
Erzana saat ini menatap sosok yang sedang duduk dipinggir kasur dengan mangkok berisi bubur ditangannya,melihat sosok itu hati Erzana merasa tenang rasa takutnya terasa terhalangi,padahal ini adalah kali pertama mereka berjumpa dan juga Erzana merasa kalau pandangan dan gerakan yang Elbiru buat dan tertangkap dimatanya itu berbeda dari gerakan orang-orang di sekitarnya,yang mana pandangan dari orang-orang disekelilingnya seolah selalu ingin mencekik dan menyududkan keadaannya yang seperti ini.
Biru menatap Erzana yang terbengong dengan sebuah boneka kucing yang dipeluk dengan erat olehnya,dengan senyum tipis Biru menyodorkan sendok yang terisi bubuk di tangannya kedepan Erzana.
"Aaaaa"membuka mulutnya Zana melahap bubur itu,melihat itu Biru mengangguk dan kembali fokus pada mangkok untuk kembali menyendok bubur kembali.
"Kakak lari,dia pergi tapi tidak bawa Er juga!"sebuah suara menghentikan tangan Biru ,yang sedang ingin menyendok kembali mengalihkan tatapannya Biru menatap kearah Erzana yang sudah ingin menangis
"Ayah dan bunda gantikan posisi Er dengan Dia, semua yang Er miliki harus di berikan padanya,Bahkan Kakak tampar dan Bilang Er menjijikan"
"Er tidak sakit,tapi mereka semua selalu beri Er obat yang sangat banyak bahkan mereka ikat rantai di kaki Er,padahal Er mau lari jauh agar mereka tidak bermain kasar"
"Er mau tidur tapi orang-orang itu datang kem-bali dan Hiks HuWAAAAAAAA!!"
Biru yang melihat itu langsung meletakan mangkok di tangannya keatas nakas di samping kasur dan beralih membawa tubuh rapuh remaja laki-laki itu kedalam pelukannya,Hatinya terasa di iris saat melihat air mata itu menetes walau ini hitungan pertemuan mereka untuk pertamanya tapi bagi Biru iya sudah tau watak dari Erzana ingat iya pemegang rahasia disini dimana iya tau apa dan sebusuk apa dunia novel ini dimana pemerannya rata-rata menjadikan orang-orang lemah sebagai batu loncatan untuk mencapai sesuatu.
Biru tau siapa yang dimaksud oleh Erzana siapa Dia,siapa kakak yang meninggalkan,dan siapa ayah dan Bunda yang mengasihi orang lain ketimbang darah daging yang mereka hadirkan,dan siapa mimpi buruk itu iya tau semuanya.
"Dunia memang kejam,maka dari itu jadilah seperti mereka ikuti kelakuan mereka,jika mereka menyalahkan perbuatanmu,bilang kepada mereka untuk bercermin!"melepaskan pelukan itu Biru menangkup wajah basah tersebut dengan kedua tangan dapat iya lihat pandangan terluka,putus asa, keinginan yang sudah memudar dan menyisakan Kekosongan.
"Kau butuh hembusan angin baru,maukah kau mencarinya bersamaku!?"Ujar Biru membuat mata berbeda warna iris tersebut menatapnya dengan sesegukan.
"Hiks Ap-a kamu akan sepe-rti mere-ka suatu saat!"gumam Erzana membuat Biru terdiam sesaat tapi tidak lama karena senyum manis Biru berikan pada Erzana.
"Aku sudah menawarkan suatu hal padamu,tidak mungkin aku merubah hal itu dengan mudah,jika itu terjadi aku izinkan tangan ini untuk dilumuri darahku suatu hari nanti"tangan Biru beralih menggenggam tangan Zana erat yang mana mata berbeda iris tersebut menatap tangannya yang kurus dan sangat pucat berada di tangan putih dimana dipergelangan tangan itu terdapat gelang berwarna merah semua terasa jauh lebih hangat seperti pertemuan awal orang ini pengasuhnya adalah satu-satunya tempat yang bisa iya buat pelindung,dia orang asing tapi dia sumber kenyamanan dimana tidak pernah Erzana dapatkan dari keluarga dan pekerja lainnya.
"Er ingin tidur tenang,Bisakah!?"
"Tentu saja,tidurlah dan berpikir hal buruk sudah berlalu saat kau terbangun bentangan pelangi ada di depan"
"Terima kasih"Erzana memeluk Elbiru erat dan membuat orang yang di peluk menegang untuk sesaat tapi iya tersadar dan membalas pelukan tersebut,katakan bahwa ucapan Elbiru tadi adalah sebuah karangan ajaib,dan juga iya berucap maaf pernah mengatakan hal bodoh tentang sosok tuan mudanya ini tanpa menyaring terlebih dahulu pikirannya.
__ADS_1
sedang dari balik pintu yang terbuka sedikit terlihat satu pasangan paruh baya menatap penuh arti dua Arong di dalam sana.
"Dia orang yang tepat"gumam keduanya bersamaan.
...[ ]...
Empat orang yang duduk diruang tamu yang mana atmosfer diantara mereka terasa sangat tidak enak,aura bersitegang terasa begitu kuat antara keempat kepala disana.
"Dia anakku,apapun yang ada di dirinya adalah milikku berserta istriku kalian tidak berhak melarang"
"Sadar ucapanmu,Tampa kami kau juga tidak akan hadir,pangkatku disini lebih tinggi darimu!"
"Ayah"
"Dengar Raga anakku yang paling bodoh,Kau terlalu menyayangi batu kerikil sampai otakmu itu seperti pasir kucing,pergilah aku tidak menerima anak yang tidak punya pikiran,demi orang luar kau rela membahayakan nyawa darah dagingmu!"
"aku tidak akan pergi sebelum membawa apa yang aku ma-"perkataan pria bernama Raga terpotong karena teriakan dari perempuan paruh baya yang menyandang status sebagai ibunya.
"IBU"
PRANNGGG
"KYAAAAAAAAAAA"Mikaela menutup telinganya dengan tangan dan mata terpejam saking terkejutnya akan perlakuan ayah mertuanya bahkan Raga pun ikut terkejut.
Melihat cangkir pecah di antara kakinya dan sang istri Raga menatap kearah kedua orang tuanya,dengan pandangan tidak percaya,ini pertama kalinya Mario melakukan serangan yang dapat melukai fisik ini tidak seperti ayahnya yang walau dingin iya tidak pernah bermain seperti ini apa lagi ini semua iya dedikasikan pada anaknya.
"jangan pernah kurang ajar,ingat batasanmu sebagai anak,tidak sepantasnya kau berteriak pada ibumu yang sudah susah payah melahirkan dirimu yang berubah menjadi lelaki Banci sialan!"ujar Mario menatap tajam wajah Raga.
"pergi dari sini"
"Tapi-"
__ADS_1
"pergi atau anak itu kulenyapkan!?"
Mendengar perkataan Mario Raga dan Mikaela angkat kaki dari mansion megah itu meninggalkan Mario dan Elisabeth yang meneteskan air mata melihat anaknya benar-benar berubah semenjak kehadiran orang lain didalam keluarga nya,dimana perubahan itu menyakiti salah satu cucunya.
"Mas kenapa Hiks,dia seperti bukan Raga kita yang dulu!?"Mario membawa Elisabeth kedalam pelukannya dan menenangkan istrinya itu
"ini semua karena gadis bermuka dua itu!"
"aku benci gadis sialan itu, gara-gara dia keluarga kita seperti ini,Erzana harus menerima penderitaan karena ulahnya,cucuku sangat malang kenapa ini semua harus terjadi padanya hiks"Elisabeth meremas kemeja yang digunakan suaminya dengan kuat
"Tenangkan diri mu Eli,kita tunggu saja waktu bermain,mereka tidak mungkin bisa melakukan hal buruk pada Er kembali"
"ya kau benar"menjauhkan dirinya dari dekapan sang suami Eli mengusap wajahnya sambil menatap sang suami penuh arti.
.
.
.
Ditaman bunga Lily,terlihat seorang remaja laki-laki sedang berjongkok sambil mengamati kupu-kupu yang hinggap di kuncup bunga.
Tangannya terulur mencoba menggapai salah satu kupu-kupu disana tapi sebelum tangan itu menyentuh,hewan cantik itu terbang menjauh.
"Permi-si!"remaja laki-laki itu menegang dan langsung menatap kearah belakangnya dengan cepat dan juga memasang wajah was-was serta ketakutan.
"***-ehkah Aku mi-nta-"perkataan itu terpotong saat remaja didepannya berteriak dengan kuat membuat gadis di depannya terkejut dan melangkah mundur.
"E,ELLLLLLLLLL!!"
...----------------...
__ADS_1
jangan lupa komen vote dan like ya
Bersambung_