
Afriska Azaya Xavier, adalah seorang gadis yang sangat cantik tapi kelakuannya bar-bar, suka sekali balapan dan membully orang, hal itu seperti hobi baginya yang terus menerus dia lakukan, Putri satu-satunya keluarga Xavier itu amat disayangi dan dimanjakan sehingga setiap keinginannya harus dipenuhi, ayahnya seorang Ceo Perusahaan terbesar di Asia dan Ibunya adalah seorang dokter Profesional.
Dalam Cerita Novel asli,Afriska mati karena bunuh diri, semua rencananya untuk menyingkirkan Protagonis wanita gagal dan dia amat terluka ketika mengetahui lelaki yang ia cintai menikah dengan protagonis wanita, hatinya hancur tidak bisa menerima kenyataan tersebut hingga dia nekat menusuk dirinya sendiri dengan pisau.
Mobil milik Tuan Edgar memasuki pekarangan sebuah Mansion mewah yang sudah seperti sebuah istana, banyak mobil mewah berjejer di garasi yang amat besar.
"Kamu istirahat aja dirumah, papa mau balik ke kantor dulu"Kata Tuan Edgar lalu masuk kembali ke mobilnya dan pergi dari Mansion tersebut.
"Bay papa ganteng"Kata Afriska meski sudah tidak bisa didengar oleh Tuan Edgar.
"Huf, rumah gue besar banget njirr"lanjutnya sembari masuk ke dalam Mansion tersebut.
Afriska langsung masuk kedalam kamarnya, dia meminta pelayan untuk menunjukan dimana letak kamarnya berada.
"Waw..., kamar gue besar + Rapi + Mewah+nyaman... terus apa lagi ya? "kata Afriska memuji kamarnya sendiri.
Tatapanya berhenti, fokus menatap pada sebuah buku tebal yang ada di meja belajar, dia mengambilnya.
"Loh, jadi Novel ini ikut gue kesini, bagus soalnya gue rada lupa sama alurnya"ucap Afriska.
Di Mansion itu Afriska sendirian eh_Ralat maksudnya hanya bersama para pembantu disana, karena orang tuanya tidak pulang kerumah dikarenakan sangat sibuk bekerja.
Ting tong!
"Siapasih tengah malem juga!? "Afriska berjalan menuju pintu Mansion para pelayan sedang tidur pikirnya lagi pula ini sudah malam.
__ADS_1
"Siapa anjing! "umpat Afriska sambil membuka pintu Mansion tersebut.
"Maaf Nona Tuan menyuruh saya datang ke sini untuk memberi tahu anda karena ponsel anda tidak aktif, Tuan memindahkan anda ke SMA Visions School , sekolah milik keluarga Xavier"ucap Seorang lelaki, yaitu Niko asisten dari Tuan Edgar.
"Terus gimana sama temen-temen gue!? "Tanya Afriska.
"Mereka juga sudah diberi tahu tentang hal ini, jadi mereka juga akan pindah ke Visions School"ucap Niko.
"Baiklah om Nik'Jomblo boleh pergi"ucap Afriska mengusir Niko dari Mansion itu.
"Nona, nama saya Niko, bukan Nik'Jomblo"jelas Niko.
"Kan om emang jomblo"
Pagi hari
Afriska sudah bersiap untuk berangkat sekolah, mengenakan seragam Visions school yang sudah disiapkan oleh papanya. Teman-temannya sudah menunggu didepan Mansion mewah tersebut.
"Sorry lama Guys"ucap Afriska sambil menenteng tas berwarna hitam yang indah.
"Emang ada hari dimana lo tepat waktu"ucap salah satu sahabatnya, Aluna Margareta Zayn.
"Yaudah ayo,bawa mobil sendiri sendiri kan? "tanya Afriska pada sahabatnya yang berjumlah lima orang itu.
"iya"ucap salah satu sahabatnya,Meira agashya Aestein.
__ADS_1
Afriska mengeluarkan mobil Sport merahnya, lebih tepatnya mobil kesayangannya dari garasi, lalu berangkat ke Visions School.
Pertemuan antara tokoh utama terjadi hari ini, dia tidak marah dipindahkan ke Visions School karena itu merupakan bagian dari alur Novel yang pada akhirnya Afriska menjadi pengganggu bagi hubungan kedua tokoh utama.
...----------------...
Enam buah mobil mewah berhenti diparkiran SMA Visions school,enam gadis pula keluar dari dalam mobil tersebut.
"Wih ternyata sekolahan bokap lo mewah banget, kenapa gak dari dulu aja sekolah disini sih" kata cynthiara aulia Jacob.
"Hmm, gue gak suka, kalo sekolah disini berarti gue di awasin ama papa"ucap Afriska .
"yaudah ayo masuk aja napa sih"kata Luna sambil mendorong Afriska ke dalam gedung SMA Visions school.
Ruangan kepala sekolah adalah yang pertama mereka tuju, setelah itu mereka pergi ke kelas bersama Mrs. kinan, yaitu ruang kelas XII IPA.
Kelas XII IPA
"Selamat pagi semuanya"ucap Mrs. Kinan.
"Pagi"ucap semua murid secara serentak.
"Hari ini kita kedatangan murid baru"ucap Mrs. Kinan.
"Masuk"lanjutnya kepada keenam gadis yang langsung masuk ke dalam ruang kelas dan berdiri disamping Mrs. Kinan.
__ADS_1