
~Happy Reading~
"Alurnya bakal berubah kan kalo awalnya berubah?, Tapi gimana kalo alurnya tetep sama terus gue berakhir mengenaskan sama Novel yang gue karang sendiri? " Monolog Afriska.
"Au ah gapeduli, yang terpenting gue nikmatin dulu hidup gue disini" lanjutnya, lalu menyamnar jaket hitamnya setelah itu pergi meninggalkan manssion Xavier.
kalian pikir ia akan kemana? dan disinilah dia supermarket dekat Manssion nya, kira kira melewati satu buah gang oleh sebab itu ia tadi jalan kaki.
Dengan kedua tangan menenteng keresek berisi banyak cemilan kesukaan yang yang ternyata ada di dunia ini, berjalan sendirian di tengah gelapnya malam tanpa Rasa takut, memang apa yang ia takutkan, hantu? oh tentu tidak ia sudah hafal doa mau makan sekiranya itu bisa mengusir hantu orang sama sama bahasa Arab, kalaupun yang lainya ia tetap tak takut memangnya akan ada apa malam malam begini, jangan lupa Afriska membawa sebuah belati lipat di saku celana jeans nya.
jiwa Ayana memang selalu begitu kemanapun ia pergi akan selalu membawa belati, memang agak ngeri tapi itu kenyataannya untuk berjaga jaga jika ada yang menyerangnya, bukankah tidak ada salahnya asalkan tidak sampai melukai orang yang tidak bersalah.
Langit malam terlihat semakin gelap karena mendung, Tiba tiba Rintik Rintik air hujan turun perlahan membasahi bumi, Afriska tak punya pilihan lain selain berteduh di pinggir Trotoar, ia tak mau basah sejujurnya ia tak terlalu suka dengan hujan juga tak membenci hujan, hanya saja itu mengingatkan ya pada sebuah kejadian kelam yang membuatnya selalu murung dulunya, yaitu kematian orang yang ia sayangi.
"kapan ni hujan berhenti coba, Telepon Daddy minta suruh supir buat jemput kali ya? " Afriska mulai merogoh saku jaketnya, namun nihil ia tak menemukan apa apa.
"Sialan!! HP gue ketinggalan di kamar lagi!! gimana ni udah terlalu malem, gue gamungkin kan mian hujan hujanan" Monolognya.
Tin! Tin!
Sebuah mobil Hitam Mewah berhenti tepat di pinggir jalan dihadapanya, lalu Seseorang turun membawa payung dan menghampirinya.
"Lo? "
"Gue anter pulang" Sahut lelaki itu.
__ADS_1
"T_Tapi gue ga mau ngerepotin, lagian kita kan ga kenal" Jawab Afriska berusaha menghilangkan kegugupan ya.
"Oke Nama gue Axelino Zevandra Alexander, Lo? "
"Afriska Azaya Xavier" Jawabnya singkat.
"Yaudah sekarang kita kenal, Ayo pulang gue anter! mau mati kedinginan disini lo?! " Ucap Axel.
"Y_Ya gamau lah! " Afriska pun mengikuti Axel ke mobilnya.
_
"Makasih, kok lo bisa tau manssion gue? " tanya Afriska menatap Axel, saat ini mereka masih di dalam mobil.
"Tau aja, Sana masuk! nih payung lo bawa aja" Axel menyodorkan sebuah payung Pada Afriska dan langsung diterima oleh Afriska.
...----------------...
"YUHUUU MY BESTIE!! CEPETAN KELUAR DARI HABITAT LO!! " Teriak Meira dari Luar Manssion Xavier.
"BERSISIK JANCOK!! " bentak Afriska.
"Berisik Fris, bukan bersisik" Koreksi Luna.
"sama aja" Balas Afriska Singkat.
__ADS_1
mereka pun naik ke mobil masing masing, melaju menuju Vission high School.
_
"Nongkrong di parkiran emang yang terbaik" Ucap Meira.
kini mereka berada di parkiran VHS Sedang duduk di atas mobil masing masing tentu saja ngapain lagi kalo bukan ngegibahin orang lain sambil menunggu belum masuk, katanya lakukan hal bermanfaat dari pada buang buang waktu dan kata Afriska lebih baik gibah biar pinter, kan banyak dapet informasi sekalian julid.
"E_Eh lo tau gengnya Zexion ga? " Tanya Luna.
"Geng mana lagi tu? " Sahut Afriska pura pura tak tau, tentu saja itu adalah geng motor yang diketuai oleh protagonis pria.
"ituloh geng motor terkenal yang katanya surganya cogan, masalahnya kebanyakan cogan terus ya katanya nih katanya anggota intinya tu sekolah disini!! lo beruntung Fris Daddy lo pemilik sekolah ini!! " Heboh Meira.
"emang apa hubungannya" Tanya Clarea.
"Ya ada lah pokoknya!! lo mah gabakal tau" Jawab Meirra.
"Gue nih bayangin gue jadi pacar salah satu dari mereka, bahagia hidup gue" Cerocos Cynthia.
"jangan bayangin aja tapi deketin" Sahut Afriska.
"nah bener tu kata Friska"
"E_eh ini udah waktunya masuk jangan gibah mulu disini pergi sana, pagi pagi kerjaannya gibah" Sewot Seorang gadis dengan tampang galak, siapa lagi jika bukan sangat wakil ketos.
__ADS_1
"Iya mbak kita pergi" Putus Afriska tak ingin membuat masalah lebih lanjut lagi.