
Aluna Camelio, seorang gadis cantik dan lugu yang berusia 18 tahun ini sudah kehilangan orang tuanya sejak ia memasuki umur 10 tahun.
Kedua orang tua Aluna meninggal saat ada perjalanan bisnis dan pada saat itu Aluna dititipkan kepada paman dan bibinya. Saat paman dan bibinya tahu ketika orang tua Aluna meninggal, paman dan bibinya mulai melakukan rencana liciknya. Paman dan bibinya menaruh Aluna ke panti asuhan, mereka berdua tidak mau merawat Aluna, karena baginya anak kecil merepotkan. Pada saat itu Aluna masih belum mengerti apa-apa, ia hanya bisa menuruti kemauan paman dan bibinya itu.
Sejak kecil Aluna tinggal di panti asuhan bersama ibu dan kakak tirinya yang selalu memperlakukan Aluna seperti pembantu. Aluna memiliki sifat yang sangat nakal dan juga polos, ia sangat suka membuat ibu pantinya marah besar. Sejak saat itu Aluna sangat suka membuat masalah dan membuat ibu pantinya capek dengan kelakuannya, jadi mau tak mau Aluna harus diusir dari panti karena lagi-lagi sudah membuat masalah.
Sebenarnya Aluna tak masalah jika ia diusir dari panti, karena sebenarnya ia juga sangat bosan hidup dengan ibu dan kakaknya yang selalu memperlakukannya sebagai pembantu. Aluna sangat senang bisa terbebas dari ibu dan kakaknya yang tidak punya hati itu.
"Hihihi... Enak banget deh rasanya diusir!", pekik Aluna girang.
"Aluna harus cari kontrakan nih, biar Aluna bisa punya tempat tinggal!"
"Emh... Mending Aluna langsung cari aja deh!"
Aluna mulai berjalan mencari tempat tinggal untuk ia tinggal nantinya. Aluna masih mempunyai sedikit uang tabungannya, saat ia masih tinggal dipanti. Aluna bekerja diam-diam tanpa sepengetahuan sang ibu dan juga sang kakak, ia tidak ingin uangnya diambil oleh sang kakak tirinya. Setelah tiga bulan Aluna bekerja, Aluna berhenti dari tempat kerjanya. Karena merasa cukup dengan uang tabungannya jadi ia berhenti bekerja.
Sungguh polos bukan?
...----------------...
Setelah Aluna meninggalkan panti asuhan, ia terus berjalan-jalan mencari tempat tinggal, namun belum ketemu juga, sampai tak terasa malam hari sudah tiba.
"Huwaa Aluna capek!", Duduk disalah satu bangku yang ada disana.
"Susah banget sih cari kontrakan huhh!", Ucap Aluna sambil cemberut.
"Mana perut Aluna udah bergoyang-goyang lagi huwaa!!", Rengeknya karena sedari tadi ia belum ada makan.
"Huff, mending Aluna lanjut lagi aja deh siapa tau dapat kontrakan!", Berdiri dari duduknya dan mulai berjalan lagi.
BRUK...
Karena tidak melihat jalan Aluna menabrak seseorang hingga akhirnya dirinya terjatuh.
"Huwaaa bokong Aluna sakit!", Rengeknya merasakan bokongnya yang sakit.
Seseorang itu hanya menatap Aluna datar tanpa ada niat untuk menolong Aluna.
"Ihh siapa sih yang nabrak Aluna!", Aluna berdiri sambil mengelus bokongnya dan menatap seseorang yang berada di depannya.
"Astaghfirullah, ganteng banget! "Batin Aluna menatap seorang pria yang berada di depannya.
Pria itu mengerutkan keningnya menatap aneh gadis yang berada di depannya itu.
"Tuan Rey, anda tidak apa-apa?", Tanya seorang pria yang baru datang itu, bernama Zergan, asisten Rey.
Rey hanya berdehem.
Mata Zergan tertuju pada seorang gadis yang masih menatap Rey. "Nona anda tidak apa-apa?", Tanya Zergan membuat Aluna tersadar.
"Hah kenapa?", Menatap Zergan polos.
"Anda tidak apa-apa nona?", Tanya Zergan sekali lagi.
"Gapapa gimana, liat nih Aluna jadi jatuh gara-gara om ini", Ucap Aluna kesal sambil menunjuk Rey yang ada didepannya.
__ADS_1
Rey yang mendengar ucapan Aluna membelalakkan matanya sempurna. "Apakah aku setua itu? "Batin Rey.
"Heii Om! Kau harus bertanggung jawab karena sudah membuatku jatuh!", Aluna mendengus kesal.
Rey hanya acuh.
"Zergan balik!", Ucap Rey dingin lalu pergi meninggalkan Aluna.
"Baik tuan", Jawab Zergan.
"Nona saya pamit dulu!", Ucap Zergan lalu pergi meninggalkan Aluna.
"Ihh kok malah pergi sih!", Ucap Aluna kesal.
"Dasar om-om jelek, arrogant, sombong dan gak punya hati!", Maki Aluna.
"Aluna sumpahin, Om bakal jadi bucin kalau udah punya pacar nanti!", Sumpah Aluna sambil mendengus kesal.
...----------------...
Keesokan harinya...
Di sebuah rumah yang tak terlalu mewah, terdapat seorang gadis yang masih tertidur lelap dalam mimpinya.
Aluna menggeliat.
"Hoam!", Aluna menguap sambil melihat jam di dindingnya.
"Jam 7? Huhh, Aluna masih ngantuk!"
...----------------...
Sementara itu...
Perusahaan R'A Company
"Zergan, keruangan saya!", Panggil Rey lewat tombol interkom yang berada di atas meja kerjanya.
"Baik tuan!"
Tokk Tokk Tokk~
"Masuk!"
Cklekk
"Ada yang bisa saya bantu tuan?", Tanya Zergan.
"Hmm, tolong carikan saya sekretaris!", Jawab Rey dingin.
"Lohh tap--
Reyhan menatap tajam Zergan, asistennya itu.
Zergan menunduk, ia tak berani menatap bosnya itu yang menatapnya tajam, "Baik tuan!"
__ADS_1
"Harus sesuai kriteria saya dan jangan yang murahan!", Ucap Rey dingin dan tegas.
"Kalau tidak sesuai, kamu saya pecat!" Rey menatap tajam Zergan, asisten sekaligus sahabatnya itu.
"Baik tuan, laksanakan!", Jawab Zergan tegas.
"Kamu boleh pergi!
Zergan mengangguk, "Saya permisi tuan!" lalu setelah itu ia keluar dari ruangan Rey untuk melaksanakan tugas yang diberikan oleh Rey, bosnya yang arrogant itu.
...----------------...
Pagi ini Aluna berniat akan mencari pekerjaan agar dirinya bisa mendapatkan uang jajan untuk dirinya agar bisa membayar uang kontrakan dan uang makannya sehari-hari.
"Aluna harus semangat!", ucapnya penuh percaya diri.
...----------------...
Tak terasa siang hari sudah tiba, namun seorang gadis cantik ini masih belum menemukan pekerjaan, ia selalu Ditolak berkali-kali karena hanya lulusan SMA,
seperti saat ini Aluna sedang beristirahat Di salah satu bangku yang ada Disana.
Walaupun dirinya hanya lulusan SMA tetapi Aluna tidak pernah menyerah untuk mencari pekerjaan.
"Huwaaa Aluna capek!!"
"Kenapa sih gak ada yang mau menerima Aluna?", Ucapnya cemberut sambil melihat anak-anak yang bermain.
"Huhhh!"
Saat Aluna menatap anak kecil yang sedang bermain, tiba-tiba saja ada sebuah kertas jatuh tepat di depan matanya.
"Heu?"
"Kertas apa ini?", Mengambil kertas yang berada dikakinya.
"Dicari sekretaris yang profesional dan bisa melakukan apa pun", Aluna membaca kertas tersebut.
"Omg! Ini beneran?!", Mata Aluna berbinar menatap kertas yang ia pegang.
"Huwaa Aluna mau!!"
"Pokoknya Aluna harus kesana xixi!", Pekik Aluna senang.
"Ayo Aluna, kamu harus semangat!", Ucap Aluna menyemangati dirinya, lalu ia mulai pergi menuju ke tempat yang ia lihat dikertas barusan.
...----------------...
R'A Company
"Kayaknya benar ini alamatnya", Aluna menatap kembali alamat yang menempel dikertas yang ia pegang.
"Benar kok, tapi kenapa besar banget ya gedungnya?", Menatap polos gedung yang berada didepannya.
"Tau ah, mending Aluna masuk aja xixi!", Aluna terkikik senang, lalu ia masuk ke dalam gedung perusahaan tersebut.
__ADS_1
Continued