
***
Di tempat lain di waktu yang sama beberapa saat yang lalu
"Hans jadi menjemput ku bukan ini sudah jam berapa dan aku sudah menunggu kurang lebih 2 jam apa kau memiliki pekerjaan yang lebih penting daripada menjemput ku." kata seseorang itu marah dari seberang telepon itu
"Maaf Tristan. Kau tau sendiri kan jika jalan disini sangat macet."
"Apa aku memintak mu memberikan alasan pada ku Hans cepat bergerak dari tempat tidur mu sekarang."
"Hahaha maafkan aku Tris ku fikir kau tak tahu iya ini aku akan berangkat."
"Hans jika dalam waktu 1 jam ke depan kau belum juga sampai maka jangan salahkan aku jika kau dan lea bersama lagi."
"Berhenti mengancam hubungan kami Tristan. Urusi saja kerja mu jangan mengurusi kami." kata Lea marah sedangkan Tristan hampir saja meledak kan emosinya jika sepupunya itu tak ada di situ
"Hans satu jam dari sekarang." kata Tristan kesal dan menyandarkan tubuhnya pada ruang tunggu tak lama setelah itu dia pergi menuju kamar mandi di tengah perjalanan menuju tempat duduknya dia tidak sengaja menabrak seseorang.
Seorang wanita yang sangat dia rindukan, Seorang wanita yang membuat dia bertahan hidup hingga hari ini, namun Entah apa yang telah terjadi hingga dia bahkan seolah tak mengenali wajah Tristan dan Dia tau seharusnya itu lebih baik dengan begitu Tristan dapat memulai kembali lagi segala sesuatu nya.
__ADS_1
Seharusnya dia senang tetapi Tristan hanya jadi penonton yang menyaksikan pertemuan nya dengan seseorang yang sangat ia kenal.
Dia adalah Aksa. Ingin Tristan menjumpai Aksa namun ia mengurung kan niatnya karena melihat wanita yang dapat mengubah hidupnya atau bahkan menghancurkan hidup nya dalam waktu bersamaan. Bukan tak ingin melihatnya namun masa lalu itu seharusnya tidak terjadi, banyak kata Andai yang ingin di ubah namun hasil nya nihil. Benci dengan keadaan mungkin itu benar tapi tiada hasil akhir dari rasa benci itu yang ada hanya menambah rasa penyesalan.
Kejadian 10 Tahun lalu yang membuat banyak perubahan pada Tristan. Saat itu ia masih berumur 15 Tahun dan harus mengalami tekanan dari keluarga untuk menerus bisnis keluarga namun hal yang tak ia sangka terjadi kepergian sang mama yang tiba-tiba dan juga pernikahan sang Ayah dengan wanita yang sangat ia tak sukai yang berujung ia hanya mendapatkan kekerasan dari mama tirinya. Dan hal yang lebih mengejutkan lagi Ia memiliki seorang adik laki-laki yang umurnya hanya beda 2 tahun darinya dan Merupakan anak Kandung dari sang Ayah. Dan itu semakin membuat Dia membenci sang Ayah.
Saat sedang asyik dengan pemikiran nya sendiri tiba-tiba seseorang datang dan langsung memeluk nya tanpa ijin biasanya dia tak akan pernah ingin menerima pelukan dari siapa pun kecuali memang seseorang yang sudah sangat ia kenal. Walau kesal karena telah menunggu lama namun dia sangat senang dan rindu berjumpa dengan sahabat nya yang sudah seperti rasa saudara itu.
"Aku merindukan mu." kata Lea pada Tristan. Dia hanya bisa geleng kepala melihat tingkah sahabat nya itu walau mereka sebenarnya sungguh menyadari kehadiran sang pacar yang tak lain adalah Hansel.
Namun Hans tak pernah mempermasalahkan hal itu karena Dia sangat mengenal keduanya
"Tristan apa sekarang pemikiran mu sudah jadi sangat kolot, Kami itu pasangan jadi wajar dong. Aku itu udah besar Tris jangan buat aku mengembalikan mu ke rumah om Leroy lagi ya."
"Ok baiklah, aku yang salah tak perlu membahas om Leroy di sini aku tidak bisa membayangkan tingkah militer nya." kata Tristan kesal.
"Mari kita pulang ke rumah, papa dan mama ku telah menunggu mu." kata Lea semangat
"Baiklah aku juga sungguh tak sabar ingin berjumpa dengan Tante Hana" kata Tristan tersenyum hangat.
__ADS_1
"Mari Hans, Kunci Mobil mana?"
"Tris aku masih bisa bawa mobil, kamu kan lelah setelah perjalanan jauh jadi biarkan aku yang melakukan nya."
"Aku masih kuat Hans"
"Tidak, kamu duduk di kursi penumpang Tristan biarkan Hans yang membawa, Aku masih cukup menyayangi nyawahku."
"Tapi.... "
"Aku tak menyuruh mu untuk menyela ku Tris jika tak suka taxi masih banyak."
"Huftttt
Baiklah, Mari kita pulang" kata Tristan kesal tidak di perbolehkan bawa mobil.
sepanjang perjalanan Mereka hanya terdiam karena tidak bisa tenang di buat tatapan Tristan
"Tristan berhenti memplototin kami, apa kamu sudah tak sayang pada Tubuh mu, oke Istrahat lah tatapan mu itu sungguh mengganggu." kata Lea kesal
__ADS_1
Hingga dia bosan dan akhirnya lebih memilih tidur karena kesal.