juga pasti belum makan siang juga kan? Dekat sini ada kafe yang punya menu enak fan tempatnya cukup nyaman"


" apa itu tdk mengganggu waktu makan siang anda dok?" tanya alya ragu


" tentu tidak, zahra itu adik sepupu saya jadi anggaplah saya teman kalian biar lebih akrab"


" ada baiknya kalo kita tanyakan pada uztadz zahdi dan zahra dulu ďok"


" ok, yuk kita keluar nanti biar saya yang bicara sama mereka"


dokter khoir dan alya pun keluar ruang pemeriksaan dan menemui zahra yang sedang duduk diarea ruang tunggu dengan zahdi yang duduk disampingnya.


" zahra, makan siang bareng yuk" ajak dokter khoir.


" loh emang kk dah ga ada jam praktek? " tanya zahra karena ia sebenarny tidak enak pada kaka sepupunya itu untuk masuk dalam masalah keluarganya.

__ADS_1


" kaka masih ada jam tapi jam 4 sore ini kan baru jam 2 masih ada waktu.. Gmn?"


akhirnya merekapun menyatujui ajakan dokter khoir. Mereka pun mengikuti kemana sang dokter mengajak mereka untuk makan siang.


__ADS_2