
"Neta, Aku mau ke kantin ada titipan?"
"Tidak Lea. Pergilah aku akan menyusul mu jika nanti aku ingin, Tugas ku masih cukup banyak dan harus di selesaikan hari ini agar aku cepat menyelesaikan pendidikan ku."
"Baiklah, Ingat untuk makan siang kesehatan mu juga penting. Aku mau ke kantin sekalian langsung balik karna Hansel sudah menunggu dari tadi ."
"Ok."
"Dasar menyebalkan apa susahnya sih melihat aku sebelum pulang." kata Eleanor kesal pada sahabat nya yang sangat super sibuk itu
"Lea pergilah sebelum Hansel membom mu dengan berbagai spam emoticon."
Neta membalas dengan masih konsen pada materi nya. Lea pun pergi dengan wajah cemberut nya.
***
"Lea." kata Hansel melambaikan tangan saat melihat sang pujaan hati datang
"Ada apa sayang? Apa Neta membuat mu kesal lagi? biar nanti aku yang akan menegurnya karna sudah mengacaukan hari indah bidadariku."
"Berhenti membuat ku kesal Hans, Kau tau aku sangat marah pada nya, aku di acuhkan dan kalah oleh kertas-kertas jelek itu." kata Lea menggerutu
"Baiklah, Maafkan aku. Oh yah sabtu besok jadikan dia mau datang dan kita harus menyambut nya."
"Siapa?"
"Tristan"
"Jadi dia akan kembali? apa dia sudah bisa menerima segalanya? aku takut dia semakin tersiksa berada di sini. Kau tau sendiri kan jika nenek sihir itu masih di sini?"
"Justru jika disana ku rasa dia akan semakin tersiksa Le, Dia pasti akan semakin menyendiri dan tanpa teman kau tau kan jika dia hampir sama seperti teman mu yang keras kepala dan tak bisa di bilang itu."
__ADS_1
"Berhenti memburuk-buruk kan Neta"
"Baiklah aku yang salah besok temani aku untuk menjemput saudara mu itu."
"Sejujurnya aku sangat malas."
"Ayolah sayang kau lebih paham tentang dia daripada aku."
"Apa mama dan papa ku sudah tau?"
"Seperti nya udah karena hari ini mereka menyuruhku untuk menjemput putri mereka yang nakal untuk kembali ke rumah tanpa bantahan."
"Jadi bagaimana dengan Neta?"
"Tenang saja dia sudah besar tau arah jalan pulang kok." kata Hansel kesal karena lebih peduli pada Neta daripada dirinya.
"Berhenti cemburu pada Neta Ansel kau tau kalian memiliki posisi sendiri dalam hati ku. Neta kakak perempuan ku dan kau adalah orang terpenting dan ku sayangi dalam hidup ku jangan sama kan posisi mu dengan nya."
"Pulang yuk."
Tak terasa hari semakin sore hingga matahari yang tadi nya cerah kini berganti menjadi gelap. Namun seseorang yang masih duduk di dalam ruangan perpustakaan itu seolah tak menyadari atas apa yang terjadi di sekitarnya
"Garneta apa kamu belum masih berniat untuk pulang?" Seseorang menyadarkan dia yang tak lain adalah Aldercy Goevanni
"Eh... Maaf Mrs Aldercy saya terlalu asyik dengan dunia saya sendiri. Saya akan kembali." kata Dia tersenyum dan mengatur semua buku yang dia bawa untuk di lanjutkan di rumah.
Karena hari ini merupakan hari sabtu jadi Neta memang tidak bekerja dia hanya akan fokus pada kuliahnya.
"Garneta sesekali jangan terlalu fokus hanya pada pendidikan mu saja. kamu juga butuh waktu untuk istrahat dan santai."
"Iya Mrs. Jika saya santai maka saya menunda begitu banyak pekerjaan yang seharusnya bisa saya selesaikan hari itu juga. Setelah saya menyelesaikan pendidikan, saya mungkin akan mempertimbangkan perkataan iya dan lebih memperhatikan diri saya Mrs seperti yang anda harapkan."
__ADS_1
"Baiklah Terserah mu. Mrs hanya ingin memberikan saran yang terpenting kesehatan nya di jaga."
"Terimakasih Mrs, saya duluan." kata Neta sambil keluar dari ruangan itu
"Apa semua manusia di dunia ini hanya akan sibuk dengan mereka sendiri. Hingga menjaga tubuh sendiri pun kadang di abaikan seolah aku selalu menghadapi orang yang sama setiap kali bertemu dengan nya." kata Aldercy dalam hati saat melihat sosok Gerneta tersebut pergi dari hadapan nya.
Saat keluar dari kampus hendak menuju halte seseorang memanggil Neta
"Neta" tanyak seseorang sambil berlari mengejar langkah Neta
"Jonea?" kata Neta berhenti saat dia mendengar seseorang menyuarakan namanya.
"Baru pulang?"
"Iya, Darimana?"
"Habis main basket."
"Oh"
"Mau balik?"
"Iya, ku antar ya."
"Gak usah Jon, Kebetulan aku ada janji sama teman ku."
"Neta ini sudah hampir jam 10 siapa lagi yang ingin berjumpa dengan mu mendekati tengah malam begini."
"Mengapa kau kesal?" tanyak Neta melirik tajam Jonea sedangkan yang di tatap hanya bingung harus menjawab apa pada Neta dia hanya tersulut emosi karena ajakan nya di tolak dengan alasan ada pertemuan yang lebih penting lagi.
"Aku duluan Jon." kata Neta tersenyum meninggalkan Jonea kesal dan bahkan sangat marah entah pada siapa yang jelas saat itu dia hanya ingin melampiaskan kemarahan nya. Padahal ini mungkin bukan pertama kali dia di tolak oleh Neta namun setiap Neta selalu saja menolaknya maka dia akan sangat marah pada dirinya sendiri karna tidak bisa membuat Neta menjadi pelabuhan nya atau lebih tepatnya Neta tak pernah memandangnya ada sebagai lelaki dan bukan hanya teman.
__ADS_1