Transmigrasi Kegilaan

Transmigrasi Kegilaan
8.Protagonis geprek


__ADS_3

Erzana menangis tersedu-sedu karena perbuatan gadis yang sudah Elbiru usir dengan cara yang termaksud tidak manusiawi,sedang Biru sendiri binggung karena sudah hampir setengah jam iya berusaha menenangkan Erzana tapi belum berhasil juga.


"Hiks"


"sudah jangan seperti ini air matamu bisa habis,lihat matamu hampir lepas"Elbiru mengusap pipi dan mata Erzana yang membengkak karena terlalu lama menangis, sungguh Biru sangat menyalahkan gadis sialan bermarga joseb yang tidak lain merupakan protagonis di novel tidak berguna ini.


"Pengasuh Biru ini pesanan anda!"seorang bodyguard datang dan menyerahkan kantong keresek putih dan di terima dengan segera oleh Biru.


"Terima kasih Abang Julio,dah berdiri di bawah pohon sana jaga wilayah kembali jangan sampai gadis tadi menampakkan diri,kalau kelihatan lempar menjauh"ujar Biru membuat Julio yang merupakan bodyguard pribadi untuk Erzana mengangguk mengiyakan perintah dari Biru karena boleh jujur iya juga menyimpan kekesalan pada gadis bertubuh kerdil yang dengan beraninya membuat tuan mudanya sampai histeris setelah sedikit menunjukkan keadaan sedikit membaik dan tenang.


"Baik"Julio berbalik menuju tempat berjaga di dekat pohon yang berada di dekat pintu masuk taman,berdiri di sana dan setelah itu iya memegang earphone di telinganya yang konek pada kelima rekan sesama bodyguard untuk menyampaikan informasi.


"Lempar gadis itu kemanapun,jika berani mendekati area taman ini"


"BAIK KETUA!" Jawab bersamaan para bawahannya dengan kompak.



Kembali pada Biru yang saat ini di tangannya sudah terdapat bungkusan tisu basah,menatap kearah Erzana dan menarik lengan anak tersebut.


"Sudah,ini bekas tangannya kutu air E'el bersihkan sampai bersih"ujar Biru mengusap tangan kurus itu yang terkena tangan protagonis tukang raba-raba dan lancang.


"Ber-sih hiks"


"iya jadi berhenti menangis ya"ucap Biru tidak di tanggapi oleh Zana yang sibuk menatap tangannya yang sedang di bersihkan.


.


.


.


1,15 menit yang lalu_


"E'ELLLLLLLLLLLLLLLL"Erzana berteriak sambil menutup kedua matanya dan juga tangan yang berusaha menyembunyikan wajahnya dari sosok gadis di depannya

__ADS_1


DUK!


BRUKk


"Ahhh!"Gadis di depan erzana terjatuh saat sesuatu menimpuk wajahnya dimana menyebabkan hidung gadis itu mimisan,dan di susul suara tangis darinya.


Srakkkk


Srakkkk


Srakkkk


Tap


"Zana,Kamu baik!?"Elbiru segera berjongkok di hadapan Erzana dan membelakangi gadis bertubuh pendek yang sedang menangis sambil mengusap hidungnya yang berdarah setelah Biru lempar buah mangga yang tadi iya panjat atas keinginan Erzana.


"E'el dia-dia"melihat Erzana yang kepayahan ingin berucap itu,Biru menatap kearah belakang dengan tatapan Sinis,dan di sana Biru makin berang kala tau siapa gadis yang sedang menatap takut pada dirinya.


"Ariana Luana Josep"gumam Biru dan semakin memberikan tatapan tajam dan setelah itu iya berdiri dari duduk jongkoknya sambil membatu Erzana yang ketakutan dan tanpa berucap iya ingin melangkah pergi untuk pulang.


"Kamu siapa!?,kena-pa kamu lempar aku!?, dan mau kamu bawa kemana dia hiks"Luna sang protagonis itu berdiri sambil dan mengajukan pertanyaan yang mana membuat langkah Biru dan Erzana terhenti.


"Kamu mau culik dia ya,TOLONG ADA PENCULIK,AYO KITA LARI!"Luna menarik lengan dari Erzana tapi yang di tarik seketika memberontak sambil berteriak dan di sana datang semua bodyguard dari Erzana yang sedang keliling tadi karena suruhan Biru untuk mencari berbagai macam jenis Makanan yang Erzana inginkan dari iklan di televisi yang sempat iya lihat sebelum Biru mengajaknya pergi tadi.


"ARGGGGGGGGGGG JANGAN-JANGANNNNNN HIKSS JAN-GAN SENTUH AKU!"


"LEPAS-LEPASKAN KOT-OR HUWAAAAAAAA"


"Ka-mu-"Luna belum sempat selesai dengan perkataan nya,Biru sudah maju dan menarik tubuh kecil itu dan menghantam tinjauan miliknya yang dapat di katakan tidak main-main tanpa rasa kasihan sama sekali,ingat Biru tidak punya rasa baik sedikitpun pada para pemeran kecuali Erzana,yang ingin iya rubah sedikit alur menyesakan di garis takdir penulis yang tidak manusiawi itu.


BRUKKK


"Mati kau"wajah Luna Biru gosok ke tanah dengan kuat bodo amat itu muka bonyok karena memang itu niatnya


"Arhhhggg sa-kit lep-as hiks Sa-kit"Luna berusaha memberontak untuk lepas dari cengkraman tangan Biru yang bertengger di bagian kepalanya,tangan dan kakinya bergerak liar sampai tangan kirinya mengenai bagian rahang bawah Biru cukup kuat,tapi ya pada dasarnya Biru orangnya tahan banting hal seperti itu bagaikan sentilan ringan baginya.

__ADS_1


"Pengasuh Biru,tolong berhenti anda bisa membunuh gadis itu"


"Memang itu yang gue inginkan"


"pengasuh Biru disini masih ada tuan muda"


Tersadar Biru menoleh dan menatap Erzana yang berjongkok dengan wajah iya sembunyikan di balik lengan dan lutut dengan tubuh bergetar tanpa ada yang mendekati sosok Rapuh itu karena kalau ada yang menyentuh kembali bisa jadi Zana makin menjadi dan berakhir dengan aksinya melukai diri sendiri.


"Dah sana, sebelum niatku untuk menggeprekmu terlaksana pergi dari sini!"ujar Biru bangkit dan mulai mendekati Erzana


"KAMU PEREMPUAN JAHAT,PASTI ORANG TUAMU PENJAHAT JUGA SEPERTIMU, SEHARUSNYA KAMU MASUK PENJARA KARENA KATA MOMMY ORANG JAHAT HARUS MENDEKAM DI PENJARA"Teriak Luna membuat Biru melirik wajah jelek Luna yang sudah tergores dan luka-luka kecil akan perbuatannya.


"Kamu orang gila, orang tuamu juga gila pastinya! seharusnya orang sepertimu itu masuk rumah sakit jiwa biar otak bermasalah itu bisa di lepas"jawab Biru


"KAMU HIKSSSS HUWAAAAAAAA DASAR KEJAM, KELUARGA KU TIDAK GILA, MOMMY DADDY AKU AKAN BILANG PADA MEREKA UNTUK MEMASUKAN MU KEDALAM PENJARA"


"Apa aku peduli tentu tidak,Usir"balas Biru dan memberikan perintah bada bodyguard di sana untuk membawa Luna menjauh.


Berakhir_



Cekrekkk


"wah Bagus"ujar Biru setelah memotret Erzana yang bergaya layaknya model.


"Mana E'el Zana mau liat!!"ucap Erzana membuat Elbiru memperlihatkan layar ponsel nya dan dengan mata berbinar Zana melihat dirinya di layar tersebut.


"Lihat Zana,baguskan puji dulu E'el karena jadi seorang fotografer profesional"


"Ihhh Zana tampan,mau jadi artis!"ujar Erzana melunturkan senyum Biru,yang sudah terbang tinggi karena akan mendapat pujian kini hancur berkeping keping.


"iya jadi artis kalau sudah stabil"gumam Biru sambil memutar bola matanya malas


...----------------...

__ADS_1


jangan lupa komen vote dan like ya


Bersambung_


__ADS_2