Transmigrasi Ayana

Transmigrasi Ayana
Prolog


__ADS_3

"Sasya,lo kenapa sih tiap hari nggak disekolah nggak dirumah kerjaannya nulis Novel melulu!"ucap Seorang gadis sambil berdiri di atas meja dihadapan orang yang ia panggil Sasya itu.


"Ketimbang lo, gabut mulu tiap hari"ucap Sasya dengan santai masih Fokus dengan bukunya.


"Kan gue gabut itu karna lo, lagian ya hari minggu itu waktunya seneng seneng ke taman gitu kek atau kalo gak ke kafe aja gitu"Kata gadis yang berdiri di atas meja itu, Namanya adalah Ayana Meliza seorang gadis yatim piatu yang tinggal bersama dengan pamanya yang bekerja sebagai seorang supir taksi dan memiliki kehidupan sederhana.


Mendapatkan Beasiswa di sekolah elit termasuk keberuntungan baginya.


"Ay, gue udah pernah bilang kan..., gue itu hobinya ya nulis, daripada lo gak punya hobi"ucap Sasya sesekali menatap Meliza.


"Gue itu punya hobi ya, contohnya gangguin orang,Bikin orang darah tinggi,terus nambah musuh biar ga gabut"ucap Meliza sembari turun dari meja lalu mencomot sebuah kueh yang ada disebelah Sasya.


"Hobi apaan, gangguin orang bukan hobi Ay!,bikin orang darah tinggi yang ada malah lo yang kena masalah, terus nambah musuh ntar kalo lo KO jangan bawa bawa gue"ucap Sasya merasa frustasi karena sahabatnya yang menyebalkan, seperti katanya Ay kalo hobinya bikin orang darting.


"Emang siapa yang mau bawa bawa lo KO, nggak asik tau nggak" Ucap Ayana sambil menjilati jari jari tangannya yang kotor karena kueh.


"Huh, nggak sanggup gue punya sahabat kayak lo"ucap Sasya, kembali melanjutkan aktivitasnya menulis.


"Oh, kalo gitu gini aja, Gue mau lo bikinin gue Novel tapi semua ceritanya gue yang atur terus buat tokoh gue jadi antagonis, kalo ceritanya menarik banyak orang lo harus ikutin kemauan gue! "ucap Ayana sambil menunjuk Sasya dengan jari telunjuknya.


"Ya udah"ucap Sasya dengan santai, lagipula apa salahnya menuruti kemauan sahabatnya itu asalkan dia tidak mengganggunya terus menerus.


"Oke gue mau tokoh gue namanya 'Afriska Azaya Xavier', terus dia itu anak tunggal kaya Raya papanya Seorang Ceo perusahaan terbesar di Asia, mamanya seorang dokter profesional okey"Ucap Meliza kepada Sasya.


" ntar gue jelasin secara rinci"lanjutnya.


"hm"

__ADS_1


...----------------...


Setelah selesai penilaian akhir semester,Sekolah Meliza mengadakan acara seperti perkemahan di sebuah hutan.Semua murid dibariskan Rapi sebelum muali berangkat ke lokasi, karena kepala sekolah akan berpidato terlebih dahulu.


Di Perkemahan


"Za, akhirnya setelah satu bulan Novel yang lo suruh buat dah jadi, nih" ucap Sasya sambil menyerahkan sebuah buku tebal pada Ayana.


"Makasih bestie" ucap Ayana.


"Ternyata beneran disukai banyak orang, mereka bilang mereka paling suka sama tokoh antagonisnya yaitu lo" ucap Sasya sambil tersenyum pada Ayana.


"Nah kalo gitu lo turutin permintaan gue,ntar kalo pulang kemah lo traktir gue makan sepuasnya Oke" ucap Meliza sambil mengacungkan Jempolnya.


"Iya"ucap Sasya.


"Eh.., cepet lari semuanya... " ucap Seseorang yang tengah berlari terbirit -birit entah dikejar apa.


"Ayo lari Ay... " ucap Sasya menggandeng tangan Ayana.


"Sya lo duluan, Gue harus nyelamatin gadis goblok itu dulu! " ucap Ayana, menunjuk ke arah seorang gadis yang malah dengan bodohnya berjongkok sambil menutup matanya dengan kedua tangannya, dan bukannya berlari mengikuti semua temannya.


"Tapi Ay, itu bahaya tau gak lo....., ayo lari.. "Ucap Sasya sambil mencoba menarik Ayana.


"Sya, ini permintaan gue lo pergi duluan ntar gue nyusul"ucap Ayana, lalu berlari menghampiri gadis goblok yang disebutkanya tadi.


"Hiks... aku takut.. hiks mama tolong aku.... hiks"tangis gadis tersebut.

__ADS_1


"Heh lo, goblok banget!, cepetan lari woyy! "ucap Ayana dengan keras.


"Hiks mama..... Tia takut.... hiks.. "Gadis itu tidak mendengarkan ucapan Ayana dan malah terus menangis.


Seorang laki-laki mendekat sambil membawa pistol ditangannya.


"Cepetan lari Goblok!"Bentak Ayana pada gadis itu.


"Hiks.. mama.. aku dibentak sama kakak galak.... hiks"tangis gadis tersebut semakin kencang.


Dorr!!


Pistol ditembakan ke arah gadis itu, tapi yang terkena tembakan adalah Ayana yang mencoba melindungi gadis tersebut, peluru menancap tepat dijantungnya dan tubuhnya seketika tumbang di atas tanah.


Keanehan terjadi, Pria yang menembaknya itu terduduk lemas diatas tanah ketika melihat wajah Ayana.


"Aya..... "lirih pria tersebut lalu mendekati tubuh Ayana.


"Siapa kau!..., jangan mendekat...."Lirih Ayana.


"Hiks.. mama... om jahat mendekat ke sini... tolongin Tia ma.... kakak galak udara ditembak...."tangis gadis yang ada disamping Ayana.


"Aya ini papah... "lirih Pria tersebut sambil mengeluarkan air matanya.


"Gak..., aku gak punya papah... aku cuma punya uncle didunia ini.. "lirih Ayana, jantungnya rasanya sakit sekali.


"Tapi inilah kenyataannya Aya... "Lirih Pria tersebut, Ayana hanya menggelengkan kepalanya lalu menutup matanya yang berarti dia sudah pergi selamanya.

__ADS_1


Para Polisi datang ke tempat kejadian lalu menangkap semua pembunuh yang ada disana termasuk papa Ayana yang mendekam dipenjara sambil terus menyebut nama Ayana.


Dan Untuk Sasya dia benar benar sangat terpukul dengan kematian sahabatnya, Keluarga dari gadis bernama Tia itu membiayai kehidupan paman Ayana, sebagai balasan atas pengorbanan Ayana menyelamatkan nyawa Tia.


__ADS_2