Transmigrasi Kegilaan

Transmigrasi Kegilaan
6._


__ADS_3


Berbaring diatas kasur empuk sambil melihat langit-langit kamar Elbiru berpikir betapa beruntungnya iya mendapatkan kamar yang luar biasa mewah dan elegan ini,dimana semua dekorasi didalam kamar ini semua adalah tipe nya,dan suasana ini mengingatkan dirinya akan kehidupannya yang dulu dimana iya masih menyandang gelar CEO dan hampir juga menyandang gelar seorang desainer No 1,sebelum ajalnya menjemput.


"Tidak menyangka gue akan masuk kedalam kota yang mana di tempati oleh para pemeran,dan salah satu figuran yang hanya muncul satu kali tapi berakhir mati,baru saja gue cegah kebetulan macam apa ini!"


"Erzana dulu Lo hidup singkat dan mati membawa rasa sakit,kini setelah ada gue ku harap Lo hidup panjang janji gue akan rubah kehidupan Lo yang tertulis menjadi berwarna,disini gue Tidak peduli dengan keadaan pemeran lainnya bagi gue mereka tidak berguna tapi Lo-!"tersenyum tipis Elbiru menutup matanya menuju alam mimpi membawa janji yang terucap di bibir dan hatinya biarlah kelanjutan perkataan nya iya utarakan didalam hati sebagai pengingat.


1JAM LALU_


Duduk di kursi ruang tamu bersama dua tuan rumah yang berada dihadapannya dan Kevin yang duduk di sampingnya.


"Apakah dia!?"tanya pria paruh baya bernama Mario Rajuna Argentara dengan sosok sang istri disampingnya yang dari tadi tersenyum meneduhkan kearah Elbiru.


"Benar Tuan besar!"jawab Kevin membuat paruh baya itu menatap pada Biru yang tersenyum gugup karena diperhatikan keperkian rupa,berasa dipandangi Malaikat maut dirinya saking tajam mata itu menghunus dirinya.


"Kau siap menanggung beban dari perkerjaan ini,pastinya kau sudah tau kan keadaan cucu saya dari Kevin,bahkan kau sudah melihat sendiri bagaimana cucu saya,kalau merasa keberatan kau bisa melangkah keluar dan orang-orang saya akan mengantarmu kembali pulang"Ujar Mario tidak mau bertele-tele dan semua perkataan yang keluar dari mulutnya terlontar dengan ketegasan,membuat Biru meneguk ludah tanpa sadar.


Ekhemm


berdehem singkat Biru menatap Mario dengan senyum yang masih terukir diwajahnya.


"Kalau boleh jujur awalnya saya merasa keberatan akan perkerjaan ini,apa lagi di awal saya melamar menjadi perkerja saya hanya tau kalau ajuan brosur mengarah pada para pelamar untuk menjaga anak kecil untuk masa mendatang saat keterima!"ujar biru menghentikan sekejap perkataannya dan ingat sore disaat iya selesai dengan aksinya disekolah iya ikut pelamaran yang Kevin tangani sebagai sekretaris Mario,mengikuti tes berupa cara memasak, beres-beres,bahkan pertarungan dimana dia diserang tiba-tiba oleh sepuluh orang berbadan kekar secara bersamaan dan untungnya iya menguasai tehnik berantem yang benar dan memudahkan untuk menghindar dari bonyok dan memenangkan pertempuran,dan dari sekian pelamar yang iya jumpai dihari itu Elbiru pulang dengan kemenangan berupa kepundungan saat tau segala hal setelah tanda tangan kontrak dihari itu.


"tapi karena saya sedikit mata duitan saya mencoba ikhlas dengan keadaan Tuan,saya terima apa adanya siapa yang akan saya jaga dan layani,seberat apapun bebannya saya akan tanggung karena pantang bagi saya untuk mundur sebelum mendapat hasil"Sambung Biru mengundang senyum tersembunyi di bibir Mario yang terlihat hanya seperti garis lurus saja.


"Aku tidak ingin cucuku tergores sedikitpun,aku mengeluarkan gaji cukup besar untuk hasil yang memuaskan,jangan lakukan kesalahan atau kau tau akibatnya,Eli kau tau kan apa yang harus dilakukan!?"


"tentu mas!"mengangguk mengiyakan Elisabeth sang istri bangkit dari kursi dan menuju sebuah lemari kaca yang ada di ruang tamu membuka lacinya dan mengambil sebuah kertas dari sana,setelah mendapatkan apa yang diinginkan iya kembali dan duduk disamping sang suami kembali dan tangan dari Nenek cantik itu terulur kearah Elbiru memberikan kertas yang iya pegang.


"ambillah,itu kertas berisi hal yang harus kau lakukan,dari hal yang bisa dilakukan dan dimakan oleh cucuku sampai yang tidak boleh kau harus menghapal semuanya"jelas Elisabeth yang dibalas Biru dengan sebuah anggukan


"Hm baik nyonya!"jawab biru sambil menatap kertas ditangannya


"Siapa namamu nak!?"ujar Elisabeth mengambil fokus Elbiru kembali


"ahh maaf karena ketidaksopanan saya nyonya tuan,perkenalkan nama saya Elbiru faransza,biasa dipanggil Biru atau El terserah!"

__ADS_1


"Nama yang bagus kuharap kau betah disini ya"


"terima kasih,kuharap begitu"mengangguk singkat Biru memikirkan sebuah rencana diotaknya untuk hari-hari mendatang.


Berakhir_


sebelum mata hati membiaskan cahayanya para pelayan, bodyguard sudah berkeliaran melakukan perkerjaan masing-masing begitupun Elbiru yang sudah bangun tapi masih betah membaringkan tubuhnya dikasur,mata hitam kelam miliknya menatap keluar jendela kaca yang terdapat disamping kasurnya dimana iya masih dapat melihat beberapa bintang yang terbentang di langit yang gelap dan kini sudah memperlihatkan warna sedikit berseri.


Bangkit dan mendudukkan tubuhnya Biru meregang kan badannya,setelah itu bangkit dan mulai menuju kamar mandi untuk membersihkan diri,dan setelah itu memulai perkerjaan di hari pertamanya.


"Kalau cerita ini masih berjalan pada arusnya,seharusnya hari ini gadis bermarga joseb itu nyasar ke daerah sini dan juga orang tua Zana datang dan mengacaukan suasana Di mansion ini"


"Dua agenda yang sangat gue tidak suka di tanggal ini,Mungkin Zana akan gue bawa keluar agar tidak melihat kekacauan yang terjadi takut nanti mentalnya makin terganggu"mengetuk dagunya menggukan jari telunjuk Biru memikirkan tempat yang bagus dan cara membawa Erzana nantinya.



dengan mematut dirinya di hadapan cermin kala melihat penampilannya yang sudah bagus,walau rada tidak sopan karena mengunakan celana pendek Biru berusaha menyusun kata di otaknya untuk merangkai kata di balik penggunaan celana pendek ini.


"Gue bilang aja nanti baju yang gue kenakan ini tidak mau disandingkan dengan celana yang lainnya,ya benar pasti orang dimansion ini memaklumi!"menjentikkan jari Biru berbalik keluar dan akan memulai agenda Pertama di dalam kertas aturan yang diberikan oleh Elisabeth semalam.


BERIKAN,Menjauh


Tuan muda,tenangkan dirimu


BRENGSEK KENAPA KAU HANYA MELIHAT SAJA KENAPA TIDAK MENOLONGKU,KENAPA HIKS!AKU TIDAK BERHARGA YA!?


Tuan muda


AKU BENCI MEREKA,AKU INGIN PERGI JAUH UNTUK MENGHILANGKAN SAKIT INI,TOLONG BERIKAN ITU!!


Tidak tuan muda ini berbahaya


ITU YANG AKU INGINKAN!!


penasaran Biru langsung memegang ganggang pintu dan mendorongnya,dan disana penglihatan Biru langsung disambut Erzana yang berusaha merebut sebuah pistol dari tangan salah satu bodyguard tapi tubuhnya ditahan dua pelayan dan bahkan satu dokter dan suster sedang menyiapkan jarum suntik berisi cairan yang ditarik dari botol bening.


Tap

__ADS_1


Tap


Tap


Grebb


"Zana"suara bisikan tersebut dan sebuah rengkuhan hangat membuat Erzana terdiam dan air mata entah kenapa mengalir dan kembali membasahi pipinya.


"Hiks,Kamu!?"


"Hm jangan menangis, sayangilah dirimu jangan buat dia tambah terluka"Biru membalikan tubuh Erzana dengan pelan agak tidak memberikan reaksi mengejutkan dan membuat Zana memberontak kembali.


mengusap rambut hitam tersebut pelan Elbiru tersenyum hangat seolah memberi semangat membuat Erzana terpaku.


"Mereka-"ucapan lirih erzana terpotong karena gelengan kepala dari Elbiru


"Ya mereka memang brengsek,bajingan,dan manusia tidak tau diri,tolong berhenti memikirkan perlakuan mereka secara berlebihan,Zana berdirilah tegap tunjukan pada orang-orang itu bahwa perlakuan mereka hanya seperti luka kecil seperti goresan daun ilalang,yang bisa kau matikan hanya dengan sebuah injakan!"mengangkat dagu Erzana untuk menatap dirinya.


"Kau Bisa"


"Tidak"


"Bisa"


"Tid-"


"pasti bisa,karena aku akan mengiringmu sampai mampu mengangkat kakimu ini untuk melangkah sendiri!"


Senyum yang sudah lama hilang kini terbit kembali membuat haru orang yang masih berada disana bahkan salah seorang pelayan tuan sampai meneteskan air mata kala kembali disuguhkan pemandangan berupa senyum yang sudah menghilang bertahun-tahun lamanya.


"Ini adalah sebuah keajaiban"gumam lirih sang pelayan sambil memperhatikan tuan muda nya dan gadis tinggi yang baru pertama menjalankan perkerjaan nya.


...----------------...


jangan lupa komen vote dan like ya


Bersambung_

__ADS_1


__ADS_2