Tinta Kelam

Tinta Kelam
Pertemuan


__ADS_3

Saat sedang menunggu bus lewat Neta merenung tentang keadaan yang sedang ia alami kini hingga kini dia telah tiba di rumah kecil di pinggir kota. Walau pun kecil namun itu adalah rumah pembelian hasil jerih payahnya sendiri sejak beberapa tahun lalu.


"Aku Pulang" kata Neta semangat seolah sudah menjadi kebiasaan karena di rumah nya pun tak ada orang namun dia selalu mengucapkan kata itu bertingkah ada seseorang yang selalu menunggu kepulangan nya.


Saat hendak tidur seseorang menghubunginya


"Halo Neta sayang."


" Ka Aksa? Aku merindukan mu" kata Neta Histeris


"Neta kau hampir merusak gendang telinga ku berhenti berteriak" kata Aksa marah di sebrang sana


"Maaf" kata Neta hampir terisak. Karena lama tidak menjawab Aksa tau jika adik angkatnya itu sedang ingin menangis sekarang walau hanya tebakan tapi Aksa sudah lebih dari cukup paham tentang Neta sejak usia 10 tahun Neta sudah di angkat menjadi saudari Aksa, jarak mereka yang cukup jauh membuat Aksa sangat menyayangi Neta apa lagi sejak dulu dia ingin sekali punya adik.


Aksa mengalihkan panggilan itu menjadi panggilan Video


"Mengapa wajah mu?"


"Gak kenapa-napa, memangnya harus kenapa?" kata Neta cemberut


"Maaf sayang, Kakak gak marah kok."


"Tadi ka Aksa Marahin aku kok."


"Baiklah sayang, kakak yang salah. Oh yah Besok ada kerja?"


"Gak kak kan besok minggu"


"Jemput kakak ke bandara ya"


"Apa? Mau apa kakak datang kesini?"


"Mau lari dari mama dan papa."


"Gak boleh "


"Ayolah dek kakak lagi butuh refresing."


"kenapa lagi? ada masalah dengan kak Zura"

__ADS_1


"Bukan tapi papa menyuruh ku untuk mengabil alih perusahaan dan kakak belum siap"


"Sampai kapan kakak tidak siap terus, cepat atau lambat kakak pasti mengambil alih perusahaan papa."


"Tapi dek. Bisnis kakak sekarang lagi ahk gak tau lah dek bingung kakak menceritakan nya."


"Baiklah besok aku jemput"


"Dek tau gak restoran yang kamu bilang makanannya itu enak loh sekarang udah kembali ada seperti biasa"


"Oh yah, aku rindu ingin pulang"


"pokoknya pas natal nanti harus pulang"


"Baiklah itu pasti, udah ya ka aku mau tidur capek loh aku"


"Baiklah. Princess nya Aksa tidur jangan lupa berdoa ya sayang. Tidur nyenyak Miss you."


"Too... "


***


Keesokan harinya Neta berangkat ibadah seperti biasanya dan setelah itu menuju bandara karena sejak tadi Aksa sudah meneror nya dengan berbagai bom chat.


"Aku masih di dalam. Bentar lagi nunggu antrian ini."


"Kakak naik pesawat kelas ekonomi?" kata Neta terkejut dengan tingkah kakak nya.


"Emang kenapa?"


"Ya ampun jika mama dan papa tau yang ada mereka akan membom ku dengan kue coklat kak" kata Neta


"Dek jika kakak naik kelas bisnis mama dan papa malah akan lebih curiga, Jadi santai saja jangan salah jemput."


bruk......


tidak tau apa yang terjadi di sana namun yang di dengar Aksa hanya benda terjatuh dan suara rintihan kesakitan


"Maaf." kata Neta kesal

__ADS_1


"Lain kali jika jalan perhatikan ya pak, Ini bukan angin." lalu dia meninggal seseorang itu dengan perasaan yang campur aduk.


"Ck, seharusnya saya yang marah jika jalan itu pake mata." Neta berhenti dan membalik kan badan nya menghadap pria menyebalkan itu


"Jalan itu pake kaki pak kalo gunanya mata untuk melihat bukan berjalan."


"Dasar wanita menyebalkan"


"Kok malah kamu sih yang marah kan tadi aku udah mintak maaf dan lagi pula yang salah kan kamu."


"Kok malah menyalahkan aku."


"Maaf aku buru-buru." lalu Neta pergi tanpa memperdulikan seseorang yang kesal itu.


"Halo Neta apa yang terjadi?" tanyak Aksa khawatir


"Neta are you ok? "


"aku baik-baik saja kak jangan banyak tanyak kakak udah di mana aku udah sampai cepat keluar."


"Oke ini kakak keluar."


"Kakak aku merindukan mu." kata Neta berlari kepelukan Aksa


"Kakak juga" sambil membalas pelukan sang adik banyak yang menyaksikan mereka


"*Wah mereka romatis sekali"


"Aku juga ingin seperti itu"


"Mereka cocok ya*."


Banyak lagi kata-kata lainnya


" Lihatlah sekitar mu kak. Mereka mengira kita pasangan."


"Biar kan mereka berfikir apa yang jelas hari ini kakak sungguh sangat senang bisa berjumpa dengan mu. Udah masak apa?"


"kakak maunya apa nanti sampai rumah di masakin"

__ADS_1


"Kamu memang yang terbaik sayang" sambil mengecup kening Neta


Tanpa mereka sadari mereka menjadi pusat perhatian tapi tak ada satu pun di antara mereka yang peduli akan hal itu.


__ADS_2