Transmigrasi Kegilaan

Transmigrasi Kegilaan
2.tau dimana berpijak


__ADS_3

"AAAAAAAARRRRRRRRRRRGGGGGGGG SIALAN kenapa harus begini!? kenapa WAEEEEEE!!"seorang gadis sedang berjalan di di gang sempit dekat sebuah bangunan sekolah dimana dirinya menimba ilmu.


semenjak dirinya keluar dari gudang dimana dirinya disekap oleh para kutu kupret pembully disekolahnya,mulut itu terus saja mengoceh tiada henti.


"Liat saja besok akan gue ulek muka kalian semua beraninya kalian menyakiti princess lemah,letih,lesu sepertiku udah kagak sayang nyawa apa!?"


"hiks HuWAAAAAAAA EMAKKKKKKK anakmu misquen kembali"


BYURRRRRRR💦


"heh diam kamu saya ini sedang sakit gigi jangan berisik bocah!"teriak seorang ibuk-ibuk dari jendela dengan sebuah ember yang airnya sudah iya gunakan untuk menyiram sosok yang dari tadi terus buat rusuh dengan berteriak.



mengalihkan tatapannya yang sudah terbakar petir membara Elbiru memelototi wanita berdaster rombeng pada bagian ketiak


"HEH BUK SEKATE-KATE LU YA main siram-siram sembarangan gue amaterasu nyaho Lo"


"ngelawan ya kamu sudah salah tidak minta maaf,anak jaman sekarang pada ngak sopan ngak kayak anak dulu-dulu"


"Yaudah balik Sono ke jaman Siti Julaeha, bisa-bisanya anda menyamakan saya dengan orang dulu HELLO SAYA ANAK JAMAN NOW YA BUKAN JAMAN OLD"


"KAMU Y-"


PRETTTT💨


"bodo amat bye!"setelah memberikan paduan suara dari pantatnya,Elbiru langsung berlari seperti ninja menuju gubuk derita miliknya


"KURANG AJAR YA KAMU,HEHHH BALIK SINI KAMU ANAK-aduhh gigi saya pak- bapak kewarung sana beliin ibuk obat ambeien gigi ibuk sakit lagi ini!!"ujar ibuk tersebut sambil memegang pipinya yang tertempel satu koyo cabe.


...[ ]...


Click


kunci terbuka dan pintu kayu berbahan triplek didorong oleh tangan kusam yang mulai sekarang milik seorang Elbiru,tatapan mata hitam tersebut meneliti sekitar dimana tempat ini akan melindunginya dari panas dan hujan.


rumah ini hanya memiliki satu ruangan kecil kayak kamar kos,saat pintu dibukan langsung disuguhkan tempat tidur dan temannya,serta peralatan dapur yang rata-rata jumlahnya hanya satu biji contohnya piring satu,gelas,sendok,mangkok,wajan dan sebagainya hanya ada satu tidak ada yang kedua atau ketiga.

__ADS_1



"seenggaknya tembok ni rumah kalau ditiup angin kagak roboh!"


kruuuukkk!!


menunduk melihat perutnya Biru menghela nafas dan mengelusnya pelan


"lapar ya Lo!?,kok sama, wah kita jodoh"


"tapi disini ada makanan ngak ya,aduh gini amat hidup gue!"


memilih abai sebentar dengan perutnya yang keroncongan Elbiru,memilih untuk membersihkan tubuh terlebih dahulu karena sudah merasa lengket walau tadi sempat diguyur air seember tapi kan rasa lengket ditubuhnya tidak terbawa seluruhnya.


...[ ]...


menatap langit-langit kamar yang menampilkan atap yang ada sebagian terdapat bolongan kecil,pikiran Biru melambung memikirkan nasibnya yang mengalami perubahan 180° hanya dalam satu kedipan mata.


dirinya tidak pernah berpikir hanya karena satu kue kering kecil nyawanya melayang ya mending kalau langsung menghadap Rahmatullah lah ini malah nyangkut di Novel saiton yang terakhir kali dia baca.


"kalau kayak gini,gue harus mulai dari nol lagi!"


"kenapa sih diri dari setengah jiwa gue disini bodoh,pemalas pula untung otak pintar gue juga ke bagi disini kalau tidak dapat gue pastikan udah jadi gembel trotoar ni tubuh!"


menggaruk kepalanya yang mendadak gatal gara-gara pikiran berkecamuk menghampiri otaknya, Biru merasa pusing sekaligus kesal dengan keadaannya


"dasar menyusahkan"


flashback_


Di gudang yang kotor seorang gadis yang merupakan seorang Elbiru faransza menatap sosok yang duduk didepannya,dengan bentuk transparan serta senyum yang terbentuk dibibirnya.


"Hai"sapa sosok tersebut


"Setan Lo ya!?,sana lu kagak mempan kalau mau nakutin gue udah khatam gue kalau soal beginian"


"aku fara,nama lengkap ku Elbiru faransza a-"ucapan sosok tersebut terhenti kala sosok Biru dengan bar-bar berusaha memukul sosok didepannya dengan ganggang sapu walau terus tembus dia terus melakukannya.

__ADS_1


"mati Lo mati, beraninya mengambil nama princess ada berapa nyawa Lo sampai ingin bersaing dengan ente!?"


"Maaf,bisa berhenti sebentar aku ingin berbicara!"


"Aaa oke!"duduk ala-ala tuan putri misquen Biru menatap memelototi sosok didepannya,membuat yang ditatap merasa tidak nyaman


"Matam-"


"bacot lu,cepat ngomong jangan sampai Lo gue lempar ke sungai Amazon"


menghela nafas panjang sosok tersebut kembali dengan tujuannya,yaitu menjelaskan hal penting yang harus Biru ketahui.


"tolong jangan potong omongan saya! jadi begini kamu adalah aku,aku adalah kamu kita satu jiwa dua raga yang dipisahkan dengan keberadaan masing-masing yaitu kamu didunia nyata sedangkan aku didunia Novel_"


"keberadaanmu disini adalah pelengkap setengah dari jiwamu yang terbagi dalam kata lain kamu adalah penyempurna diriku_"


"Aku akan memberikan semua hal yang aku ingat kepadamu,semoga dengan semua ingatan itu kamu akan selalu dalam perlindungan"


"Congormu bilang perlindungan,yang setiap hari diulek sama satu sekolah bisanya diem aja dasar bodoh"memutar matanya malas mengalihkan matanya melihat debu berterbangan


End_


...[ ]...


PAGI MENYINSING HARI BARU DIMULAI_


Pagi-pagi sekali Biru sudah bangun dirinya memulai membersihkan rumah kecilnya dengan merubah beberapa tatanan letak peralatan dapur,kasur,lemari pakaian,lain dan sebagainya!!


semua hal itu iya lakukan agar rumah kecilnya mendapat ruang yang lebih lega dari sebelumnya.


selesai dengan hal tersebut, Biru memilih langsung membersihkan tubuhnya,tidak memakan waktu lama saat keluar dari kamar mandi mini yang dimiliki oleh rumah ini Biru sudah berpakaian lengkap,dirinya tidak mengenakan seragam karena hari ini niatnya ingin bolos untuk mencari kerja sampingan untuk menghasilkan uang sebagai modal dirinya membangun bisnisnya sendiri.


"nanti gue cari kerja sekitaran sini dulu seperti nya,nanti kalau ngak dapat dekat rumah baru cari di tempat pertokoan besar di dekat blok perumahan elit"


"moga saja lancar untuk hari ini!"


...----------------...

__ADS_1


jangan lupa komen vote dan like ya


Bersambung_


__ADS_2