
Tak begitu terasa, hari pernikahan pun tiba. Segala persiapan telah dilakukan, posisi Aluna sekarang sudah berada disamping calon suaminya.
Rey dan Aluna saling tersenyum menatap satu sama lain. Kini keduanya sudah berhadapan dengan penghulu.
"Apakah sudah siap, tuan?", tanya penghulu.
Aluna menatap Rey.
"Saya siap!", jawab Rey dengan tegas.
"Tuan bisa menjabat tangan saya!", ucap sang penghulu.
Setelahnya Rey mulai menjabat tangan penghulu dan mulai berikrar mengucapkan kata ijab qobul.
Setiap kata yang terucap dari mulut Rey, membuat hati Aluna bahagia, ia masih tak menyangka jika Rey akan menikahinya.
"Bagaimana para saksi?"
"Sahhh!" Sorak para tamu undangan.
Kini Aluna sudah resmi menjadi istri sah dari Rey. Rey mendekati Aluna dan mencium bibir merah muda Aluna.
Rey tersenyum bahagia menatap wanita yang ia cintai, begitupun dengan Aluna. Ia bahagia akhirnya bisa menjadi istri sah dari Rey.
Selang setelah acara memasangkan cincin. Kini keduanya menerima ucapan selamat dari para tamu undangan dan juga rekan kerja Rey dan sang Daddy.
"Aaaa selamat anak mommy... Akhirnya kamu menikah juga!", memeluk erat tubuh Rey.
"Mom, jangan terlalu erat!", pekik Rey.
Ariella melepaskan pelukannya, lalu menatap Aluna yang berada disamping Rey.
Aluna menundukkan kepalanya.
Ariella tersenyum, "Selamat ya sayang, akhirnya kamu jadi menantu mommy!"
Aluna kaget, tapi ia tetap membalas pelukan Ariella.
"Makasih tante"
Ariella melepaskan pelukannya, "Jangan panggil tante, panggil mommy aja"
"Kamu kan sekarang sudah menjadi menantu mommy!", lanjut Ariella sambil tersenyum.
"Hehe baik tan-- eh mommy"
Ariella tersenyum.
"Selamat Rey Aluna, semoga rumah tangga kalian selalu berjalan dengan baik dan semoga aja tidak ada orang ketiga didalam hubungan kalian", ucap Kendrick, Daddy Reyhan.
Amin
Ucap keduanya bersamaan.
"Oiya Aluna, panggil Daddy ya!", Kendrick tersenyum menatap Aluna.
Aluna mengangguk, "Iya dad"
"Jangan senyum-senyum pada istriku dad!", pekik Rey kesal.
Kendrick berdecih.
"Btw mom... Zayyan kemana?", tanya Rey.
"O---
"Mommy kenapa ninggalin Zayyan sih!", pekik Zayyan, saudara ke-4 Rey. Zayyan anak terakhir.
"Ohh astagaa... Maafin mommy Zayy, mommy lupa"
"Tau ah, Zayyan ngambek!", memalingkan pandangannya. Zayyan tak sengaja menatap kakak kedua dan kakak iparnya.
"Oh iyaa... Bang Rey, Kak Aluna selamat ya!"
"Jangan lupa kasih Zayyan 10 keponakan yang lucu!", lanjutnya sambil tersenyum girang.
Rey yang mendengar ucapan Zayyan langsung membolakkan matanya, sedangkan Aluna ia hanya menatap polos. Ia tak mengerti maksud ucapan Zayyan.
Maklum terlalu polos.
__ADS_1
"Kalau begitu kau saja yang buat!", ketus Rey.
"Ishh... Kan Zayyan belum nikah bang!", jawab Zayyan sambil cemberut.
"Sudahlah, ayo Zayyan ikut mommy sama daddy!", Ariella menarik tangan Zayyan pergi dari sana dan hanya tersisa kakak pertama Rey dan adik ketiga Rey, Zayn dan Gabriella.
"Selamat ya bang Rey dan kakak ipar!", Gabriella memeluk keduanya.
"Makasih Ell!", ucap keduanya bersamaan.
"Ya udah, Ell mau kesana dulu bye bye!", Gabriella pergi dari sana dan hanya tersisa Zayn.
"Selamat Rey, Aluna!", Zayn memeluk sekilas keduanya.
"Makasih bang!", ucap Rey.
"Andai Aluna yang jadi istri gue... Pasti gue senang banget, yakan Aluna!", Zayn mengedipkan matanya kearah Aluna.
"S*alan lo bang!"
Zayn terkekeh.
"Canda aja bro, ya udah gue mau makan dulu!", Zayn turun dari sana.
...----------------...
Setelah acara pernikahan selesai, keduanya pergi kerumah baru yang sudah disiapkan oleh kedua orang tua Rey.
Selama diperjalanan menuju kerumah baru mereka. Keduanya saling diam, Rey menggenggam erat tangan Aluna dan sesekali ia menciumnya.
"Aku senang akhirnya aku bisa menikahimu sayang!", Rey tersenyum menatap Aluna, ia juga mencium punggung tangan Aluna.
Aluna tersenyum, "Aluna juga gak nyangka ternyata om Rey cinta sama Aluna!".
Rey tersenyum bahagia, ia tak bosan-bosannya menatap wajah Aluna yang begitu sangat cantik malam ini.
"Mulai sekarang kamu jangan manggil aku om lagi!"
"Jadi Aluna harus manggil apa?", tanya Aluna menatap polos Rey.
"Terserah Aluna aja mau manggil apa, Daddy juga boleh", Rey mengedipkan matanya genit.
Rey membelakkan matanya.
"Heh!"
"Ihh gak kok hubby!"
"Apa, hubby?", pura-pura tidak mendengar.
"Coba ulangi sekali lagi!"
Aluna menggelengkan kepalanya. Rey yang melihat tingkah polos Aluna merasa gemas ingin sekali ia mencubit pipi gadis itu dengan keras.
...----------------...
Mobil Rey terparkir dihalaman rumah baru mereka, kini keduanya sudah sampai di rumah baru mereka.
"Wahh... Mewah banget!", Aluna terpana dengan bangunan mewah yang berada didepannya sekarang ini.
"Ayo sayang kita masuk", ucap Rey sambil menggandeng tangan Aluna.
Aluna mengangguk.
Keduanya melangkahkan kaki masuk ke dalam mansion yang megah itu.
Lagi-lagi Aluna dibuat terpana melihat bagian dalamnya yang begitu mewah, bersih dan disertai dengan emas-emas yang mengkilat.
"Suka?"
Aluna mengangguk senang.
"Kita ke kamar yuk, pasti Aluna penasaran kan sama kamar kita?"
"Iya, Aluna udah penasaran banget. Ayo hubby!"
Keduanya melangkahkan kaki menuju ke kamar mereka.
...----------------...
__ADS_1
Ceklekkk
Rey membuka pintu kamar mereka.
"Huwaaa bagus banget... Aluna sukaa!!"
Rey terkekeh. "Ayo masuk, sayang".
Keduanya masuk kedalam kamar mereka.
Rey melepaskan jasnya, ia merasa gerah karena sedari tadi terus memakai jas.
"Emhh... Hubby"
"Ya sayang?"
"Bantuin Aluna buka gaunnya", lirih Aluna.
Rey menyunggingkan senyumnya.
"Kita mandi bersama baby!", Rey menggendong Aluna ala bridal style dan membawa Aluna masuk kedalam kamar mandi.
"Kyaaa!!"
...----------------...
Keesokan harinya
Pagi-pagi sekali Aluna bangun dan menyiapkan sarapan untuk suaminya. Aluna menata makanannya dimeja.
"Siap!"
**Tap
Tap
Tap**
Aluna menoleh kearah tangga. Terlihat Rey yang sudah rapih dengan pakaian kantornya.
"Morning honey!", mengecup bibir Aluna.
"Too hubby"
"Ayo sarapan, aku sudah menyiapkan sarapan untukmu!"
Rey mengangguk. Lalu ia duduk dan menaruh tas kerjanya disampingnya.
Keduanya sarapan pagi, tidak ada yang berbicara hanya terdengar dentingan garpu dan sendok.
"Sayang aku berangkat ya", Rey berdiri dari duduknya.
"Tunggu!"
"Ada apa sayang?", tanya Rey.
"Nanti siang Aluna boleh belanja bahan bahan dapur gak?", lirih Aluna. Rey yang mendengar itu tersenyum gemas.
"Boleh dong sayang!"
"Y--
"Tapi nanti aku temenin! Kamu gak boleh pergi sendiri. Tunggu aku pulang pas selesai makan siang, oke!"
"Okee hubby!", pekik Aluna girang.
"Ya sudah, aku pergi dulu ya! Hati-hati dirumah!", mencium kening Aluna.
Aluna mengangguk, "Hubby juga hati-hati yaa, semangat kerjanya!"
"Siap sayang!", Rey tersenyum gemas sambil mengacak rambut Aluna.
"Ishh... Udah sana pergi!", mendorong pelan Rey. Rey yang tak tahan melihat tingkah istrinya itu membuat ia tidak ingin bekerja.
"Hubby!"
"Hahaha iya sayang, aku pergi dulu ya. Bye baby!", sebelum pergi Rey mengecup sekilas bibir Aluna lalu ia berlari pergi.
"REY!!", teriak Aluna kesal. Rey yang mendengar teriakan sang istri terkekeh gemas, "menggemaskan"
__ADS_1
Continued