
Setelah acara itu selesai tiba-tiba Aksa ada panggilan kerja yang membuat dia tidak dapat mengantar Zura untuk
kembali ke kantornya.
"Sayang maaf ya, sepertinya aku tak bisa mengantarmu kembali, tiba-tiba ada panggilan ke kantor cabang dan mama sedang menunggu ku disana."
"Tak masalah sayang aku akan kembali ke kantor sendiri saja" Kata Zura
"Tidak boleh, kamu akan di atar pulang oleh Tristan, jadi aku tak perlu terlallu khawatir"
"Tidak masalah Aksa, lagi pula jarak kantor ke sini kan dekat."
"Tris, aku bolehkan merepotkan mu? ayolah Tris masa sama sepupu sendiri seperti itu?"
"Hmmm." Kata Tristan yang masih sibuk dengan Ipad nya tanpa peduli dengan perdebatan pasangan aneh di
depannya ini
Sedangakan Zura sangat kesal dengan Aksa karena telah menjebaknya dengan si gunung es yang ta punya hati itu, Zura sudah hampir menangis walau hanya dalam hati dia sangat marah tidak ada yang mengetahui tentang apa yang difikirkan oleh kedua saudara sepupu itu walau Zura tellah memasang wajah galak nya namun Aksa tak terpengaruh sama sekali
Beberapa saat setelah Aksa pergi, Zura dan Tristan juga menyusul sepanjang perjalanan tidak ada yang suasaanya
seperti jika terdengar sedikit saja suara kecuali suara mobil maka akan terjadi kecelakaan. Miris bukan Zura yang biasa tidak bisa diam selama perjalanan sangat bosan dengan keadaaan yang ada.
Namun pertanyaan tiba-tiba dari Tristan membuat dia cukup terkejut
“Apa kau percaya pada Aksa?”
“Apa aku memiliki alasan untuk tidak percaya kepada Aksa?”
“Tadi pagi aku melihatnya mengantar seorang wanita ke kampus, dan mereka terlihat sanga akrab?”
__ADS_1
“Apa kau sedang berusaha menghancurkan hubungan kami Tristan?”
“Bukan maksud ku seperti itu Zura hanya saja…….”
“Hanya saja apa?” Tanya Zura memotong pembicaraan dari Tristan namun Tristan hanya terdiam tanpa ada jawaban sama sekali.
“Tristan, mungkin kita baru jumpa
kali ini saja tetapi percayalah selama kurang lebih 10 tahun kami bersama aku
sudah cukup mengenal Aksa, kita mungkin sudah pernah berjumpa beberapa kali di
masa lalu namun entah mengapa kau bisa menghilang beberapa tahun terakhir, dan
aku cukup tau bagaimana sifat Aksa, dia mungkin suka menebar pesona kepada
siapa pun tapi percayalah sudah banyak hal yang telah kami lewati, dan hubugan
terlalu banyak jika di ceritakan.”
“Mengapa kamu bisa mengatakan jika
kita pernah berjumpa sebelumnya selain hari ini.”
“Ya, mungkin kau tidak begitu ingat namun biar ku ceritakan sedikit jika kau masih ingat pada cewek satu komplek mu yang gayanya seperti lelaki dan sering menjahili anak tante Tere dan om Rafa, Namun kau selalu saja melindunginya dari kejahilan ku. Hahahahaha (tertawa terbahak-bahak) mugkin dulu au
senakal itu memang. Apa kau sudah ingat?”
“Untuk sekarang masih belum”
“Baiklah Tristan jika kau masih penasaran dengan banyak hal kau bisa datang ke rumah ku di Kanada, aku kesini
__ADS_1
hanya untuk beberapa jalan bisnis dan mungkin lusa sudah kembali ke Kanada”
“Ya”
“Terimakasih atas waktunya Tris, senang bisa berjumpa kembali lagi dengan mu, Jangan terlalu datar tidak baik
untuk kesehatan mu.” Kata Zura tersenyum dan meninggalkan Tristan dengan perasaan yang kacau
Setelah perjalanan hari ini yang cukup memelahkan akhirnya Tristan memutuskan untuk mampir ke sebuah kafe
sekedar menenangkan hati. Dia masuk dan duduk di ujung kafe itu yang sudah beberapa hari terakhir menjadi tempat favorit nya.
Belum lama ia duduk pelayan datang awalnya dia tidak berniat untuk memesan namun saat ia melihat wajah yang
menjamu dia hari ini seketika dia sangat bahagia.
“Mau pesan apa pak?” Tanya Neta pada orang yang duduk di depan nya ini, semuanya ini karena Chika tidak ingin melayani pria ini karena terlalu dingin dan cuek dengan keadaan yang ada. Katanya dia seseorang yang sangat menyebalkan bayanga saja dia sudah seing duduk dan sering menghayal di tempat itu selama berjam-jam lamanya. Itu lah yang membuat Chika sangat malas melayani nya
“Kamu?” Kata Tristan seolah mereka tidak mengenal sedikit pun, dan rasa bahagia yang di pancarkan oleh Tristan itu sangat terlihat.
Namun Neta yang tak memperhatikan itu bahkan karena dia sangat pelupa dalam hal mengingat wajah atau nama
seseorang sehingga ekspresi yang dia tunjukkan itu seolah-olah apa kita pernah bertemu sebelumnya?
“ckckck, Kamu bahkan tak mengingat aku? Aku orang yang kamu tabrak saat di bandara beberapa minggu lalu.”
Neta berusaha mengingat kejadian itu hingga dia ber ujar
“Oh iya aku ingat kamu lelaki menyebalkan itu ya, hahahaha senang berjumpa kembali dengan mu lelaki Rese”
Kata Neta dengan tampang polosnya tanpa menghiraukan wajah sang lawan bicara.
__ADS_1