
sore hari,...
di kediaman keluarga smith
" ayah apa benar ada lamaran dari keluarga dirgantara " nanda
" huft, " ayah menghela nafas
" jika keluarga dirgantara mengirim lamaran apa harus kita terima, aku takut anin akan kecewa dengan kita " nando
" itu yang sedang ayah pikirkan, Bagaimana bisa putra dari keluarga Dirgantara mengenal Anin" ayahp
" entahlah, kita semua juga tidak tau " nando
" apakah bunda sudah mengetahui tentang hal ini " nanda
" ya, " ayah
" lalu apakah bunda menangis atau bunda marah pada ayah " nanda
" tidak, bahkan bunda sangat antusias untuk menyambut keluarga dirgantara nanti malam bunda langsung membeli pakaian untuk anin" ayah
nando dan nanda hanya membuka mulut lebar
" Dari mana kalian tahu mengenai Perjodohan ini" kata ayah
" hehehe kalau itu kami tidak sengaja menguping pembicaraan Ayah ditelepon tadi" kata Nando dan Nanda kompak.
" Baiklah kali ini ayah Maafkan, lain kali tidak boleh seperti itu" ayah
" oke ayah" ucap Nando dan Nanda
" Ayah Apakah Anin mengetahui tentang lamaran ini" ucap Nando
" Anin belum mengetahui perihal lamaran ini dan ayah harap Anin dapat menerima lamaran ini kalian juga tahu kan kekuasaan keluarga Dirgantara bahkan melebihi kekuasaan kita jika kita menyinggung keluarga Dirgantara maka habislah keluarga Smith" Jelas Ayah
" kalau begitu kita harus memberi tahu Anin secepatnya" Nanda
" dan ayah juga harus memberi tahu tentang lamaran ini kepada Oma dan Opa" Nando
" yang memberitahukan tentang lamaran ini adalah Oma dan Opa keluarga Dirgantara melamar Anin melalui Oma dan Opa dan mereka menyetujui lamaran ini dengan sangat antusias" lesu ayah
" kalau begitu masalah utamanya adalah kita harus memberitahukan Anin tentang lamaran ini dan mempertanyakan Apakah adek bersedia menerima lamaran ini atau tidak "Nando
" itulah Ayah lagi memikirkan Bagaimana cara membujuk adik agar mau menerima lamaran ini" ayah
" aku tahu dengan cara apa membujuk adik agar mau menerima lamaran ini" Nanda
" cepat beritahu ayah " ayah
" belikan saja adik coklat yang banyak dan beberapa makanan kesukaannya dijamin Anin akan luluh" Nanda
" Ayah tidak menyangka adek mudah dibujuk dengan makanan seperti itu "Ayah
" yah Bagaimana lagi, anin kan seperti anak kecil yang imut polos dan selalu ceria ya, walaupun di saat di dunia bahwa dia sangat mengerikan" Nando
" hahaha kamu benar nak " ayah
" ayah anin pulang!!!!! anin tadi beli baju lo bagus banget tau kata bunda, anin mau ketemu mertua jadi harus cantik terus kata bunda adek nanti kalau di tanya apakah adek mau di lamar adek harus jawab iya kata bunda " kata anin dengan polosnya
" bunda " tekan ayah
" hehehe lagian kan putra dirgantara dia itu tampan dan sukses cocok dengan putri ku yang manis ini " jelas bunda
" adek, apakah adek mau menerima lamaran ini " tanya ayah
" he'em " deheman anin di sertai dengan wajah berbinar
" baiklah kalau begitu " ayah
...****************...
...****************...
...****************...
...****************...
malam hari di kediaman keluarga smith tengah ramai di keramaian ke datangan keluarga dirgantara
" jadi apakah keluarga smith menerima lamaran ini " christian papa farel
" silahkan pak tian bertanya langsung kepada putri kami " ayah
" bagaimana anin apakah anin mau menerima lamaran ini " christian
" anin mau tapi anak om tidak tua kan dan perutnya tidak buncit kan terus kepalanya tidak botak setengah kan" anin
" aduh anin jangan gitu " bunda
__ADS_1
semua yang mendengar pertanyaan absurd anin pun menahan tawa mereka
" tentu tidak, sayang anak mama ganteng kok " lusy mama farel
" benarkah, terus dimana anak tante " anin
" dia sedang di jalan, dan anin jangan panggil tante panggil aja mama" lusy
" ooo, ok ma " kata anin tersenyum manis
tiba tiba,....
" maaf semuanya saya terlambat " datar farel
" apakah adek akan bahagia jika bersama manusia kulkas ini " batin nando
" semoga pilihan opa tidak salah " batin ayah dan bunda
" ckkk, pria menyebalkan " batin nanda
" tak apa, silahkan duduk "ayah
farel pu. langsung duduk di sofa tepat di hadapan anin
" loh kok om ada disini" anin
" jangan panggil om anin " kata farel dengan nada yang sangat lembut bahkan tidak dengan wajah datar
" eh, maaf maksudnya kak farel " anin
" iya sayang " farel
" kok manggil anin sayang nanti di marahin lo sama calonnya anin" polos anin
" aku itu calon kamu " kata farel sambil terkekeh
" wahhhhhhh benarkah " anin
semuanya hanya tersenyum melihat tingkah laku anin
" farel om harap kamu tidak menyakiti anin " ayah
" anin adalah jiwa saya , saya tidak akan pernah menyakiti anin, anin hanya milik farel dirgantara seorang tidak boleh ada yang mengambilnya dari ku atau mati " geram farel sambil mengeluarkan aura menyeramkan
semua yang melihat farel seperti itu tersenyum sangat tipis
" pasangan yang cocok untuk anin" batin bunda
" apakah dia putra ku, dia sangat berubah " batin christian
" sama seperti papa nya " batin lusy
" semoga dia orang yang tepat untuk anin " batin 2 N
" kapan pernikahannya di laksanakan " tanya bunda dengan antusias
" dua bulan lagi " farel
" apakah itu tidak terlalu cepat " bunda
" tidak, tante semakin cepat semakin baik " farel
" baiklah " ayah
" baiklah calon besan semoga keluarga smith dan dirgantara bisa bersatu " christian
" saya berharap seperti itu " ayah
" ya ampun jeng, saya seneng banget lo ya dapet mantu yang imut " lusy
" hahaha saya juga senang sekali bisa dapet mantu yang ganteng " bunda
anin hanya diam melihat semuanya yang sedang sibuk , nando dan nanda juga asik mengobrol
" sayang ikut aku " farel
" tapi izin dulu ya " anin
" iya " farel
" hmmm semuanya anin mau ikut sama kak farel ya " anin
" iya, hati hati ya sayang kalau farel nakal bilang sama mama " lusy
belum menjawab tangan anin langsung di tarik oleh farel
" dasar anak siapa sih" gerutu lusy
" biasa lah , anak muda " bunda
__ADS_1
" gak sabar pengen cepet punya cucu" lusy
" hahaha iya sama aku juga " bunda
......................
......................
......................
Di taman mansion smith
" kak farel ngapain ngajak anin kesini " anin
" Aku mau berduaan aja sama kamu " farel
" emmmm kak anin boleh tanya " anin
" anin mau tanya apa " farel
" kok kakak bisa tau rumah anin " anin
" apa pun tentang gadis ku aku pasti tau dan Aku sangat menyayangi mu" farel
anin meronta malu
" ih adek kok jadi baper sih, dan gak lama lagi adek nikah muda huhuhu tapi gak apa lah kan jodohnya juga ganteng aaa pokoknya tipe adek banget terus kayak ada roti sobek nya deh " batin anin
dan mereka pun bercanda dab tertawa lepas berdua, dan tak sadar malam semakin larut
" sayang, masuk ke mansion ya ini udah malem aku gak mau kamu kena flu " farel dengan nada kawatir
" ih lucu banget sih kalau kak farel lagi kawatir " batin anin
" sayang kamu kenapa diem, coba ngomong sama aku apa kamu ngerasa gak enak badan" farel
" eh, emmmm enggak kok kak, anin cuma mikir aja " anin
" kamu mikirin apa " farel
" kak tampan hehehe " jawa. anin sambil terkekeh
farel yang mendengar pujian yang keluar dari mulut anin pun membuat rona merah muncul di pipinya sampai ke telinga
" kakak mukanya merah, kakak sakit ya " tanya anin sambil menempelkan tangannya di dahi farel
" eh enggak kok, aku baik baik aja " jawab farel sambil memalingkan wajah nya
" kakak gak bohong kan " anin
" enggak sayang,mungkin ini karna dingin" farel
" hmmm kalau gitu ayo kak kita masuk, nanti kakak sakit " anin langsung menarik tanga. farel dan membuat wajah farel makin memerah karena malu
" loh sayang, farel nya kenapa " bunda
" enggak tau bun, tapi katanya karna di taman dingin " anin dengan wajah polosnya
" hahahaha " tawa ayah dan christian
" kenapa ayah ketawa bun " anin
" anin, wajah farel merah bukan karna malu " bunda
" lalu " anin
" coba anin jelaskan dari awak " bunda
mengalir lah cerita anin membuat wajah farel makin memerah
" nah gitu bunda " anin
" hahahaha anin farel malu sama kamu " bunda
" lalu gara gara apa bun " anin
" lalu karna kamu bilang tampan "bunda
farel yang sangat malu pun langsung berpamitan untuk pulang
" kalau gitu saya sama keluarga saya pulang dulu om " farel
" silahkan, " ayah
" ok besan saya pulang dulu " christian
hanya di jawab dengan anggukan oleh ayah
" jeng saya pulang dulu, darah calon mantu " lusy
__ADS_1
" iya jeng " kata bunda sambil tertawa
keluarga dirgantara pun pulang dan keluarga smith memasuki kamarnya masing masing untuk istirahat