Tuan Muda Arrogant dan Gadis Lugu

Tuan Muda Arrogant dan Gadis Lugu
Bab 2 Aluna kesal


__ADS_3

Saat Aluna masuk ia bisa melihat banyak orang yang sedang menunggu giliran untuk dipanggil.


"Banyak sekali orang-orang yang sedang menunggu giliran "


"Kira-kira Aluna diterima gak yaa? "Batin Aluna cemberut.


Aluna menghela nafas.


...----------------...


Beberapa jam kemudian...


Sekarang giliran Aluna yang dipanggil. Aluna gadis terakhir yang dipanggil untuk masuk kedalam ruangan CEO.


"Silahkan masuk nona", Ucap Zergan tersenyum tipis yang diangguki oleh Aluna gadis cantik yang memegang amplop coklat besar.


"Huff, semangat Aluna! "Batinnya menyemangati dirinya.





Aluna masuk kedalam ruangan yang bertulisan ruangan CEO.


"Huwaaa, kenapa hawa nya menyeramkan sekali! "Batin Aluna merinding, ia merasakan hawa yang dingin dan juga menyeramkan.


Aluna menghela nafas panjang, "Umm... P-permisi", Cicit Aluna menatap seorang pria yang berada didepannya sedang membelakangi dirinya.


Pria itu mengerutkan keningnya


"Kayak kenal suaranya? ", Pria itu langsung memutar kursi besarnya menghadap Aluna.


Keduanya sama-sama terkejut saat melihat satu sama lain.


"Ini kan om yang tadi malam! ", Batin Aluna kesal saat melihat wajah Rey.


"Gadis ini... Bukannya yang tadi malam? "


"Heii Om!", Teriak Aluna kesal sambil menunjuk Rey yang berada didepannya.


"Yakk!! Siapa yang kau panggil om hah!", Rey melototkan matanya tidak terima karena dirinya dipanggil Om.


"Om lah! Sapa lagi emangnya, huhh!", Aluna mendengus.


"Enak saja kau bicara, asal kamu tau ya, saya ini masih muda!", Jawab Rey ketus dan menatap Aluna sinis.


"Siyi ini misih midi", Ejek Aluna.


"Berani kamu sama saya!", Rey menatap tajam Aluna.


"Beranilah! Masa Aluna harus takut sama om kayak anda!", Jawab Aluna dengan berani tanpa ada rasa takut.


Rey menatap Aluna sambil menyunggingkan senyumnya.


"Kamu saya terima dan langsung mulai bekerja hari ini!", Ucap Rey dingin. Aluna yang mendengar ucapan Rey terkejut.


"Om serius!", Menatap Rey dengan mata yang berbinar-binar.


Rey berdehem.


"Sekarang kamu buatkan saya kopi!", Ucap Rey dengan nada dingin.


Aluna mengangguk senang. "Siapp om!!", Lalu setelah itu Aluna langsung keluar dari ruangan Rey.


"Heh!"


"Lihat saja pembalasanku gadis kecil!", Rey menyunggingkan senyum liciknya.


...----------------...


Beberapa menit kemudian...


Aluna kembali kedalam ruangan Rey dengan membawa secangkir kopi.


"Xixi, silahkan diminum kopinya om", Aluna meletakkan secangkir kopi ke meja Rey.

__ADS_1


Rey mengerutkan keningnya menatap aneh Aluna. "Ada apa denganmu?"


"Emangnya Aluna kenapa?", Jawab Aluna berkedip polos menatap Rey, Pria itu langsung mengalihkan pandangannya.


Tanpa pikir panjang Rey langsung meminum kopi buatan Aluna.


Byurrr...


Aluna melotot, melihat Rey yang menyemburkan kopi buatannya itu.


"Kopi apaan ini?!"


"Kamu mau membuat saya darah tinggi hah!", Bentak Rey.


Aluna menggelengkan kepalanya.


"Jujur! Kamu pakai yang disebelah mana?!", Menatap Aluna tajam.


"S-sebelah kiri", Cicit Aluna, yang membuat Rey melototkan matanya.


"Itu garam Aluna!!"


"Kenapa kamu pakai garam hah!", Ucap Rey kesal.


"G-garam?"


"Iya! Kamu sengaja ya mau buat saya darah tinggi!", Rey menatap Aluna tajam.


"Enggak kok om!", Aluna menggelengkan kepalanya cepat.


"Lagian Aluna gak tau kalau itu garam hehe", Aluna menyengir memperlihatkan gigi putihnya.


Rey mendengus kesal. "Buatkan saya yang baru!"


"Okeyy!", Aluna langsung mengambil gelas yang ada di atas meja Rey, lalu kembali keluar membuatkan kopi yang baru untuk Rey, bosnya itu.


...----------------...


Ceklekk


"Silahkan Om", Meletakkan secangkir kopi dihadapan Rey.


Rey berdehem, lalu ia meminum kopi buatan Aluna. "Hmm lumayan.", Aluna tersenyum senang saat Rey menyukai kopi buatannya.


"Ekhmm, kamu hitung semua berkas-berkas yang ada disana!", Menunjuk semua tumpukan berkas yang ada disofa, membuat Aluna membelalakkan matanya.


"Kenapa banyak sekali!", protes Aluna tidak terima.


"Protes?"


"Oke gapapa, tambahannya habis ini kamu kerjakan semua berkas-berkas ini!"


"Habis itu, jangan lupa berkas-berkas yang kamu hitung tadi taruh di gudang!", Ucap Rey dingin dan tegas.


Aluna yang mendengar ucapan Rey menyuruh nya membelalakkan matanya tidak terima.


"Apa-apaan ini! Gak b--


"Ah iya satu lagi!"


"Jangan lupa kamu mintain data keuangan di bagian keuangan!"


"Saya mau kamu hari ini harus cepat selesai!", Ucap Rey tegas.


Aluna mengepalkan tangannya kesal, ia benar-benar kesal kepada bosnya itu, yang menyuruhnya seenaknya saja.


"Ihhh dasar om-om jelek, arrogant, sombong, gak punya hati!", Maki Aluna kesal sambil menghentakkan kakinya pergi.


Rey yang melihat Aluna hanya menyunggingkan senyumnya senang, ia benar-benar senang melihat Aluna yang kesal.


...----------------...


Ruangan Aluna


Saat ini Aluna masih memaki-maki bosnya itu, ia mengerjakan pekerjaannya sambil memaki-maki bosnya yang sombong dan arrogant itu.


"Ganteng enggak, jelek iya!"

__ADS_1


"Udah jelek, sombong, arrogant, gak punya hati lagi!"


"Ihhh untung Aluna sabar, kalau gak udah Aluna acak-acak rambutnya, huhh!", Aluna mendengus kesal.


"Liat aja nanti pembalasan Aluna!"


"Mwehehehe", Menyunggingkan senyumnya.


...----------------...


Hari sudah semakin sore, jam juga sudah menunjukkan pukul 16:30. Waktunya untuk semua para pekerja pulang kerumahnya masing-masing.


Aluna keluar dari ruangannya dan bertemu dengan bosnya itu, siapa lagi kalau bukan Reyhan Alexander seorang CEO yang memiliki sifat arrogant dan juga sombong.


"Hehe pas banget nih, ada om sombong! "Batin Aluna sambil tersenyum licik.


"Ehh ehh om!", Menghadang jalan Rey. Pria itu langsung menghentikan langkahnya dan menatap Aluna datar.


"Aluna nebeng dong om! Hehe", Ucap Aluna nyengir memperlihatkan gigi putihnya.


"Ada apa dengan gadis ini? Pasti ada sesuatu yang direncanakannya? "Batin Rey bingung sambil menatap Aluna.


"Boleh yaa om", Aluna memelas, pria itu langsung mengalihkan pandangannya.


"Hmm, cepatlah!", Rey berjalan duluan meninggalkan Aluna.


"Ayo nona.", ucap Zergan yang diangguki Aluna.


"Yess, berhasil!", Aluna terkikik senang.


...----------------...


Mobil milik Rey pergi meninggalkan area perusahaan.


"Hehe saatnya beraksi! "


"Om ganteng...", Panggil Aluna. Rey, pria itu langsung menatap Aluna dan mengerutkan keningnya bingung dengan gadis yang berada disampingnya ini.


"Om, nanti jangan pulang dulu yaa!"


"Kita mampir dulu ke restoran yang mahal!"


"Aluna laper om.", ucap Aluna sambil cemberut.


"Ohh... Rupanya gadis ini sedang membalas dendam padaku "Batin Rey yang mulai tau rencana Aluna.


"Berani juga gadis ini, lihat saja apa yang akan aku lakukan! "Rey menyunggingkan senyum smirk nya.


"Ekhmm, Zergan mampir ke restoran termahal!", ucap Rey dingin yang diangguki Zergan. "Baik tuan!"


"Yess! Rencana Aluna berhasil xixixi "Batin Aluna memekik senang.


...----------------...


Keesokan harinya


Ruangan Rey


"Zergan!", panggil Rey.


"Iya tuan?", jawab Zergan.


"Dimana gadis kecil itu?", ucap Rey dingin.


"S---


BRAKK


Rey dan Zergan terkejut saat melihat seorang gadis mendobrak pintu ruangan Rey.


"Aluna Camelio!", Rey menatap tajam Aluna yang mendobrak pintu ruangannya.


"Hehehe, maaf om", jawab Aluna nyengir.


Rey menghela nafas panjang, ia tak habis pikir dengan tingkah Aluna yang sedikit bar-bar.


Continued

__ADS_1


__ADS_2