Transmigrasi Ayana

Transmigrasi Ayana
Chapter 1


__ADS_3

Brukk!


"Akkh...., nggak aesthetic banget gue jatuhnya... "ucap seorang gadis yang tengah terjatuh dari brangkar rumah sakit, tapi dengan posisi kaki masih ada di atas Brangkar namun kepala ada dilantai lebih tepatnya gadis itu mencium lantai.


" ini dirumah sakit?, loh.... tapikan waktu itu gue ke tembaknya dalem banget kok bisa selamat"ucap gadis itu sembari bangun dan kembali duduk di atas Brangkar rumah sakit itu.


"oh gue tau!, gue ini pasti keturunan power rangers, buktinya masih aman aman aja udah terluka parah"lanjutnya , gadis itu terus saja berbicara sendiri memuji muji dirinya yang katanya keturunan Power Rangers.


Ceklek!


Pintu terbuka dan terlihatlah seorang wanita yang mengenakan jas dokter masuk menghampiri gadis tersebut.


"Sayang, udah sadar hmm.. "ucap Wanita tersebut, gadis itu lalu melotot mendengar ucapan wanita itu.


"Sayang sayang, Sorry ya dokter cantik, saya ini nggak lesbi! " ucap Gadis itu.


Dokter itu memukul jidat gadis itu.


"Akkh..., sakit dokter cantik..."ringis gadis tersebut.


"Siapa yang ngajarin kamu gitu!? "tanya dokter wanita itu.


"Saya ini mama kamu Afriska!,apa kamu gak inget,atau kamu amnesia gara gara tabrakan itu! "lanjut dokter tersebut.


"Mama?,tapi..... "

__ADS_1


"makanya gak usah balapan terus sama geng gak jelas kamu itu!, gini kan jadinya!, Pokoknya mama sita mobil sport warna merah kamu itu! "ucap Dokter tersebut.


"Dokter Ziva, ada pasien yang butuh ditangani segera"ucap Seorang suster.


"Baik, ayo"ucap Dokter wanita tersebut, namanya adalah Ziva.


Saat suster dan dokter yang ia sebut 'Dokter cantik' itu pergi meninggalkan ruangan gadis itu dia terdiam mencerna semua yang terjadi, banyak pertanyaan di benaknya.


"Dokter cantik tadi, namanya Dokter Ziva ya, kok kayak familiar terus dia bilang dia mama aku dan juga panggil aku Afriska"ucap gadis itu sembari mengetuk -ngetuk kepalanya.


"Akhh.. sakit"dia lalu menyentuh pelan kepalanya yang terdapat perban.


"Loh kok kepala gue di perban, bukannya jantung gue yang kena tembak?"tanya gadis itu.


"J_Jangan-jangan gue...., nggak mungkin!, tapi kalo bener gimana... "


"Iya Nona"ucap Suster tersebut.


"Emm, gue mau nanyak aja, nama gue itu siapa? "ucap Gadis itu.


"Nama Anda Afriska Azaya Xavier"ucap Suster tersebut sambil tersenyum lembut pada gadis itu.


Tu kan bener *Batin Afriska


"Yaudah lo boleh keluar"ucap Afriska, Suster itu pun keluar dari Ruangan Afriska. "Gimana ini, gue terjebak disini... "

__ADS_1


"eh tapi impian gue jadi kenyataan dong, jadi orang kaya jadinya bisa lakuin apapun yang gue mau"Ucap Afriska sambil tersenyum kegirangan.


Ceklek!


Pintu Ruangan Afriska kembali terbuka, dan kini seorang Pria yang nampak berwibawa memasuki Ruangan Afriska.


"Putri kesayangan papah nggak papa kan"ucap Lelaki tersebut dengan lembut.


"Nggak papa kok pah"ucap Afriska sambil menampilkan senyum manisnya.


"Pah.., mobil Sport aku jangan disita ya.. "


"Emangnya siapa yang mau sita mobil kamu hmm? "


"Dok_ mamah.. "hampir aja Afriska mengatakan 'Dokter Cantik' karena Dokter Ziva agata memanglah sangat cantik dan juga Papanya itu tampan jadi memang sangat cocok.


"Yaudah nanti papah bilangin mamah kamu"ucap Tuan Edgar, dia sangat menyayangi putri semata wayangnya itu jadi setiap kemauan Afriska dia harus menurutinya, termasuk menyuruh orang untuk menghabisi tokoh utama dalam Novel aslinya.


"Hore...., papah ganteng deh kalo gitu"ucap Afriska.


"Siapa yang ngajarin kamu gitu!? "


"Mamah"Ucap Afriska menyalahkan mamanya, padahal Nyonya Ziva tidak tau apa-apa.


"Pah.. Boleh pulang sekarang ya..., pliss papah ganteng.. "ucap Afriska sambil menangkupkan kedua telapak tangannya memohon kepada Tuan Edgar.

__ADS_1


"Iya"


Jadi Ayana itu orangnya emang sedikit bar - bar dan juga suka muji orang kalo ada maunya.


__ADS_2