
Tokk Tokk Tokk
"Masuk!"
Setelah mendapatkan jawaban dari Rey, Zergan masuk lalu ia menutup kembali pintu ruangan Rey.
"Ada apa?", tanya Rey tanpa mengalihkan pandangannya dari layar laptopnya.
"Umm anu tuan..."
"Katakanlah yang jelas!", tegas Rey sambil menatap tajam Zergan.
"Ada yang ingin bertemu dengan anda tuan!", ucap Zergan dengan cepat.
Rey mengangkat sebelah alisnya, "Siapa?" tanya Rey sambil menatap datar asistennya itu.
Ceklekkk~
"Apa kabar kawan!", ucap seorang pria yang masuk kedalam ruangan Rey.
"Zayn?"
"Yapss... Rupanya kau masih mengenalku adekku!", balas Zayn mengangguk sambil terkekeh.
Rey menatap malas kakak pertamanya, "Ada apa kau kesini?", Rey sebenarnya sangat malas untuk bertemu dengan kakaknya itu.
"Hey... Kenapa kau begitu tidak suka aku kemari?!", ucap Zayn seraya duduk disofa yang berada diruangan milik Rey, adiknya.
"Yakk... Kau sangat tidak sopan sekali!", teriak Rey sambil menatap tak suka Zayn, kakak pertamanya.
"Ck... Aku ini kakakmu Rey, sopanlah sedikit padaku!", balas Zayn sambil mendengus kesal.
Sementara itu, sejak tadi ada yang melihat mereka berdua bertengkar.
"Umm... Ada apa dengan kedua om ini? ", batin Aluna menatap bingung Rey dan Zayn.
"Tiada hari tanpa bertengkar ", Zergan menatap pasrah keduanya, ia sudah bisa menebaknya. Setiap Rey dan Zayn bertemu pasti selalu ada pertengkaran.
Zergan menarik nafas dalam-dalam lalu membuangnya.
"STOP!!", teriak Zergan menghentikan pertengkaran adik dan kakak itu, membuat keduanya berhenti bertengkar dan terdiam seketika.
"Nahh gini kan enak!", ujar Zergan seketika suasana hening kembali.
Rey berdecak kesal.
Tak sengaja mata Zayn teralihkan pada seorang gadis yang saat ini masih menatap mereka berdua.
"Widihh... Siapa nih cewek?", tanya Zayn seraya berjalan mendekati meja Aluna.
"Sekretaris Rey", jawab Zergan yang mendapat tatapan tajam dari Rey.
"Hehehe sorry Rey!", ucap Zergan sambil memperlihatkan gigi putihnya.
"Hai cantik... Boleh kenalan?", seru Zergan sambil mengedipkan sebelah matanya menatap Aluna.
Aluna mengangguk.
"Namanya siapa cantik?", mencolek dagu Aluna, Zayn mendapat tatapan tajam dari Rey karena sudah berani menyentuh miliknya itu.
"YAKKK... JANGAN SENTUH DIA!"
__ADS_1
"Lahh kenapa sih, gue cuman ngajak kenalan doang!"
"Berani lo sentuh dia... Berarti Lo siap mati!", ucap Rey menekan.
Zayn mulai paham maksud dari adik keduanya itu.
"Ahh... Gue tau!", Zayn menyeringai.
"Dia...", lanjutnya sengaja menggantung ucapannya.
"Yeah... Dia kekasihku!", seru Rey sembari merangkul pinggang Aluna. Gadis itu dibuat kaget dengan perlakuan Rey yang tiba-tiba seperti itu.
Kedua pipi Aluna merona, karena mendapatkan perlakuan Rey yang tiba-tiba dan juga mengatakan kalau ia kekasihnya, "Ada apa dengan om Rey? "
"Om Rey menganggap Aluna kekasihnya?",batin Aluna yang sedikit senang karena Rey menganggapnya kekasihnya.
"Gue kasih tau mom sama dad ahh...", seru Zayn.
"Mom sama dad udah tau, kemarin gue bawa Aluna ke mansion utama!"
"Yahh... Gak asik lo!"
Rey memutar bola matanya malas.
"Ekhmm... Nona cantik, namanya siapa?", tanya Zayn yang sedari tadi belum berkenalan dengan Aluna karena kakaknya itu.
"Aluna om"
Zayn melebarkan matanya saat Aluna memanggilnya dengan sebutan om, "What!! Om?".
"Gue dipanggil om?", ucapnya menunjuk dirinya sendiri, Rey menahan ketawanya menatap Zayn.
"Hei nona... Aku ini--
"Sudah cukup!"
"Lebih baik kau pergi dari sini Zayn, aku dan Aluna masih banyak kerjaan yang harus diselesaikan!", ujar Rey yang tidak ingin Zayn berlama-lama diruangannya.
"Yakk... Lo ngusir gue!"
"Kalau lo sadar ya baguslah!"
"Enak aja g--
"Zergan!", melirik Zergan, Zergan yang paham maksud Rey langsung menarik tangan Zayn keluar dari ruangannya.
"Yakk... Rey sialan!", teriak Zayn kesal yang sudah keluar dari ruangan Rey.
"Ck... Enak saja mau berlama-lamaan disini, nanti yang ada Aluna malah berpaling dari gue! ", batin Rey yang tak suka jika Zayn dan Aluna dekat.
"Uhmm... Om", Aluna melirik tangan Rey yang masih menempel pada pinggangnya.
Rey yang tersadar jika ia sedari tadi merangkul pinggang Aluna, ia pun langsung melepaskannya.
"Sorry!"
Aluna mengangguk.
"Lanjutkan pekerjaanmu, sebentar lagi kita akan ada meeting!", ujar Rey yang kembali dingin.
"Yahh... Kembali dingin"
__ADS_1
"Baik om, upss" menutup mulutnya menggunakan kedua tangannya.
"Ehh... Maksudnya tuan hehe", Aluna menyengir sambil menatap Rey. Pria itu hanya menatap datar Aluna.
...----------------...
Setelah beberapa jam berada diruang meeting, akhirnya meeting itu selesai juga.
"Huwaaa akhirnya selesai juga, bokong Aluna pegal banget huhu!"
"Terima kasih sudah mau bekerjasama dengan kami tuan Rey, saya harap kerjasama kita berjalan dengan baik!", seru tuan Bastian senang, salah satu rekan kerja Rey.
Rey hanya mengangguk menampakkan wajah datarnya.
"Selamat bekerja sama tuan Rey, terima kasih atas rapat hari ini!", Tuan Bastian mengulurkan tangannya yang disambut oleh Rey, "Sama-sama tuan Bastian!", balas Rey dengan nada dinginnya.
"Ngomong-ngomong, gadis disamping tuan siapa ya?", tanya Tuan Bastian sambil melirik Aluna yang berada disamping Rey.
Rey yang tidak suka miliknya ditatap oleh orang lain. Ia pun menarik pinggang Aluna lalu merangkulnya dengan begitu erat.
"Dia kekasih saya tuan Bastian!", tegas Rey sambil menatap tajam rekan kerjanya, membuat tuan Bastian dan juga asistennya kaget mendengar ucapan Rey.
"K-kekasih? Bukankah rumor tuan Rey tidak punya kekasih, tapi kenapa ini? ", batin tuan Bastian.
"Ekhmm, karena rapat hari ini telah selesai... Saya dan kekasih saya pamit pulang!", ucap Rey dingin lalu pergi, tangan Rey masih setia merangkul pinggang Aluna.
"Astagaa... Aluna enggak salah dengar kan tadi? ", Aluna masih tak percaya dengan apa yang ia dengar tadi pas didalam. Rey mengakuinya sebagai kekasihnya dihadapan rekan kerja Rey.
...----------------...
Selama diperjalanan hanya ada keheningan, keduanya terdiam setelah keluar dari ruangan meeting tadi.
"Shh... Sialan, apa yang gue katakan tadi! ", Rey mencengkram erat stir mobilnya.
Rey melirik Aluna yang hanya diam menatap kearah luar jendela.
"Apa om Rey sudah mulai menyukai Aluna? ", Aluna ter-merenung memikirkan kejadian tadi yang Rey mengakuinya sebagai kekasih didepan rekan kerja Rey.
"Tapi kayaknya enggak mungkin deh... Om Rey hanya menganggapmu sebagai pacar kontrak Lun, jadi kamu jangan berharap lebih Aluna!! ", Aluna menghela nafas panjang.
"Ada apa denganmu?", tanya Rey melirik Aluna.
"H-hah?"
"Kenapa om?", Aluna menatap Rey yang hanya menampakkan wajah datar.
"Ck, tidak apa-apa!", gerutu Rey kesal.
"Lahh... Pie toh om Rey? Hadehh capek deh Aluna sama sifat om Rey! ", Aluna menggeleng-gelengkan kepalanya.
"Benar-benar sakit jiwa!", gumam Rey yang melihat Aluna menggeleng-gelengkan kepalanya.
"Heu?"
"Siapa yang sakit jiwa om?", menatap Rey polos.
"Akhh sudahlah!", teriak Rey frustasi sambil membanting stir mobilnya.
"Ihhh... Om Rey udah mulai gila kayaknya ni**h, Aluna jadi takut deh ihhh cerem! ", Aluna menatap Rey merinding.
Continued
__ADS_1