Transmigrasi Ayana

Transmigrasi Ayana
Chapter 7


__ADS_3

~Happy Reading~


Typo tandain!..............


"Hiks..Za.... Papa minta cerai sama mama hiks.. gue harus gimana?.. " Airin terus menangis hingga kedua matanya hampir bengkak.


"Udah gapapa gue yakin semua ini bakal cepet selesai, kalo lo tau semua kebenarannya baru lo putusin... " Ujar Afriska masih setia mengelus pelan punggung Airin.


Setelah Airin pergi dari rumah ia menyuruh Afriska membawanya kemana saja asalkan tempat itu sepi seperti biasa, dan Afriska membawanya ke tepi sungai dekat Manssionya, disana terdapat 1 buah bangku taman, dan saat ini sudah sore hari jadi suasananya amat sepi , hanya ada 1_2 orang berkeliaran.


"K_kebenadan apa Za?.. " Airin menatap Afriska dengan air mata yang terus mengalir.

__ADS_1


Jadi secara pribadi Sahabat sahabatnya termasuk Afriska sendiri punya panggilan Khusus untuk diri mereka masing masing, dan merupakan potongan nama mereka, saat mereka sedang berenam ataupun tidak bersama orang asing mereka akan memanggil dengan nama panggilan khusus itu contohnya.


Afriska Azaya Xavier: Zaya


Aluna Margareta Zayn : Reta


Cynthiara Aulia Jacob : Ara


Clarea Elaina Cyreus : Rea


Airina Keyrani Castro: Rin

__ADS_1


"Lo tanyain aja sama papa lo... mungkin dia ga sepenuhnya Salah.. lo jangan buru buru ngambil keputusan" Ujar Afriska, ia memang tau kebenarannya dalam Novel asli, karena Airin merupakan salah satu tokoh penting dalam Novel, setelah Afriska bunuh diri ia turun tangan sendiri dan berencana membunuh kedua protagonis, namun usahanya gagal karena Protagonis Pria mengetahui rencananya dan menjebaknya balik, ia pun mati mengenaskan setelah di tembak berkali kali mayatnua dilemparkan ke laut begitu saja. Afriska dan teman temanya ialah sekelompok orang yang memiliki hobi balap liar entah menggunakan mobil ataupun motor, selain itu mereka adalah Anggota Black Diamond Mafia, dan leadernya adalah Afriska sendiri, yang tau hanyalah mereka karena ini adalah rahasia mereka.


Itu sebabnya Afriska tiada karena bunuh diri, dikarenakan tak ada yang mampu membunuhnya, Meski berulang kali mengejar Protagonis Pria, Afriska tak pernah meminta bantuan anggota mafianya, justru ia memilih meminta bantuan Papanya, karena ia tak ingin melibatkan mereka dalam urusanya, Afriska tak pernah turun tangan sendiri dalam rencananya, karena apa? tentu saja takut diketahui protagonis pria dan berakhir membencinya karena telah menyakiti gadis yang dicintainya, pada akhirnya Afriska gagal membunuh protagonis wanita meskipun sudah menyewa pembunuh bayaran terkenal, yang tak ia tau anak buah protagonis pria selalu mengawasi dan melindungi protagonis wanita dari Kejauhan, mereka akan bertindak saat ada yang mencurigakan dan langsung mengeroyok siapapun itu.


Afriska sadar semua rencananya tak ada yang berhasil, ia pun mulai frustasi, apalagi ia mendengar kabar bahwa kedua protagonis utama sedang melangsungkan pernikahan, Afriska di antara sedih dan marah namun ia pada akhirnya mengatakan bahwa ia merelakan protagonis Pria kemudian menusuk dirinya sendiri hingga berakhir mengenaskan didalam kamarnya.


Akhir yang tragis bagi sang Antagonis, itulah yang ditulis Ayana, sejujurnya ia lebih menyukai Antagonis daripada tokoh utamanya, ia pun tak suka hidup dengan penuh ketakutan, jujur saja ia tak suka cara orang orang menatapnya dulu didunia nyata, itulah sebabnya yang menjadikan dirinya lebih suka menyendiri, sahabatnya pun hanya satu.


"mungkin sebaiknya gitu... gue juga rasa ada yang mereka sembunyiin dari gue Za... " Airin menghapus Air Matanya.


"Lo tenang aja apapun yang terjadi gue bakal selalu ada buat lo" Afriska tersenyum Tulus pada Airin, Zaya dan kelima sahabatnya awalnya teman saat SD, hingga saat kelas 4 Afriska pindah ke Cina karena permintaan Kakeknya, Ayah nyonya Ziva ialah seorang konglomerat Cina, sedangkan ibunya adalah orang Eropa asli, Afriska dan para sahabatnya pun berpisah hingga mereka bertemu kembali saat kelas 11 disekolah yang sama, mereka bisa saling mengenal lagi karena hafal marga keluarga masing masing.

__ADS_1


__ADS_2