
Vania Aqila adalah seorang gadis yatim piatu tinggal bersama pamannya yang seorang pengusaha, tapi ia dibenci oleh anak kandung dari pamannya tersebut,anggap saja antagonis lain yang selalu mencoba menyingkirkan Vania.
Karena sifatnya yang polos dan penakut ia kerap sekali dibully oleh teman-temanya maupun kakak kelasnya, Saat ini Ia baru kelas sepuluh.
Pertemuan pertamanya dengan protagonis Pria adalah di perpustakaan, dan itu sudah digagalkan oleh sang antagonis Afriska Azaya Xavier.
Selama ini Vania selalu mendapatkan perlakuan kasar dari kakak tirinya itu, tapi tentu ada alasan dibalik itu semua.
...----------------...
"Fris, lo kenapa nolongin dia? "Luna menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Kamu Nanyak? "sahut Afriska
"ih serius gue! "sebel Luna.
"Menurut lo kenapa gue nolongin dia? "
"Mau cari babu kan lo? "cerocos Meira.
"Cari tau aja sendiri"Afriska pergi meninggalkan sahabat-sahabatnya itu.
"Tungguin Woi! "Aulia Berteriak dari kejauhan.
Waktu pulang sekolah tiba, semua siswa berhamburan keluar dari Gedung SMA Visions School, begitu juga dengan Afriska dan sahabat-sahabatnya.
"Friska, jangan lupa nanti malem!.... "teriak Clarea dari kejauhan.
__ADS_1
Afriska hanya mengacungkan ibu jarinya pada Rea lalu pergi dengan mobil Sport kesayangannya itu.
...----------------...
Gerbang mannsion terbuka secara otomatis, mobil Sport merah masuk kedalam garasi.
Afriska turun dari mobilnya lalu masuk kedalam Mansion, melemparkan tasnya sembarangan di sofa, lalu mengambil ponselnya.
"Bibi... bikinin Coffee dong"teriak Afriska dari kejauhan sambil terus bermain ponselnya, dia sedang nge game mobile legends, awalnya meminta sahabatnya datang kerumahnya, tapi mereka sedang ada urusan katanya terkecuali Luna, tapi dia masih saja belum sampai di Mansion Afriska alhasil dia bermain game duluan.
"Baik non"
Ting!... tong!...
Bel berbunyi tapi Afriska yang sedang duduk disofa diam saja tanpa berniat membukakan pintu.
"Masuk aja, gue lagi main..., ntar kalah gue salahin lo! "teriak Afriska padahal deket.
"Non ini kopinya"Wanita paruh baya itu menaruh kopi permintaan Afriska di meja.
"Eh ada Non luna juga, mau bibi bikinin minuman apa? "tawar Bi Sarah.
"Dia ambilin air putih aja dah cukup bik"Sahut Afriska sembari menyeruput Kopi bikinan Bi Sarah.
"Temen lakn*t lo, masa cuman dikasih air putih!"Protes Luna pada Afriska.
"Protes berarti setuju"
__ADS_1
"Gimana sih ini kan gue protes kok malah artinya setuju, sama aja gue diem berarti juga setuju"
"Tu tau"Sahut Afriska dengan entengnya
"Nyebelin lo, bik bikinin jus jeruk dong"
"iya Non sebentar"Bi Sarah pergi kedapur meninggalkan Afriska dan Aluna yang sedang main game di ruang tamu, bahkan Afriska belum mengganti pakaiannya alias masih memakai seragam.
"Tau gk lo? "tanya luna.
"Tau apa? " kata Afriska yang masih fokus bermain game.
"Tau kalo si Bianca dikeluarin dari sekolah"
"Biawak siapa? "Tanya Afriska dengan menaikan satu alisnya.
"Bianca, bukan biawak Friska orang yang lo siram pakek minuman dua gelas tadi dikantin"
"Sorry gak kedengeran, kenapa bisa dikeluarin?"
"Yang ngeluarin bokap lo,nggak tau kenapa"
"kok bisa tau lo? "
"Kan tadi Om Edgar sama papa lagi rapat sama-sama,kata bokap gue anak buah Om Edgar nelfon kalo lo nyiram si Bianca itu,Mungkin om Edgar ngira lo ga suka sama si Bianca jadi diusir ajadeh dari sekolah"Jelas Luna panjang lebar.
"emang gue ga suka sama si....... "Afriska mengetuk ngetik dagunya berfikir.
__ADS_1
"Bianca"
"Iya itu maksud gue"