Transmigrasi Ayana

Transmigrasi Ayana
Chapter 6


__ADS_3

~Happy Reading~


Brak!!


"Astaga kodok terbang! "


"anjir anjir lo banci"


"Husbu gue nyemplung di got! "


"e kupu kupu berenang"


dll.


Pintu kelas 12 ipa1 ditendang dengan keras dari luar untung saja tak menyebabkan kerusakan apapun, pelakunya siapa lagi jika bukan Afriska,tentu saja dengan beberapa alasan seperti gagang pintu itu sudah disentuh oleh banyak orang maka dari itu pasti ada kuman yang menempel, takut terinfeksi, padahal aslinya malas.


Kelima sahabatnya bahkan geleng geleng kepala melihat tingkah baru Afriska, biasanya tak seperti ini mungkin efek hilang ingatan., mereka memasuki kelas dengan tampang biasa biasa saja apalagi Afriska seolah tak terjadi apa apa.


"huh.. untung gue sabar "


"kaget gue"


"Fris rusakin sekalian gih pintunya, lo ga bakal dihukum lagipula kok"


"Bener tu, hampir aja gue kena serangan jantung dadakan"

__ADS_1


Afriska tersenyum "kapan kapan gue rusakin" Jawabnya Santai.


"Asataga gue meleyot liat senyum lo Fris"


"Gue insecure, kok lo cantik banget sih"


"Parah lo Fris, lo bikin cowok cowok disekolah ini ngejar ngejar lo"


Afriska melempar tasnya asal namun tepat sasaran ke bangkunya.


"Guys gue.. pulang duluan ya?.. " ucap Airin tiba tiba dengan nada agak Ragu.


"Yah kok pulang sih, emangnya kenapa?.. " Tanya Meira begitu kepo.


"Ada urusan" Jawab Meira singkat.


"Ayo" Airin tersenyum Tipis lalu pergi bersama Afriska keluarga dari Gedung Vission School.


...----------------...


Prang!


ctarr!


duk!

__ADS_1


"Pah udah pah.. kasian mama.... hiks.. " Airin terduduk dilantai memohon pada Pria paruh baya dihadapanya, Afriska lebih memilih menunggu di mobil luar manssion Airin karena ia tak mau ikut campur dalam urusan keluarga tersebut, meski Airin sering kali bercerita padanya tentang semua masalah keluarga yang di alaminya, Afriska hanya akan menjadi pendengar yang baik dan sesekali memberi saran untuk sahabatnya itu, ingin ikut campur tapi sahabatnya itu melarangnya.


"Buat apa kamu mohon mohon buat wanita ****** itu heh?! mau jadi kayak dia juga kamu?! " Bentak Papa Airin.


"Pah.. Rin mohon jangan sakitin mama lagi... mama emang pernah kayak gitu..tapi itu dulu. hiks..kasih satu kesempatan lagi buat mama pah..mama udah janji bakal berubah hiks.." Airin memeluk tubuh mamanya yang terlihat pucat dengan darah di dahinya, wanita itu meskipun sudah berumur masih saja terlihat awet muda.


"kamu tau apa?!! "


Prang


Sebuah Fas dilempar hingga pecah oleh Papa Airin


"Pa... papa gausah nuduh mama aneh aneh lagi!! mama udah muak sama semuanya!! bilang aja papah pengen cepet nikah sama selingkuhan Papah!!! " Wanita paruh baya itu mencoba untuk bangkit dibantu oleh Airin.


"Gausah ikut campur kamu sama urusan Saya!! "


"Saya berhak ikut campur karena saya istri kamu!!! " Mama Airin balik membentak papanya, sekarang kesabarannya telah habis meladeni pria itu.


"Oke sekarang kita cerai dan kamu pergi dari rumah ini!!! " Usir Papa Airin.


"Cukup!!" Airin tak tahan lagi, kenapa ia keluarganya tak bisa damai dan harmonis seperti keluarga lainya?.. setiap hari yang ia lihat dan dengar hanya pertengkaran, keributan antar kedua orang tuanya, setiap saat ia mencoba mengabaikan hal itu ia hanya akan ikut campur saat mamanya disakiti secara fisik, bukan berarti ia tak peduli tentang masalah ini, disaat ia sedang sendiri ataupun bersama sahabatnya ia akan menangis dan menceritakan semuanya, rasanya berat sekali Menanggung semua ini, ia bersyukur masih memiliki sahabat yang setia disampingnya dan mendengarkan semua keluh kesahnya.


"Bisa nggak kalian berhenti bertengkar!! Rin Capek mah.. pah.. Capek dengerin kalian ribut terus tiap hari!!!" Airin menatap sendu kedua orang tuanya lalu pergi dari hadapan mereka.


"Rin.. Tunggu nak.. maafin mama Rin.. " Mama Airin mencoba memanggilnya namun terlambat, Airin sudah pergi.

__ADS_1


"Semuanya salah kamu!! " Bentak Mama Airin pada suaminya.


__ADS_2