
" Ini adalah Afriska Azaya Xavier, putri dari Tuan Xavier pemilik Visions school ini, dan mereka adalah teman-temanya"kata Mrs. Kinan.
"Gue Aluna Margareta Zayn"
"Hai, saya Cynthiara aulia Jacob"
"Gue, Penasaran ya sama nama gue?, Oke jadi nama gue itu Meira agashya Aestein, panggil aja Princess Meira"
" Gue Clarea Elaina Cyreus"
"Gue itu namanya Airina Keyrani Castro"
"Cantik cuy"
"Boleh lah jadi gebetan gue"
"Kalian silahkan duduk ditempat yang masih kosong"
Mereka beranjak ke tempat duduk masing masing, Afriska memilih duduk di paling belakang karena menurutnya paling belakang adalah paling nyaman, dan tidak akan ada yang memperhatikanya.
" Kenalin nama gue Nevandra Kingsley Ziudith, teman sebangku lo"ucap Nevan sambil mengulurkan tanganya.
"Nggak nanyak"ucap Afriska singkat namun dia tetap membalas uluran tangan Nevan.
Untung yang duduk sama gue manusia ganteng, kalo gak pasti udah gue tendang dari hadapan gue*Batin Afriska.
Mrs. Kinan menjelaskan didepan kelas semua murid memperhatikan kecuali satu yaitu Afriska Azaya Xavier yang tengah tidur saat pelajaran berlangsung, Mrs. Kinan harus sabar menghadapi Afriska jika tidak ingin ditendang dari Visions school.
Kring... kring...
Bel berbunyi yang menandakan waktu istirahat tiba semua murid pergi keluar dari kelas, tepatnya ke kantin tempat singgah saat istirahat.
"Friska...., bangun my bestie"ucap Luna sambil menyenggol lengan Afriska.
"Eungh.., dah istirahat kah? "tanya Afriska sambil mengucek matanya.
"Dah, ayo ke kantin gue dah laper nih"kata Meira sambil memegangi perutnya.
"Laper ya sana ke kantin duluan"sahut Afriska
"Masalahnya gue ga bawa duit hehe.. "Meira nyengir kuda.
"Nih, gue ada urusan bentar"Kata Afriska sambil menyodorkan uang seratus ribuan sepuluh lembar.
__ADS_1
"makasih bestie"ucap Meira.
...----------------...
Perpustakaan dipenuhi banyak sekali buku, dengan rak-rak tinggi berjejer rapi disana.
"Adegan akan dimulai, gue harus bisa gantiin dia"ucap Afriska sambil tersenyum miring.
Bruk!!.
"Eh sorry, nggak sengaja"ucap Afriska dengan lembut.
"Lain kali hati-hati! "Ucap Lelaki yang ditabrak oleh Afriska dengan datar, lalu mengambil bukunya yang terjatuh begitu juga Afriska mengambil tiga buah buku yang sengaja dibawanya.
Saat akan berdiri, kalung keduanya menempel satu sama lain seperti ada magnetnya,bentuk kalung keduanya pun sama yaitu bulan sabit berwarna hitam.
"Eh kok bisa nempel"
"Nggak tau! ,coba lepasin! "
"susah ini"
Mereka berdua menjadi pusat perhatian orang- orang di perpustakaan, jika dilihat mereka seperti sedang menggenggam tangan satu sama lain di depan dada, padahal sedang sibuk melepaskan kalung yang entah kenapa bisa menempel dengan sendirinya dan juga bukan bagian dari adegan di Novel.
"Kok kalung kita samaan? "tanya Afriska.
"Ini dari sahabat masa kecil gue! "
"Oh, yaudah gue pergi dulu"Afriska lalu pergi dari hadapan lelaki tersebut.
Heh, rugi kalo gue lepasin Protagonis Pria yang super tampan buat Protagonis wanita yang polosnya kebangetan*Batin Afriska.
Afriska melihat Protagonis Wanita sudah berjalan pergi dari Perpustakaan Afriska hanya melambaikan tangannya tanpa diketahui siapa pun.
...----------------...
Kantin sedang Ramai, banyak orang berlalu lalang memesan makanan dan minuman, mengobrol, dan juga ada yang caper ama cowok ganteng.
Byur!!
Seorang gadis terdiam tidak bisa melakukan apa-apa tubuhnya basah kuyup tersiram sebuah minuman,lebih tepatnya disiram oleh seseorang,mau protes tapi dia takut.
"Kak, k_kenapa kakak nyiram a_ku? "tanyanya dengan ragu.
__ADS_1
"Menurut lo!?, lo itu ngalangin jalan tau gak! "
Byur!!
Dua gelas minuman diguyurkan ketubuh gadis yang marah-marah tersebut, dan yang mengguyur nya adalah Afriska, saatnya jadi pahlawan sebelum pahlawan asli dateng pikirnya.
"Lo!!, berani lo nyiram gue!! "gadis itu berteriak tak Terima.
"Berisik anjing!, suara lo cempreng!, gak enak didenger"kata Afriska.
"Lah, tukang bulyy malah dibully"
"Kena karma itu"
"Karma husbu gue ***"
Murid-murid lain saling berbicara mengenai kejadian tersebut.
Temen-temen Afriska menghampiri mereka karena merasa penasaran.
"Ada apa nih?"tanya Aluna
"Wih parah lu Fris, bulyy orang gak ngajak ngajak"
" Kalian telat"sahut Afriska.
Gadis yang disiram oleh Afriska pergi dari kantin disusul oleh para pengikutnya.
"Lo gak papa?"tanya Afriska pada gadis yang merasa ketakutan tersebut.
"Gak papa kok kak, makasih udah nolongin aku"ucap gadis itu.
"Kakak cantik boleh kenalan gak?"lanjutnya.
"Nama Gue Afriska Azaya"
"Kenalin kak, aku Vania Aqila ,panggil aja Nia" Vania mengulurkan tangannya pada Afriska.
"Tangan kamu lengket, sana bersihin baju kamu juga"Afriska menunjuk tangan Vania yang terkena minuman.
"Eh iya, makasih sekali lagi kakak cantik"Vania lalu pergi dari kantin tersebut.
Tanpa Afriska sadari, sejak tadi ada yang memperhatikanya.
__ADS_1