Transmigrasi Kegilaan

Transmigrasi Kegilaan
6.Bertemu


__ADS_3

Melangkah keluar dari wilayah sekolah Elbiru menghentikan langkahnya dan kembali melihat kebelakang di mana bangunan yang indah berdiri kokoh yang di kenal orang-orang sebagai sekolah bergengsi sepanjang masa,penghasil pelajar yang jenius dan penghasil murid yang rata-rata berhasil di masa depan,nyatanya di mata Biru sekolah ini sangatlah rusak dimana uang dan kedudukan lebih berkuasa di sana.


"Katakan good bye untuk masa lalu,dan sapalah masa depan yang menungguku di sana,walau nanti jalannya agak menanjak dan sedikit sulit gue siap karena ini tanggung jawab!"Biru melangkah menuju pintu gerbang dan menuju sebuah mobil berwarna hitam dimana Biru sudah ketahui itu adalah kendaraan yang akan membawanya pergi jauh menuju ke suatu tempat di kota lain dimana Dia berada!


kaca mobil turun menampakkan sosok pria tampan dengan kaca mata hitam menatap Biru yang mendekat kearahnya.


"Sudah siap,kenapa lama sekali kau ingin membuat aku jamuran di sini Hah!"ujar lelaki tersebut sambil menatap kesal kearah Biru yang menyorot laki-laki di depannya dengan pandangan galak


"BAJINGAN"


BRAKKK


"HEI!"laki-laki tersebut berteriak karena tidak terima mobil mahalnya di tendang oleh gadis jadi-jadian didepannya ini


"Apa, ini pembalasan karena kau yang tidak berguna membuat brosur aku harus terjebak seperti ini, ARGGGGGGGGGGG bangsat bagaimana hidupku"Biru mengacak rambutnya sampai berantakan dan meluruhkan tubuhnya duduk di pinggir mobil diatas jalan aspal yang terasa membakar bokongnya,tapi iya tidak hiraukan.


"ayolah jangan terlalu dipikirkan,kau sudah tanda tangan kontrak lagi pula aku tidak memaksamu untuk mengikuti brosur itu kau sendiri yang datang menyodorkan diri,Lagipun tuan muda tidak akan menggigit"ujar Kevin sambil memutar bola matanya malas melihat kelakuan Biru yang mulai tidak terima dengan perkerjaan nya setelah tau kondisi dari siapa yang iya asuh.


"dari mana tuan terhormat ini bisa berkata begitu kalau kau yang bercerita mengenainya saja mengatakan otaknya miring setan"


"Heh mulutmu,cepat naik jangan seperti orang susah kau duduk dijalan seperti itu bikin malu saja"


"aku memang orang susah"Biru bangkit dari duduk lesehan dan mulai menuju salah satu pintu mobil dan membukanya dan duduk dengan helaan nafas panjang.


"Benar juga!"dan setelah mengatakan hal tersebut Kevin menyalakan mobilnya pergi meninggalkan gerbang sekolah yang mulai sekarang tercap sebagai masa lalu dari seorang Elbiru faransza.


...[ ]...



Elbiru menatap keluar jendela mobil yang membawanya,melihat keluar dimana langit sore sudah menyambut dirinya,tidak terasa mungkin tengah malam nanti iya akan sampai di tempat baru.


sambil mendengar alunan musik dari earphone matanya pun menutup dan menyapa kegelapan,tapi iya tidak tidur dirinya hanya berusaha menenangkan diri dan berpikir bagaimana iya akan menangani seseorang yang akan iya asuh mengingat keadaan dari orang itu yang sedikit berbeda,apa di pertemuan pertama mereka iya harus salto atau berguling di jalan raya,atau lompat dari gedung, memikirkan hal tersebut membuat kepalanya seperti ingin memuntahkan otak.


"Hahh melelahkan"gumam Elbiru dengan mata yang masih menyelami kegelapan


Kevin yang ada di posisi samping sebagai tukang kemudi melihat kearah Biru yang terpejam dikursi penumpang disamping nya,dan mendengus.


"belum melakukan apa-apa sudah lelah,dasar pemalas!"


"lelah itu wajar gue manusia yang punya tulang lunak,seharusnya orang seperti ku ini tidak boleh memikul beban terlalu berat,pak bos maukah kau memikul bebanku!?

__ADS_1


"ogah,pikul sendiri itu gunanya bahu dan tulang punggung mu,jangan menyodorkan kepada orang lain bodoh"


"Haaahh yasudah"Soren membuka matanya dan kembali menatap jalanan yang mereka lalui dimana cahaya senja sudah menghilang dan langit malah sudah merebut tahtanya.


"kita mampir kerumah makan terlebih dahulu,apa kau keberatan"ujar Kevin membuat Biru meliriknya


"Tidak jika pak bos teraktir,keberatan kalau suruh bayar sendiri"jawab biru membuah orang disebelahnya melirik kesal bercampur dongkol


"Dasar tidak tau malu,belum kerja sudah ngelunjak!"Sindiran kevin tapi tertanggapi gerakan acuh dari Elbiru


"itulah saya"sambil mengedihkan bahu dan mengambil botol air mineral kemasan dan meneguk isinya,sampai setengah.


...[ ]...



Elbiru setelah mobil yang melewati sebuah pintu gerbang megah iya langsung disambut dengan rumah yang tidak kalah dari pintu gerbang yang berdiri di lahan berpuluh ribu hektar,dengan warna dominasi putih tapi sayang Mansion itu berdiri di pinggir kota jarak tempuh kesini cukup menguras bahan bakar kendaraan.


Turun dari mobil Biru menuju garasi mengambil satu tas ransel berukuran sedang yang memuat beberapa barang penting bagi kehidupannya contohnya CD,dan lain sebagainya.


iya dan Kevin mulai mendekati pintu utama tapi baru saja menginjakkan kaki di bagian terasnya pintu besar yang terbuat dari kayu mahal,itu terbuka dan keluar seorang remaja pria bertubuh tinggi yang mungkin tingginya sedikit lebih tinggi dari Biru,berlari kelimpungan dengan wajah ketakutan ditambah remaja itu hanya menggunakan kemeja oversize tanpa bawahan celana,mendapati pemandangan begitu jiwa penyuka Baby gula meronta-ronta di dalam tubuh Biru.


"Hiks pergi"


"TUAN ER, BERHENTI JANGAN BERLARI ANDA BISA TERLUKA"


"PERGI MENJAUH DARI KU,KALIAN BAJINGAN!!"


PRANNGgg


tangan kurus tersebut mengambil guci pajangan berukuran kecil dan melempar kepada orang-orang yang tidak lain para bodyguard serta pelayan dan jangan lupa ada tenaga medis juga disana bahkan Kakek-Nenek yang merupakan pemilik mansion besar tersebut juga ikut main kejar-kejaran ala flim India bersama sang cucu gila.


BRAKkk


pintu terbuka tanpa ada yang bisa mencegah membuat orang disana makin berteriak was-was


"ERZANA!!"


Elbiru melihat remaja tersebut yaang berlari tanpa melihat langkah dan larinya juga mengarah padanya entah dorongan dari mana iya menangkap tubuh tersebut membuat sosok yang masuk dalam cengkraman tangannya itu menegang dan langsung menatap kearah wajah dari orang yang menyentuh tubuhnya itu dan mata berbeda warna milik laki-laki terpaku dengan mata hitam Elbiru yang menatapnya dengan sorot yang teduh namun tegas,malas bercampur semuanya.


"TUAN MUDA Erzana-"orang yang berlari dan hampir mendekati keberadaan tuan muda mereka langsung terdiam saat melihat tuan muda mereka itu sedang memeluk seseorang yang dapat dikatakan memiliki figur tatapan yang agak berbeda dengan erat.

__ADS_1


bahkan Kevin yang berada disebelah Biru saja terpaku saat melihat tuan mudanya yang tiba-tiba keluar dengan keadaan saat ini dan makin terkejut saat melihat Erzana yang memeluk Elbiru tanpa tampang jijik,kotor,dan takut terpatri di wajahnya yang pucat itu.


"Hiks!"


"Tenanglah"Biru mengusap rambut kusut yang sedikit lepek tersebut dengan pelan bahkan lengan yang memeluk lehernya itu terasa dingin di kulitnya bahkan tubuh itu bergetar hebat dan mungkin karena keadaan yang tidak baik-baik saja tubuh yang Biru peluk itu seolah hilang tenaga dan Ruruh tidak sadarkan diri dengan mimisan membuat orang disana panik,dan mendekat kearah Biru untuk membatu menopang remaja kurus itu.


"segera bawa erzana masuk kedalam dan langsung tangani!"ujar pria paruh baya itu dan langsung di turuti oleh para anak buahnya


"Baik tuan besar"ujar mereka langsung menjalankan perintah dan membawa tubuh lunglai Erzana masuk kedalam.


Melihat remaja itu menjauh muncul rasa tidak rela di dalam diri Elbiru,tapi bisa apa iya disini dirinya masih baru biarlah iya mengalah dan jadi orang polos tapi punya otak sedikit kotor untuk menjerat remaja laki-laki yang entah karena pesona apa mampu menarik minatnya.


"Kalian berdua masuklah,kita bicara didalam dan khusus untukmu nak terima kasih atas pertolongannya kalau kau tidak mencegah cucuku mungkin iya akan dalam bahaya!"ujar perempuan paruh baya menyadarkan Elbiru dari lamunannya dan mengangguk dan ditambah cengegesan garing Biru menjawab canggung.


"sama-sama nek,kebetulan itu tadi-"


PLakk


"awww anjin-"menutup mulutnya Biru melihat kesamping dimana kevin sedang memelototi dirinya,dan sedikit merapatkan posisinya dan berbisik pada Biru


"Nyonya besar bukan nenek bodoh!"


"tapi dia sudah keriput tidak cocok di panggil nyonya"bantah Biru yang juga berbisik dan cengegesan saat melihat dua tuan rumah yang memasang wajah bingung melihat kelakuan dua orang didepannya.


"Membantah hilang duit kau"


"oke fine!"Memasang wajah malas Biru memilih mengalah,iya tidak ingin memperpanjang sesuatu apa lagi matanya sudah terasa berat bahkan waktu sudah menunjukan dini hari, perjalanan kesini cukup menguras tenaga nya ditambah iya tidak sama sekali tidur di dalam perjalanan.


"Ayo masuk,ada apa dengan kalian berdua"


"Ehh iya,baik tuan besar!"ujar Biru dan Kevin bersamaan walau setelah mengatakan kalimat sama keduanya sempat melempar lirikan seolah berkata'jangan mengikuti perkataan ku' dan setelah itu mengikuti tuan rumah masuk kedalam rumah megah tersebut.


tapi Biru sempat menghentikan langkahnya dan mengambil handphone nya dan gerakannya yang cepat dan senyum miring tercipta di bibirnya menandakan ada sebuah kenakalan yang baru saja iya lakukan.


"Nikmati hidup susah mulai sekarang"gumam Biru dan melanjutkan langkahnya yang sempat terhenti


...----------------...


jangan lupa komen vote dan like ya


Bersambung_

__ADS_1


__ADS_2