
Shabira memegang erat erat tas kain yang sudah lusuh masuk kedalam istana yang megah,saat masuk pikiran Shabira langsung tertuju pada istana yang ada di negri dongeng, dengan mata berbinar walaupun seorang pria sedang menatap malas dirinya.
pernikahan Shabira dan Sagara dilakukan dengan terpaksa karna kemauan kedua orang tua Sagara, karna sebgai bentuk balas budi keluarga Gerhana kepada keluarga Shabira karna dulu ayah Shabira pernah mendonorkan satu ginjalnya untuk Sagara.
ayah Shabira dulunya adalah supir dikeluarga Gerhana, karna sekarang sering sakit sakit an Akhirnya mengundurkan diri dan memilih tinggal dikampung.
"ini beneran kita tinggal disini mas?"tanya Shabira dengan mata yang memandang takjub.
Sagara yang sedang bermain HP dan kaki yang dinaikan ke sofa hanya berdehem tanpa minat.
Sagara memandang risih Shabira, menurutnya cara berpakaian Shabira seperti orang kuno jauh dari kata feminim,dan yang pasti Shabira bukanlah tipe ideal Sagara.
di umurnya yang ke 22 tahun Sagara sudah memimpin perusahaan besar yang sekarang sedang dalam masa kejayaannya, banyak wanita wanita jauh lebih cantik dan kaya dari Shabira yang sedang berusaha mendekati sang CEO muda tersebut.
__ADS_1
Sagara beranjak dari sofa dan berjalan melewati Shabira begitu saja , karna tak tahu Shabira mengikuti Sagara saja entah akan kemana yang pasti mereka melewati tangga yang tinggi yang menghubungkan lantai bawah dengan lantai atas.
"kenapa lo ngikutin gue!?" geram Sagara dengan mengepalkan kedua tanganya.
shabira hanya menggeleng geleng tak tahu karna dia belum tahu Sagara akan pergi. kemana.
Sagara menghela napas kasar laku menunjuk kamar yang berada dibawah"lo tidur dibawah , dan jangan masuk kamar gue tanpa seizin gur , nanti jika melanggar aturan siap siap dapet hadiah dari gue!.
shabira mengangguk paham lalu mulai turun dari tangga dengan hati hati,kamar shabira memang besar jika dibandingkan dengan kamar nya sebelumnya saat di desa, tapi apakah layak seorang istri tidur di kamar pembantu.shabira tidak mempermasalahkan kamarnya lebih kecil dari kamar Sagara.
shabira bukanya beristirahat malah mengelilingi rumah yang super megah ini, tidak ada orang selain ia dan Sagara.
shabira duduk termenung di ayunan halaman belakang yang beralsskan rumput hijau yang bersih, sekarang shabira bukanlah gadis lajang seperti sebelumnya, kini Shabira sudah memiliki pendamping hidup.
__ADS_1
usia Sagara dan shabira terpaut 4 tahun dan lebih tua shabira.
setelah merenung cukup lama shabira memutuskan untuk pergi kedapur untuk memasak makanan, siapa tau Sagara lapar.
isi kulkas sudah lengkap dengan bahan masakan,masih di tempat masing masing dan masih ada label harganya, shabira memegang beberapa dan melihat harganya merinding melihatnya.
dengan pengalaman cukup lama di dapur dengan cekatan shabira sudah menyelesaikan memasak sop dan memasak udang saus pedas.
saat sedang menata makanan dimeja, tiba tiba sagara lewat dengan baju yang rapih dan bau badan yang wangi semerbak.
"ini aku udah siapin makanan,dari tadi belum makan pasti laper kan" ucap shabira dengan menatap manik mata yang setia menatapnya tajam.
Sagara melirik makana tersebut dengan tatapan jijiknya"masakan apa kek gitu, yang ada gue sakit perut kalo makan"ucap Sagara dengan menatap sinis shabira.
__ADS_1
kemudian berjalan meninggalkan shabira dengan memutar mutar kan kunci mobil dijari telunjuknya
shabira menghela napas panjang"nggak papa mungkin ini pembelajaran awal buat jadi istri yang lebih baik lagi,".