Tuan Muda Arrogant dan Gadis Lugu

Tuan Muda Arrogant dan Gadis Lugu
Bab 7 Melamar


__ADS_3

Hari hari telah dilewati, tak terasa sudah satu bulan Aluna menjadi sekretaris pribadi sekaligus kekasih Rey.


Dalam sebulan ini mereka berdua terlihat sangat dekat, walaupun terkadang Rey selalu dingin kepada Aluna. Tapi Rey sudah mulai nyaman berada didekat Aluna. Pria itu setiap saat selalu ingin berada didekat Aluna, ia tidak ingin berpisah dengan Aluna.


Secara perlahan Rey mulai membuka hatinya untuk Aluna. Mungkin ini terlalu cepat bagi Rey. Tapi pria itu sudah sangat nyaman berada didekat Aluna, ia ingin sekali menjadikan Aluna sebagai istrinya, ia juga tidak ingin ada yang merebut Aluna nantinya.


Apakah ini cinta?


...----------------...


Ruangan Rey


"Zergan, apa kamu sudah mempersiapkan semuanya?", tanya Rey yang dijawab anggukkan oleh Zergan.


"Semuanya sudah siap tuan!"


"Bagus, saya harap tidak ada kekacauan nanti malam!", dinginnya sembari menatap tajam asistennya, Zergan.


"Tuan tenang saja, saya pastikan malam ini berjalan dengan lancar dan baik!", tegas Zergan.


"Bagus!"


"Ekhmm, apakah kamu yakin jika Aluna bakal menerima saya?", tanya Rey.


"Saya yakin tuan!"


"Nyonya sangat mencintai tuan Rey!", lanjutnya sambil tersenyum senang.


Rey mengerutkan keningnya


"Apa tadi kamu bilang?", tanya Rey dingin.


Sementara itu, Zergan terdiam ia lupa akan rahasia sang nyonya nya, Aluna.


"B-bukan tuan", gugup Zergan berkeringat dingin.


"Ohh... Jadi Aluna sering cerita ke kamu yaa, begitu Zergan, hmm?", berdiri dan mulai mendekati Zergan dengan aura dinginnya.


Sementara Zergan mulai mengeluarkan keringat dinginnya, ia sangat tau kalau sekarang ini bosnya sedang cemburu.


"Coba bilang sekali lagi Zergan", Rey menatap Zergan dengan senyuman menyeramkan sembari memegang kerah kemeja Zergan.


"Huwaaa ampun tuan!"


"Saya enggak bermaksud kok, suerr deh!", memeluk erat Rey.


"Eh--


Cklekkk


Saat membuka pintu Aluna terkejut melihat Rey dan Zergan yang berpelukan. Rey maupun Zergan tidak sadar jika Aluna masuk.


"Om Rey dan Om Zergan ngapain pelukan?", tanya Aluna bingung.


Rey dan Zergan menoleh kearah Aluna, lantas Rey langsung mendorong kuat Zergan sampai terjatuh ke lantai.


"A-aluna"


"Om Rey ngapain tadi pelukan sama om Zergan?", tanya Aluna.


"B-bukan apa-apa kok, kamu lanjut kerja aja sana!", pintah Rey dengan gugup.

__ADS_1


"Emhh oke", Aluna berjalan kearah mejanya dengan rasa bodoamat tanpa pengen tau apa yang terjadi kepada bos dan asistennya itu.


"T--


"Kembali keruanganmu!", pintah Rey yang dijawab anggukkan oleh Zergan.


"Kalau Aluna salah paham, ntar yang ada gue gagal nikah", batin Rey frustasi.


...----------------...


Malam telah tiba, saatnya yang ditunggu-tunggu akhirnya tiba juga.


"Emhh... Om", panggilnya.


"Iyaa, kenapa hmm?"


"S-sebenarnya Aluna mau dibawa kemana?", tanya Aluna.


"Kenapa mata Aluna ditutup dari tadi?", lanjutnya sembari memegang tangan Rey yang memegang tangannya.


"Kamu akan tau nanti!", tegas Rey yang dijawab anggukkan oleh Aluna.


"Aduh... Sebenarnya Aluna mau dibawa kemana sih? Kenapa dari tadi Aluna harus pake kain penutup mata ini? ", batin Aluna mendengus pelan.






Keduanya sudah berada ditempat tujuan. Aluna masih memakai penutup mata, sedangkan Rey masih memegang tangan Aluna.


"Aku hitung sampai tiga ya!", ucap Rey.


"Kalau aku bilang buka kamu boleh buka!", lanjutnya yang dijawab anggukkan oleh Aluna.


"1"


"2"


"3"


"Buka!"


Perlahan Aluna mulai membuka kain yang menempel dimatanya.


Aluna terkejut dengan apa yang dia lihat saat ini didepan matanya.


"O-om", Aluna menoleh kearah Rey yang berjalan ke depannya.


Rey tersenyum menatap Aluna, "Gimana, kamu suka?", tanya Rey yang dijawab anggukkan oleh Aluna.


"Suka banget, Aluna suka om!", jawab Aluna dengan mata berkaca-kaca.


Rey terkekeh gemas melihat gadis yang berada didepannya sekarang ini.


"Aluna, saya ingin berbicara serius!"


"Apa om?", tanya Aluna bingung.

__ADS_1


Rey mulai berjongkok dihadapan Aluna sembari mengeluarkan kotak berwarna merah. Gadis itu terkejut dengan perlakuan Rey saat ini.


"Kenapa om Rey jongkok? Kan ada kursi disini? ", batin Aluna polos menatap Rey yang jongkok didepannya.


Rey menghela nafas panjang.


"Aluna Camelio... Saya tau, saya bukan pria yang romantis, tetapi saya benar-benar tulus mengungkapkan ini semua!"


"I know it's too soon but I really really love you. I feel very comfortable when I'm near you, I think this is just an ordinary feeling. But it turns out I was wrong, this feeling is getting stronger when I'm always near you, I don't know what else to say. I really really love you, Aluna..."


"So... Will you marry me?", ucapnya sembari menyodorkan kotak berwarna merah yang berisi cincin.


Aluna terdiam.


Rey menatap dalam mata Aluna dengan penuh harap. Ia sangat berharap jika Aluna mau menerimanya.


"Aduhh... Aluna enggak ngerti omongan om Rey apa, kenapa om Rey ngomong bahasa Inggris sih! Kan Aluna gak ngerti huhu", Aluna tidak mengerti apa yang diucapkan Rey tadi. Aluna tidak mengerti bahasa Inggris. Ia hanya mengerti ucapan Rey yang terakhir saat Rey menyodorkan cincin yang lumayan mewah.


"Emhh... Apa Aluna terima aja ya? Kasian muka om Rey udah berharap banget ", menatap polos Rey.


"Aluna?"


Aluna tersadar dari lamunannya.


"Iya om, Aluna mau!", seru Aluna sembari mengangguk senang. Rey tidak menyangka jika Aluna mau menerima dirinya. Ia pun langsung berdiri dan memegang tangan Aluna erat.


"Beneran Aluna mau?", tanya Rey dengan tersenyum senang.


Aluna mengangguk.


"Iya om, Aluna mau jadi istri om!"


Lagi-lagi Rey tersenyum dengan lebar, ia tidak menyangka jika Aluna akan menerimanya. Sangking terlalu senang Rey tanpa sadar memeluk Aluna terlalu erat.


"Om Aluna sesak!", ucap Aluna sambil menepuk-nepuk punggung Rey. Rey yang sadar langsung melepaskan pelukannya.


"Makasih sayang, aku enggak nyangka kamu mau nerima aku!"


"Aku pasangin ya cincinnya?", tanya Rey yang dijawab anggukkan oleh Aluna, "Iya om".


Setelah mendapat jawaban dari Aluna. Rey langsung memakaikan cincinnya dijari manis Aluna.


"Gimana... Kamu suka sama cincinnya?"


"Suka, Aluna suka banget sama cincinnya!", serunya dengan wajah berseri-seri.


Rey tersenyum melihat Aluna yang begitu bahagia.


"Om, Aluna laper!", ucap Aluna sambil mengerucutkan bibirnya.


"Ah astaga!"


"Ya sudah, ayo kita makan!", ujarnya sambil menuntun Aluna berjalan ke meja yang sudah dihiasi dengan lilin-lilin dan bunga mawar yang terletak ditengah-tengah meja.


"Wahh!", Aluna menatap kagum makanan yang ada di depan matanya.


"Ini om yang buat?", tanya Aluna.


"Bukan sayang", jawab Rey yang diiringi dengan kekehan.


"Yahh.. Kirain om Rey yang buat"

__ADS_1


"Tapi gapapa deh, Aluna tetap suka kok sama kejutan yang om Rey buat!", pekik Aluna sambil tersenyum lebar.


Continued


__ADS_2