
Aku sedang mendengarkan murotal dari hapeku, aku tidak memikirkan siapa keluarga kandungku--meskipun aku bisa mencari di internet, lalu melacak siapa yang telah membuangku di rumah sakit. Saat ini Aku terduduk di kursi roda. jam menunjukkan angka delapan, aku menghirup oksigen buatan yang di beli rumah sakit.
Aku cemburu dengan orang-orang yang ku lihat di jendela kamarku, mereka tidak menuruti nasihat orang tua sementara aku yang diadopsi ingin punya Orang tua kandung.
Tentunya aku mensyukuri yang di berikan Allah, mempunyai orang tua angkat yang baik hati.
__ADS_1
Mestinya orang lain senang mempunyai orang tua yang lengkap, tubuh yang lengkap.
Aku tahu jika aku tak punya penyakit jantung lemah dan kelaian syaraf, aku akan teriak kepada orang-orang yang sedang berjalan di depan rumahku tepatnya di depan pagar. Hidup di kota jakarta membuatku sangat sesak, hujan jarang turun. jam sepuluh dokter Audrey dan Steven akan mengecekku. Panas yang mendominasi musim hujan di jakarta membuatku sedih, ketika banyak peluang hidup dan bersama kelurga tercinta membuat luka dan penyakitku merenggut umurku yang masih muda.
__ADS_1
__ADS_1