Tiba Tiba Nikah

Tiba Tiba Nikah
pikiran zahra


__ADS_3

didalam mobil zahra tampak cemas memikirkan kata kata kedua orang tua zahdi dimeja makan tadi.


"ada apa zahra ?" ucap zahdi yang ternyata sedari tadi memperhatikan calon istrinya itu


"eh, ga kenapa kenapa ko.."


"aneh, ga papa ko mukanya kliatan setres.."


" oo jadi km ngatain aq cewe setres ?" tanya zahra tiba2 kesal dengan ucapan zahdi.


"eh, emm maav zahra sy g bermaksud ngatain km ko"


"lah trus ko bilang aq kaya cewe stres?"


"soalnya muka km itu.. ky lagi mikir keras gtu"


"oo.. aq mikirin pertemuan besok.."


"kenapa dipikirin.. jalani aja.."


"aq belum siap.. semua dadakan.."


"zahra, usia km dh 25thn kan? apa yg bikin km belum siap? kuliah udh tinggal wisuda jg, kerjaan? km g usah pusing mikir kerjaan.. setelah kita menikah km jadi sekertaris pribadi saya.."


"apa? sekertaris?.."


"iya, kenapa? km g mau? kalo gtu setelah menikah km cukup dirumah saja "


"loh ko dah sampe mana2 sih ngomongnya.."


"terus apa yang bikin km blum siap? "


"apa. . kita bisa menikah tanpa cinta?"


"cinta akan tumbuh seiring kebersamaan kita zahra"


"tapiii..."

__ADS_1


"sudah lah zahra.. sy sudah bilang berkali kali saya akan berusaha menjadi suami yang baik buat km"


"hheemm.."


tak lam kemudian mereka sampai dirumah orang tua zahra


"asalamualaikum bun.. yah.."


"wa'alaikumsalam sayang.." sang bunda membuka pintu.


"nak zahdi masuk dulu yuk.. ad ayah didalem.."


"iya bun.."


mereka bertiga berjalan menuju ruang tv karena sang ayah ada disana.


"ah.. zahra, nak zahdi ayo silahkan duduk" sambut sang ayah.


" ada ap yah ko kliatan serius?" tanya zahra penasaran


"alhamdulillah kita baik2 aja yah.."


"zahra tidak berbuat sesuatu yang tisak menyenangkan kan? "


"iihhh ayah ko gitu nanyanya.. zahra anak baik tau yah.."


"zahra ayah nanya zahdi tau.."


"alhamdulillah aman yah.. zahra kelihatan dh siap.."


"syukurlah kalo gitu.."


"oya bun.. yah.. besok kedua orang tua saya mau silahturahmi kesini apa boleh?"


"tentu boleh lah nak zahdi.. biar kita sama2 kenal.. kita kan calon keluarga.."


"alhamdulillah kalo gtu yah.. insyaallah mungkin habis isya saya dan kedua orang tua saya kesini"

__ADS_1


setelah berbincang bincang ringan dengan kedua orang tua zahra, akhirnya zahdi pun izin kembali pulang kerumah kedua orang tua nya.


"hati2 nak zahdi."


"iya yah.. assalamualaikum yah.. bun.. zahra.."


dikamar zahra..


"aduhh.. ko tiba2 gini ya jalan hidup gw? gagal deh punya pacar yang so cute yang bisa dipamerin.. huuffftt..." zahra berbicara dengan pantulan dirinya sendiri dimeja kaca riasnya..


"tapi.. mungkin ini dh jalan nya.. mungkin emang zahdi jodoh gw ya..". "ah.. jalanin aj lah mungkin emang ini yang terbaik.. bismillah aja..".


zahra lalu menuju tempat tidurnya sambil menekan tombol nomer sang sahabat nindya.


"assalamualaikum nin.."


"wa'alaikumsalam ra.. ad apa ra tumben telpon gw malem2 gini. biasany lo senengnya ketemu gw langsung.." jawab nindya panjang lebar.


"gw mau curhat nin.."


"widih serius kyanya ini ra?"


"apa gw nginep rumah lo aja ya ra.. kynya enakan cerita langsung deh" usul nindya.


"ok cuss ksni aj nin.."


hanya perlu 15 menit perjalanan dari rumah nindya ke rumah zahra.


"assalamualaikum.." nindya mengucap salam


zahra yang sudah mengetahui kedatangan nindya langsung membukakan pintu untuk sahabatnya itu.


"wa'alaikumsalam.. masuk nin langsung kekamar gw aj ya.. ayah sama bunda udh masuk kamar juga soalnya"


"ok , yuk"


haloo bestie.. maav ya kalo ada kata2 yang sulit dimengerti.. aq masih belajar.. 🙏😇

__ADS_1


__ADS_2