
***
Di Rumah Neta
"Dek apa kau bisa memasak kan aku nasi goreng?" tanyak Aksa
"Iya kak nanti ya aku mau keluar dulu belik bahan-bahan nya kulkas ku lagi kosong."
"Kakak temani ya."
"Tidak. Kakak kan baru sampai lebih baik kakak sekarang istrahat karena sebentar lagi kakak ipar akan menelfon?"
"Apa kau mengatakan pada nya jika aku di sini?"
"Tentu dong kan kak Zura lagi ada perjalanan Dinas di sini 2 hari yang lalu dia memang menginap tapi semalam gak karena kerja nya lagi banyak."
"Jadi Zura udah di sini?"
"Ya, apa kak Zura gak memberi tau?"
"Dia hanya bilang mau dinas ke luar kota"
"Kakak kan gak nanyak ke mana."
"iya sih, Kakak lupa." Neta hanya geleng kepala melihat tingkah sang kakak yang kadang sering melupakan keberadaan sang pacar.
Neta berangkat ke supermarket terdekat dan membeli beberapa bahan makanan untuk di olah.
__ADS_1
Neta memang lebih senang memasak sendiri daripada di belik karena sudah terbiasa sendiri hingga membuat dia bisa melakukan segala sesuatu nya sendiri.
Tak lama setelah Neta pergi bel pintu rumah Neta berbunyi.
"Kok lama sih dek." kata Zura kesal namun saat dia memandang siapa yang membuka pintu dia langsung marah.
"kenapa kau bisa disini Aksa, sudah dibilang aku ke sini hanya untuk kerja kok gak akan bertingkah kok kamu gak percaya sih sama aku?"
"Sayang, apa aku pernah tak percaya padamu apa sekarang aku ada larangan untuk datang ke rumah adik ku sendiri?"
"Oh iya, Aku lupa. Hehehe. Aku capek Aksa pekerjaan nya bukan malah berkurang, Aku bahkan lembur dua hari ini biar pekerjaan nya cepat kelar. Tapi gak selesai juga" kata Zura hampir menangis namun Aksa memeluk Zura
"Ya sudah setelah ini istrahat ya, Lihat kantong mata mu udah menghitam gitu."
"Apa kau tau Tristan telah kembali ke sini, Tadi aku dapat kabar dari om Hedrick"
"Jadi dia sedang di sini? Apa dia sudah siap kembali berjumpa dengan masa lalu nya itu? Tante Fretty tau?"
"Neta kamu sudah kembali." kata Aksa mengalihkan pembicaraan saat dia mengetahui Neta di situ.
"Eh ada kak Zura, kok pada di luar kak kok gak masuk ke dalam saja?"
"Aku lelah dek ingin di peluk"
"Dasar lebai" kata Neta kesal
"Jomblo mah gitu suka sirik, Iya kan sayang"
__ADS_1
"Zura berhenti menggoda nya, Neta jangan Di ladenin. oke sekarang aku lapar dan aku butuh makan apa kalian berdua paham?"
"Aku mau istirahat dulu ya dek, kakak capek banget. Maaf ya gak bisa bantu kali ini."
"Iya kak, istrahat lah kakak pasti lelah nanti jika udah selesai aku panggilkan ya."
"Oke dek, makasih banyak." kata zura kemudian dia melangkah menuju kamar Neta untuk istrahat
Selesai memasak mereka pun makan.
***
"Tristan? Ya ampun sayang kamu semakin ganteng saja."
"Ma masih ada papa loh di sini"
"papa, Gak boleh gitu. Tristan kan putra ku"
"Tante merindukan mu sayang setelah 10 tahun akhirnya kita krmbali berjumpa lagi."
"Tante,Bulan kemarin kita baru jumpa dan tantr bilang sudah 10 Tahun?" kata Tristan kesal
"Ayolah sayang jangan ngambek tante kan hanya rindu saja."
"Ma sudah mari masuk kita lanjutkan di dalam saja. Mari Hans"
"Mami anak mami itu Tristan atau aku sih?" Tanya Lea marah
__ADS_1
"Aku malas pulang kalo gini antar aku balik ke rumah Neta Hans"
"Ya ampun sayang maaf kan mama ya, Mama hanya merindukan Tristan saja yaudah ayo masuk mama sudah masak makanan kesukaan kalian" kata Hana menengahi perdebatan itu.