Tuan Muda Arrogant dan Gadis Lugu

Tuan Muda Arrogant dan Gadis Lugu
Bab 4 Surat kontrak


__ADS_3

Ceklekk


Rey masuk kedalam kamar sembari menarik-narik dasinya, sungguh hari ini adalah hari yang sangat melelahkan bagi Rey, karena tak mau berlama-lama lagi Rey pun meraih handuk yang berada di dalam lemari, lalu ia melangkah menuju kamar mandi, saat Rey membuka pintu kamar alangkah terkejutnya saat melihat seorang gadis yang tidak memakai pakaian sehelai benang pun.


Begitupun dengan Aluna yang begitu terkejut saat pintu kamar mandi terbuka menampakkan wajah Rey, bosnya itu.


"AAAAAAAAAHH OM!!", Aluna menjerit sembari menutupi dua benda bulatnya dan roti segitiganya itu.


Melihat hal itu Rey langsung masuk kedalam kamar mandi.


BRAKK


"Dasar om-om mesum!"


"Beraninya dia mengintip Aluna, huhh!", Aluna mendengus kesal saat Rey sudah melihat tubuhnya yang tak memakai pakaian sehelai benang pun.


"Ohh Damn!!", Rey mengumpat, tiba tiba saja tubuhnya begitu panas saat melihat tubuh Aluna membuat pikiran Rey menjadi kacau, apalagi saat teringat dua benda bulat dan roti segitiga Aluna.


"Akhh! Buanglah pikiranmu jauh-jauh Rey!"


"Ck, hanya melihat tubuhnya saja sudah membuat ular kobra ku bangun!", pekik Rey kesal sembari melihat miliknya yang menggembung dibalik celana.


"Hahh, Rey sadarlah!", Rey mencoba membuang pikirannya, namun tetap saja ia masih terbayang-bayang dengan tubuh Aluna.


...----------------...


Aluna meremas tangannya dirinya begitu sangat gugup saat Rey memanggilnya, saat ini dirinya sedang berdiri tegak dihadapan Rey yang saat ini duduk disofa.


Aluna begitu sangat gugup saat Rey menatap tajam kearah dirinya.


"Huwaa mama Aluna malu! Huhu tubuh Aluna sudah tidak suci lagi karna diliat om Rey! "


"Aluna gak terima karena om Rey sudah melihat tubuh Aluna ini, huhh! ", Aluna mendengus kesal


"Pokoknya Aluna harus marahin om Rey! Yahh... Harus itu! "


Aluna mulai menghembuskan nafasnya, dirinya mulai membuka suara.


"Om--


"Apa yang kau lakukan dikamarku?", ucap Rey membuat Aluna terdiam.


"Oh no, ternyata Aluna yang salah kamar? Huhu Aluna malu banget! ", batin Aluna sembari meremas tangannya menahan malu.


"I-ini kamar om?", tanya Aluna membuat Rey menghembuskan nafas kasar.


"Bukan, ini kamar mayat!", jawab Rey kesal.


Aluna melotot mendengar jawaban Rey, "Om yang benar ihh!"


"Ck... Ya iyalah Aluna ini kamar saya! Ngapain kamu masih nanya lagi hahh!", ujar Rey yang sudah geram dengan tingkah polos Aluna.


"Hehehe, maafin Aluna om", Aluna menyengir tanpa ada beban.


Rey berdehem.


"Ini... Kamu tanda tanganilah!", Rey menyodorkan map berwarna merah tua dihadapan Aluna.


"Ini apa om?", tanya Aluna bingung sembari mengambil map yang berwarna merah tua itu.

__ADS_1


"Lebih baik kamu baca dulu! Kalau tidak paham kamu boleh bertanya!", jawab Rey dengan ketus.


"Ishh iya-iya!", Aluna mulai membuka map yang ada ditangannya lalu melihat isi map tersebut.


Poin poin yang harus dipatuhi selama kontrak masih berlaku


Pihak pertama : Reyhan Putra Alexander


Pihak kedua : Aluna Camelio


Poin pertama


Perjanjian kontrak ini berlaku sampai satu tahun, setelah satu tahun pihak kedua boleh pergi dari rumah pihak pertama


Poin kedua


Kedua pihak dilarang mencampuri urusan satu sama lain


Poin ketiga


Pihak kedua harus menurut apa kata pihak pertama


Poin keempat


Pihak pertama akan memberikan uang bulanan dan uang harian untuk pihak kedua


Poin kelima


Pihak kedua harus menyiapkan semua kebutuhan pihak pertama


Poin keenam


Poin ketujuh


Pihak kedua tidak boleh membatalkan perjanjian kontrak secara sepihak


Poin kedelapan


Pihak kedua tidak boleh berhubungan dengan pria lain manapun, kecuali pihak pertama


"Pacaran kontrak?", Aluna menatap Rey yang berada didepannya.


Rey berdehem.


"Kalau kamu tidak mau saya gak masalah, kamu boleh keluar dari rumah dan perusahaan saya!", Rey tersenyum smirk sambil menatap menatap Aluna yang terdiam.


"Kenapa hati Aluna tidak terima om Rey membuat perjanjian ini? "batin Aluna merasakan perih dibagian dadanya saat tau Rey membuat perjanjian kontrak.


"Gimana Aluna Camelio?", Rey tersenyum smirk sambil menatap Aluna yang masih terdiam.


"Aluna terima aja deh, lagiankan lumayan kalau om Rey setiap hari kasih uang, jadi uangnya bisa Aluna simpan deh mwehehehe! "batin Aluna tersenyum smirk.


"Ekhm, oke Aluna terima!", ucap Aluna sambil menanda tangani surat kontrak tersebut.


"Good girl!", Rey tersenyum smirk.


"Karena kamu sudah menanda tangani surat ini, kamu boleh balik ke kamarmu, ingat, kamar kamu disebelah saya!", Rey mulai beranjak dari sofa.


"Emhh om... Soal itu", ucap Aluna menggantung ucapannya.

__ADS_1


Rey masih tetap setia menunggu ucapan Aluna yang terlihat ragu-ragu untuk melanjutkan kata-katanya, meskipun Rey sudah menebak apa yang ingin dikatakan oleh gadis itu.


"Om soal kamar mandi itu--


"Aku memang melihatnya, tapi tenang saja aku tidak tertarik dengan dadamu yang tepos itu!", jelas Rey dengan ketus membuat Aluna membelalakkan matanya.


"Yakk enak saja kau bilang!!", pekik Aluna kesal.


"Cihh! Dasar tepos!"


"Yakk kurang ajar!!", Aluna melayangkan sandalnya berniat ingin memukul Rey, namun saat dia ingin memukul Rey ia malah tersandung dan akhirnya Aluna terjatuh bersamaan dengan Rey yang menimpanya diatas.


Deghh


Kedua mata mereka saling bertemu satu sama lain, jantung mereka sama-sama berdetak dengan kencang.


"Huaaa Aluna baper!! "Aluna memalingkan pandangannya ia tidak berani menatap wajah tuanya itu terlalu lama.


"Ada apa denganku? Kenapa saat menatapnya jantungku selalu berdetak kencang? "Rey masih menatap kedua bola mata Aluna yang berwarna kecoklatan.


Ceklekkk


"Permisi tu--


"Upss... Maaf mengganggu waktunya tuan, hehe!", Zergan langsung menutup pintu kamar Rey dengan kuat membuat kedua manusia berbeda jenis itu tersadar.


"Kyakkk om mesum!!", Aluna mendorong dada Rey dengan kuat, membuat Rey terkejut.


"Ck s*alan kau gadis nakal!", umpat Rey kesal sembari menatap tajam Aluna.


Aluna menyengir


"Ck sudahlah!", Rey berdiri dari duduknya dan berjalan keluar untuk menemui asistennya itu, Zergan.


Setelah melihat Rey sudah keluar, Aluna memegang dadanya yang masih berdetak dengan kencang.


"Huhu Aluna baper mamakk!!"


"Tapi Aluna harus sadar kalau om Rey gak cinta sama Aluna, jadi buat apa Aluna baper sama om?"


"Au ah! Aluna pusing mikirinnya!", Aluna berdiri dari duduknya dan kembali ke kamarnya.


...----------------...


Kamar Aluna


Aluna sudah tiba disebuah kamar yang tak kalah mewah dengan kamar Rey.


"Wahh kamar Luna besar banget!", Aluna menatap setiap sudut kamarnya yang juga tak kalah mewah dengan kamar bosnya itu, Rey.


"Hihi Luna pasti nyaman nih disini!", Aluna terkikik senang, lalu ia berjalan ke arah ranjangnya.


"Emhh... Empuk banget!"


Aluna memejamkan matanya sejak, lalu ia tiba-tiba terbangun saat teringat dengan perjanjian kontrak yang dibuat oleh Rey.


"Huhh... Aluna kira om serius suka sama Aluna, ternyata Aluna yang salah!", Aluna menghembuskan nafasnya kasar.


Continued

__ADS_1


__ADS_2