Transmigration Psycho Gril

Transmigration Psycho Gril
24 rencana balas dendam 6 hilangnya setengah kekayaan


__ADS_3

malam yang sunyi begitu tenang tapi tidak di kediaman keluarga dirgantara sang nyonya keluarga dirgantara sedang bersantai ria sambil belanja online


" ya ampun ini tas nya bagus banget lagi dan harga nya juga cuma dua ratus juta doang " mama lusy


" omaygattt ini ada keluaran skincare terbaru lagi ya ampun ini aku harus punya kan gak lucu dong seorang nyonya keluarga dirgantara tidak punya skincare yang mahal "gumam mama Lusy


" ya ampun ini parfum bagus banget aku harus punya " gumam mama Lusy


braakhh


suara bantingan pintu


" omegat apa apaan sih pa " teriak mama Lusy karena terkejut


" argh kau diam " bentak papa christian sambil menunjuk mama Lusy


" loh kamu kenapa sih pulang marah marah " mama Lusy


" oh iya pa tadi Ku belanja sama calon mantu dan black card papa udah habis " cerocos mama Lusy


" kamu itu tau nya belanja aja " papa christian


" loh itukan udah kebiasaan aku lagian keluarga dirgantara itukan keluarga kaya sia sia dong kalau uangnya berjamur " mama Lusy


" belanja belanja kamu tau ada yang berani mencuri data data perusahaan..." ucapan papa christian terpotong


" cuma data data doang kok cuma hal sepele " ucap mama Lusy santai


" ya cuma data data dan data data itu menyangkut tentang setengah saham perusahaan " ucap papa christian teriak


mama Lusy langsung terdiam dan jatuh terduduk di sofa


" nggak ini enggak mungkin aku gak mau hidup susah aku gak mau " teriak mama Lusy


" kalau kamu gak mau miskin makanya kamu bantuin mikir gimana caranya kita bisa mendapatkan data data itu kembali " sarkas papa christian sambil berjalan menuju ke kamar


" argh aku tidak mau hidup miskin " gumam mama Lusy


malam kini berlalu dan di sambut oleh pagi yang cerah


*mansion keluarga Xavier


" ayah kakak bunda kalian dimana " teriak nindi


ya beginilah setiap pagi di kediaman keluarga Xavier pasti di sambut dengan teriakan dari sang putri


" adek jangan teriak bunda sama ayah lagi di kebun tuh " ketus Alvin


" dih santuy dong jangan ngegas " sewot nindi


" dih bisa gitu yak " Alvin


sedangkan di kebun ayah Morgan dan bunda Mila sedang asik menanam sayuran


" wah banyak banget sayuran hijau nya " nindi


" loh anak bunda udah bangun " bunda Mila


" udah dong nindi kan anaknya rajin " nindi


" hahahaha iya iya anak ayah ini paling rajin " ayah Morgan


" nindi mau nyoba nanem " bunda Mila


" mau mau " ucap nindi antusias


sedang asik mengorek ngorek tanah nindi melihat sesuatu yang menggeliat


" uwaaaaa ayah ada ular tolong ada ular " teriak nindi sambil lari di tempat


" mana mana ularnya sayang " ayah Morgan


" kamu gak di gigit kan kalau kamu di gigit kamu gigit balik ular nya " ucap bunda Mila cemas


" ini ularnya hiks hiks " ucap nindi sambil menunjukkan cacing kecil yang berada di telapak tangannya


ayah Morgan langsung jatuh terduduk sedangkan sang bunda geleng geleng kepala


" adek itu bukan ular " ucap ayah Morgan gemas


" kalau hiks bukan ular hiks terus dia apa hiks " ucap nindi sesegukan


" ini namanya cacing " ucap ayah Morgan


" OOO cacing kok jelek banget yah " ucap nindi sambil membuang cacing dengan tidak berperasaan


" gini amat ya hidup gua " batin cacing


" bunda cacing nya boleh gak nindi pelihara " ucap nindi dengan wajah imutnya


" NO " ucap ayah Morgan dan bunda Mila bersamaan


" loh kok gitu " nindi


" sayang cacing itu untuk menyuburkan " bunda Mila


" wow kalau gitu kalau nindi makan nanti nindi jadi subur terus tumbuh tinggi " ucap nindi


tiba tiba Alvin datang


" dek kami bukannya subur malahan tu cacing nanti tumbuh di perut kamu terus dia makanin usus kamu terus kamu jadi Monster cacing " ucap Alvin dengan wajah serius nya


nindi yang mendengar itu pun langsung berlari memasuki mansion

__ADS_1


" nindi gak mau makan cacing nindi gak mau pokoknya cacing di muka bumi ini harus musnah " ucap nindi sambil teriak dan berlari memasuki mansion


" hahaha polos banget sih " Alvin


" ajaib " ucap ayah Morgan sambil geleng geleng kepala


" impresif " ayah Morgan


sedangkan nindi di kamar sedang rebahan santai


" keluarga dirgantara aku bahagia melihat kalian gila hanya karena kehilangan harta " nindi


" bunda ayah Abang tenang saja aku akan segera mendapatkan bukti semua kejahatan keluarga dirgantara terhadap keluarga Smith " nindi


nindi pun langsung mengambil handphone nya yang berlogo apel di makan ulat


" bang rel " nindi


" iya dek " farel


" em adek boleh gak main ke perusahaan bang rel " nindi


" boleh sayang, kapan kamu mau main ke perusahaan " farel


"em besok aja deh " nindi


" haha iya deh"farel


" yaudah nindi mau tidur ya " nindi


" iya dek " farel


" besok adalah kesempatan yang sangat besar untuk Ku mencari semua bukti kejahatan mereka " batin nindi


malam hari pun tiba dimana semua orang tertidur tapi tidak dengan nindi yang mencari mangsa


" huft malem ini kok gak ada sih mangsanya kan kasian nindi yang capek nyariin " gumam nindi


dengan langkah yang tak tau arah akhirnya nindi tiba di sebuah danau yang gelap dan sepi


kresek kresek bunyi rumput yang bergoyang


* canda goyang " author


" ah pelan pelan ayang ah " ******* wanita


" dih lagi ngadon kok gak modal banget sih " batin nindi


" ah sayang gimana ah tentang keluarga dirgantara ah " desah sang pria


" emh mereka ah masih ah akh memberikan kita uang ah karena kita telah ahh membantu ah melenyapkan ah keluarga Smith " ucap wanita terbata bata sambil mendesah


" kau ah benar sayang ah lubang mu nikmat " pria


" tak menyangka aku akan memangsa orang yang telah membantu memusnahkan semua keluarga Smith " gumam nindi sambil menyeringai


" ah ah sayang tongkat kamu enak " wanita


dor dor


dua tembakan mengenai kaki wanita dan pria itu


" akh sialan " pria


" aub sakit " wanita


" Hay apa kabar " ucap nindi


ya yang menembak mereka adalah nindi dan tak lupa ia memakai masker dark nya


" cih aku jijik melihat tubuh kotor kalian " nindi


" siapa kau " pria


" aku adalah malaikat mau kalian " nindi


" dasar wanita jala*g " ucap wanita itu berteriak


crash kepala wanita itu menggelinding


" dasar wanita cerewet " ketus nindi


crash


pria yang hendak kabur pun di potong kakinya oleh nindi


" argh sialan " pria


" ya ya aku tau kalau kau sialan " ucap nindi santai


" aku tidak ada mengusik mu "di pria


" kau tidak mengusik ku tapi kau sudah memusnahkan seluruh keluarga ku " ujar nindi dengan aura kejam nya


kaki yang di potong nindi kini di cincang nya


" kau kau dasar gila " ucap pria itu ketakutan


" aku bukan gila aku hanya iblis bagi bajingan seperti kalian " ucap nindi sambil memasukkan potongan kaki sang pria ke mulutnya


"hangpun akhu mingha anghpun " ucap pria itu tidak jelas


" cek telan dulu makanan mu lalu bicara yang benar " ucap nindi sambil menjambak rambut pria itu

__ADS_1


sedangkan sang pria telah memuntahkan daging cincang yang di berikan nindi


" dasar psikopat gila " ucap pria itu teriak ketakutan


crash crash kedua tangan pria itu sudah tergeletak


" akhhh akhh sakit " teriak sang pria


" apa kau menikmati nya " ucap nindi


" akh ampun ampuni aku " ucap pria itu lemah


jleb katana nindi kini menembus burung puyuh si pria itu


" argghh tolong arghh ampun " teriak sang pria kesakitan


" aku tidak dengar " ucap nindi sambil meniup poninya


"si siapa kau sebenarnya " pria


" aku adalah anak perempuan keluarga yang kau bantai " nindi


" ti tidak tidak mungkin kau kau bukan Anin " pria


" yey anda benar sekali aku adalah putri Smith keluarga yang kalian Bantani dengan keji dan sekarang aku yang akan membalas semuanya " ucap nindi dengan aura kejam nya


" tolong ampuni aku " ucap pria itu lirih


jleb mata kanan sang pria telah tertusuk paku berkarat yang nindi bawa


" tolong bunuh aku " pria


" tentu saja tapi tidak sekarang " ucap nindi


crash lidah sang pria sudah berada di tangan nindi


" hahahaha kau sangat keren " ucap nindi


" hasal Hau ghia " ucap pria itu


brukh pria itu dipukul hingga tak sadarkan diri


" tolong antarkan kado untuk keluarga dirgantara " nindi


" baik nona " Anton


" dan ini bukan hadiah yang baik " batin Anton


sedangkan di mansion dirgantara mereka tengah berusaha untuk mendapatkan kembali kekayaan mereka


" maaf tuan ada paket " maid


" Dari siapa " papa christian


" tidak tau tuan " maid


" pergilah " papa christian


maid pun langsuy berlalu ke dapur sedangkan papa christian berjalan menuju paket dan di sana sudah ada farel dan mama Lusy


" wah pa apa ini " antusias mama Lusy


" tidak tau " papa christian


" lihat ada note nya " farel


" baca " papa christian


" Hadian istimewa untuk semua keluarga dirgantara yang terhormat " farel


mama Lusy tidak sabar dan cepat membuka paketan itu


brukh


" aaaaaaa " teriak mama Lusy


" ada apa ma " farel


" look itu mayat " mama Lusy


betapa terkejutnya mereka melihat mayat yang tidak utuh dengan berlumuran darah mata yang di tusuk paku mulut menganga dan lidah tidak ada dan kepala pecah kaki dan tangan yang di cincang


dan note bertuliskan


" peringatan " note


......................


...****************...


...----------------...


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


up lagi gaes


jangan lupa untuk tinggal kan jejak


like juga


vote nya jangan lupa dan terimakasih buat yang udah meninggal kan jejak


bye bye,...

__ADS_1


__ADS_2